On 5/24/05, Pataka <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> rekans,
> 
>  saya berpikir dampak dan ngeri juga melihat efeknya. apabila warnet
>  di seluruh indonesia sepakat bergerak bersama melakukan aksi TUTUP
>  MASSAL, kemungkinan inilah yg akan terjadi:
> 
>  1. penurunan hingga 50 % terminal akses internet se-indonesia
>  2. penurunan hingga 50 % permintaan kapasitas bandwidth ke isp
>  3. beban iix akan turun drastis hingga ke level di bawah 2 gbps per
>     hari (saat ini mencapai 4 gbps per hari)
>  4. akan ada sekitar 30 ribu orang kehilangan status pekerjaan (alias
>     dirumahkan) utk jangka waktu yg tidak tentu
>  5. setiap hari indonesia akan kehilangan perputaran ekonomi sebesar
>     tidak kurang dari 5 milyar rp
>  6. bila berlangsung lebih dari 1 bulan, industri internet indonesia
>     akan mundur 5 tahun ke belakang
>  7. ratusan ribu siswa akan kehilangan alternatif sumber ilmu
>  8. industri ukm terkait terutama di daerah akan mengalami penurunan
>  9. sejumlah instansi terkait di daerah kehilangan lahan utk pad
>  10. kita semua, rakyat indonesia, makin goblok aja.
> 
>  semua lini agaknya akan sangat amat terpengaruh. ada bukti empirik
>  yg mendukung argumentasi ini, salah satunya adalah, ketika sweeping
>  isp di jogja tahun lalu mengakibatkan 50% warnet lumpuh, sehingga
>  internet di jogja bener2 "sekarat" dan puluhan ribu orang mengeluh
>  kesulitan akses internet utk berbagai keperluannya. kerugiannya tak
>  terkira dari segi material maupun immaterial.
> 
>  kadang saya heran juga, masih banyak warnetters meragukan kekuatan
>  yg mereka miliki (kalau mau bersatu).

din
kok keterangannya menakutkan begitu ah 
dasar dari mana to bro ?
jangan menyebarkan berita yg menakutkan eyy 


sebagian komunitas warnet memilih tutup disaat peralihan ke openource
karena tidak mau menanggung resiko sweeping oleh aparat penegak hukum
yang kadang sering terjadi dampak denda damai puluhan juta rupiah
untuk menghindarkan  ancaman denda 500 juta dan kurungan penjara serta
diangkutnya seluruh unit station .

saya sendiri secara pribadi mensetujui  untuk gerakan tutup nasional
saat kita beralih ke opensource ,, bukan untuk cari sensasi tetapi
untuk membuka mata masyarakat bahwa warnet adalah satu industri yang
tanpa disadari banyak memberikan kontribusi kepada roda ekonomi dan
memajukan dunia pendidikan.

sudah 3 hari belakangan ini puluhan teman teman media ,mahasiswa dan
bbrp teman lsm bertanya kepada saya mengapa sulit mencari warnet di
depok ?  ada apa warnet semua tutup ..

sehingga ketika industri ini tutup  masyarakat gelisah dan concern .
tetapi saat saya ungkapkan pokok permasalahannya  bahwa tutup karena
ada resiko ancaman sweeping  yang bisa berakibat kehilangan seluruh
investasi dan resiko masuk penjara mereka pun tidak mampu memberikan
solusi !

pandangan saya adalah segera migrasi ke opensource jangan tunda lagi 
untuk apa ambil resiko menggunakan os bajakan kalau harus
mempertaruhkan semua investasi

kalau alasannya game centre tidak bisa berjalan diatas  opensource 
maka pertanyaan saya adalah apakah provider game maupun user game 
centre bisa membantu para warneters disaat menghadapi  pihak aparat
polisi ??
mampukah para user membebaskan kalian dari kantor polisi ?
mampukah provider game membantu permasalahan kalian ?
silahkan mencari jawabannya sendiri ...

jms


Official Web Site : http://www.awari.or.id
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Web,archive: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke