Pernah kepikiran ga, misalkan kita sudah pakai opensource atau linux lah. apa lagi yang akan di permasalahkan oleh polisi. pada dasarnya, mau bagaimanapun, seharusnya dari sisi penegak hukum terdahulu yang harus di tertibkan baru masyarakat, sweeping sweeping, polisi aja pake bajakan, ngehe bener!!!!. Jadi maksud saya ini, kalo masih punya polisi mata duitan, mau pake apapun, tetep aja kena sweeping. Gue tau bener soalnya gue pernah ditanya2 polisi gimana cara jerat orang yang pake bajakan, apa yang bisa di permasalahin, apa yang bisa diduitin. percaya atau ga, itu pengalaman gue yang pernah dimintai pendapat oleh polisi, Orang polisi juga pernah nanya sama gue, apa semua software yang di pake buat linux itu free?. Dan polisi itu punya prinsip bodoh, berbeda dengan kita2 yang tau tentang komputer walaupun sedikit (minimal sedikitnya lebih banyak dari polisi...hehehehe). Prinsipnya adalah: "APAPUN YANG RUNNING DI KOMPUTER TANPA LICENSE DARI MS BRARTI BAJAKAN" <<== polisi sendiri yang ngomong. Jadi maaf aja yah bukan ga setuju ama opensource (gue pribadi pake suse), tapi harus dipikirin dari segi bisnis dan juga sisi user: 1. Apa ga sepi kalo pake opensource karena ga semua orang bisa dan ga semua orang punya inisiatif yang sama untuk belajar 2. Berapa kita harus bayar operator yang mengerti linux, masalahnya jika kita pakai linux, operator harus ngerti linux 3. Berapa lama waktu yang idle selama kita cari atau training operator untuk ready menggunakan linux? 4. Apa pendapatan kita cukup buat bayar listrik, gaji dan isp setelah migrasi kelinux, karena PASTI sepi untuk beberapa bulan. 5. Apa orang mau menggunakan rental yang tidak menggunakan MS OFFICE, karena biasanya orang yang rental itu maunya cepet2, bukan mau blajar pake openoffice!!! 6. Apa kita rela membiarkan user gratis selama kita ngajarin user tersebut menggunakan linux, atau apa user mau billingnya jalan terus selama dia diajarin linux oleh operator?. Bayar internet Rp. 5000 aja suka ada yang ngomel "HAREE GENEE INTERNET MASEH 5000!!!!"
Jadi mari kita pikirkan dan buat 2 atau 3 alternative untuk os yang digunakan untuk warnet, jangan sekarang ngomongnya opensource, opensourcem ntar blakang harinya bengong. Emang udah ada warnet yang pake LINUX, tapi lihat lokasi warnet tersebut GITU LOCH!!!. Apa mungkin warnet yang lokasinya di bekasi mo pake linux sedangkan yang denger kata linux aja suka nanya "LINUX APA SIH?" HIKS!!!! APA JADINYA WARNET GUE INI!!! MAKAN MINUM GUE SAMA BINI GUE DARI WARNET!!! MOBIL GUE JUAL UNTUK WARNET!!!! GUE TIDUR DI UBIN SAMA BINI UNTUK WARNET!!!!. KENAPA KITA YANG NYARI UANG DENGAN CARA HALAL DIPERSULIT, SEDANGKAN ORANG YANG NYARI UANG DENGAN MEMERAS ORANG LAIN MALAH ONCANG2 KAKI!!!! GUE NYESEL JADI WARGA NEGARA INDONESIA!!! ELO ELO YANG BACA INI, KALO BAPAK LO PEJABAT ATAU APA KEK YANG PUNYA PENGARUH SAMA POLISI, TOLONG LAH KITA2 INI. GA LAIN DAN GA BUKAN, CUMA UANG PENYELESAIANNYA, TAPI KALO GA ADA DUIT GIMANA? On 4/24/05, ~-V-~ <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > :-? > Ibu Judith.... > M$..... > Open Source.... > Pengusaha Warnet.... > OS..... > > > -----Original Message----- > From: gienojava > Sent: Sunday, April 24, 2005 2:19 AM > > Perlu rekan-rekan ketahui, apabila rekan belum mau migrasi ke > opensource dan masih bertahan dengan OS dari MS karena berbagai ragam > pertimbangan,itu nggak masalah. Yang jadi masalah apabila ternyata OS > tersebut bajakan atau bahkan sudah punya original tapi hanya satu > atau dua untuk jaga2 pada saat sweeping ditunjukin. > > Contoh kasus yang menimpa saya di Cilacap beberapa waktu lalu, > sebagian dari pc yang ada diwarnet > saya tertempel sticker hologram resmi ( Win98 SE ) dari MS, tetep aja > kena garuk. Karena apa? > Karena saya dituduh menggandakan utk pc yg lain, disamping itu tidak > boleh utuk disewakan. > Jadi disamping terjerat HAKI saya juga kesandung EULA karena saya > meyewakan pc tanpa ada > lisensi EULA. > > Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu ada pertemuan antara AWARI > dan > pihak MS yang membicarakan pemberian lisensi EULA khusus warnet dan > sudah > tercapai ( untuk diskon harga OS masih nego ), namun bukan berarti > aman. > Warnet/Game centre yang menggunakan OS MS bisa dikatakan aman dari > sweeping, > bila diwarnet/Game centre tersebut sudah terpampang sertifikat EULA > resmi dari MS. > > Nah itu kapan.....???? > > Jawabannya...tergantung dari rekan-rekan sendiri! Sejauhmana > konstribusi rekan-rekan > pengelola warnet/game centre kepada AWARI? Cukupkah dengan membiarkan > bu Judith jalan > sendiri yang notabene nggak punya warnet? Dari mana selama ini bu > Judith menutupi semua > biaya operasional AWARI? Apa jadinya kalau tanpa beliau? Cari selamat > sendiri-sendiri...?? > > Saya memang berencana migrasi ke opensource, namun masalahnya kan > tidak akan selesai > begitu aja, masa transisi migrasi ke opensource memakan waktu. Selama > masa transisi > ini kita kan tetep aja sebagian make OS MS. Nah tentu saja ini harus > dilengkapi dengan ketentuan lisensi EULA. > > Untuk itu, bila rekan-rekan menghendaki semua segera deal baik > lisensi EULA maupun diskon > khusus OS utk warnet/game centre, mari kita bantu bu Judith secara > real bukan hanya teriak/ > rame dimilis saja, namun konstribusi dan atensi dari rekan-rekan > sekalian sangat > dibutuhkan. > > Semoga tulisan saya ini bisa membuka mata para pengusaha warnet / > game centre yang ada > di Indonesia tercinta ini. Maaf bila ada yang kurang berkenan. > > Regards, > > Gieno > > Official Web Site : http://www.awari.or.id > Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] > Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet > Yahoo! Groups Links > > > > > Official Web Site : http://www.awari.or.id Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

