hanya bisa tersenyum getir melihat teman2x yang dirudung kegelisahan
akibat ulah "over acting polisi dari negeri yang bernama Indonesia
raya" kenapa aja malaysia gak invasi indonesia biar sekalian lenyap
dah kalo emang harus punah

walau usaha kami masih aman2x aja, tapi melihat teman2x lain yang
kelimpungan usaha menderita, ikut prihatin juga dn tidak tega,

solidaritas,


ps. doa orang teranianya lebih cepat dikabulkan oleh Nya
(smoga saja bila "pemimpin/direktur perusahaan Indonesia raya" Memihak
kerakyat maka jayalah indonesiaku dan bila menginjak-nginjak rakyat
cepatlah bubar agar penderitaan teman2x bisa berakhir"

On 4/25/05, judithms <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
>  bagus u direnungkan
> 
> -------Original Message-------
> 
> From: Satrio Arismunandar
> Date: 04/24/05 07:26:23
> To: [EMAIL PROTECTED]; BA-depok; Begundal Salemba; AJI INDONESIA;
> pjtv; technomedia; jurnalisme
> Subject: haruskah hati menciptakan jarak?
> 
> Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya,
> "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah,
> ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
> 
> Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat
> tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia telah
> kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
> 
> "Tapi..." sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya
> justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak?
> Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
> 
> Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang
> dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak
> satu pun jawaban yang memuaskan.
> 
> Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang
> berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua
> hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik
> mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak
> yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya,
> semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka
> menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang
> ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi.
> Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras
> lagi."
> 
> Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang
> terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka
> tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka
> berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu
> halus dan kecil. Sehalus apa pun, keduanya bisa
> mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa
> demikian?"
> 
> Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya.
> Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun
> berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu
> dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah
> katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata
> saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang
> ingin mereka sampaikan."
> 
> Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang
> dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak.
> Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang
> mendatangkan jarak di antara kamu. Mungkin di saat
> seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin
> merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan
> membantu Anda."
> 
> (dr milis sebelah..)
> rio.-
> ..
----------------cut-----------


Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke