Di rumah di samping menggunakan akses adsl saya juga menggunakan 
Starone. Saya menggunakannya karena kadang saya ingin online padahal 
saya sedang berada di suatu tempat di mana saya sungkan menggunakan 
akses telponnya.  Awalnya akses Starone yang hanya berbayar flat 200 
ribu rupiah perbulan itu amat sangat menyenangkan. Aksesnya (sangat) 
cepat, terutama bila dibandingkan dengan dialup. Walau ada waktu idle, 
secara umum saya (dan hampir semua pelanggan)  amat puas.

Cerita tentang cepat dan murahnya Starone tak pelak lagi  membuat banyak 
orang tertarik melangganinya. Bertambahnya jumlah pelanggan secara 
signifikan agaknya tidak diikuti dengan pasokan bandwidth memadai, 
sehingga dari hari ke hari akses yang dulunya membuat saya selalu 
berbunga-bunga itu makin lambat dan durasi serta frekwensi idle-nya  
kian bertambah. Bila ingin akses yang bagus seperti dulu, kita harus 
terbangun di tengah malam buta, dan berinternet seperti kalong. :) 
Kondisi akses yang bagus ini terus bertahan hingga sekitar jam 7 pagi. 
Setelah itu, dengan pasti aksesnya melambat, melambat, dan melambat terus.

Apakah memang 200 ribu rupiah itu terlalu murah untuk mendapat akses 
internet yang memadai ...?

Salam,
Ihsan.


Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke