> Jangan sampai sekarang, kadang kita heran kalo user > bilang kok deket kampus anu, bisa di bawah 3 ribu / > jam, sedangkan di tempat lain bisa 6 ribu / jam. > > Atau warnet yg dikelola oleh kampus dan letaknya di > dalam gedung kampus, kok aman aman saja pake windows > ..., (ya mungkin oknum juga segan masuk ke dalam > gedung kampus kali karena otonomi kampus atau apa > lah). > Soalnya ada mahasiswa yg kebetulan make komputer > Linux, heran, napa tiba tiba ke warnet kok pake Linux, > padahal di kampusnya aja masih pake M$ yang ..... > > Atau game center yg harganya 4 ribu / jam. Ngak > berapa lama setelah BBM naik, eh harganya malah turun > jadi 3 ribu / jam. Malah banyak yg sampai di bawah 3 > ribu juga banyak. Padahal secara hitungan game center > itu biaya license nya jauh lebih besar dari warnet, > kalau mereka menyediakan juga game game multiplayer > populer berlisensi resmi seperti Warcraft, Counter > Strike, dll.
mungkin setelah agenda migrasi ke opensource dan penarapan SRA for Internet Cafe, bisa dibahas mengenai standarisasi harga sewa internet kepada customer. mungkin untuk tiap daerah tidak sama (seperti UMR), tapi kita bisa menentukan rata2x fix cost dan variable cost dari warnet, sehinga bisa ditentukan harga minimum yg pantas untuk sewa internet, sehingga tidak terjadi perang harga dan benar-benar persaingannya karena pelayanan ke customer, bukan karena harga sewa. mungkin bisa di buat klasifikasi warnet berdasarkan jumlah komputer atau bandwidth yg di sewa di warnet tsb. misal, warnet kecil : <= 10 komputer, bandwidth <= 128 kbps, warnet sedang : 10-20 komputer, bandwidth 128 - 256 kbps, warnet besar : > 20 komputer, bandwidth > 256 kbps. dari klasifikasi tsb bisa diketahui fix cost warnet tsb, misal biaya listrik (cenderung tetap), biaya sewa bandwidth, biaya maintenance, biaya sewa tempat, penyusutan perangkat. yg variable cost nya : gaji pegawai warnet (tergantung jumlah pegawai di wnet) dll. kemudian dari cost tsb, bisa ditentukan prosentase profit margin minimal utk pemilik warnet, misalnya 25% dari total cost. dari hitungan tsb, bisa diketahui setidaknya pendapatan warnet 1 bulan adalah x. x tsb di bagi dengan total hari buka dalam 1 bulan (anggap saja 30 hari) di kali total jam buka dalam 1 hari (misal 16 jam) dikali jumlah komputer (misal 10) dikali target okupansi warnet (misal, warnet yg dianggap sehat adalah yg tingkat okupansi nya 50-80%). misal x = 15.000.000, maka harga sewa perjam nya adalah 5.250, untuk target okupansi sebesar 60% (dalam 16 jam, 9.6 jam 10 komputer terpakai semua atau full). mungkin seperti itu ilustrasi nya. klo bisa di tetapkan standar harga minimum jasa warnet, para pengusaha warnet insya allah akan merasa nyaman dalam menjalankan usahanya, tinggal memikirkan service yg terbaik untuk pelanggan warnetnya. terima kasih. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

