Bukan hukum yang tidak ditegakkan , tapi yang membuat peraturan tidak mengerti aspek sosial dan teknis... buat apa bikin peraturan kalau akhirnya tidak operasional ? dan hanya dijadikan 'senjata' para 'aparat' di lapangan untuk melakukan sweeping dan tindakan tindakan 'pemerasan' lainnya ?
Lha harga NAP kita memang sangat sangat tidak kompetitif ? selain itu Indonesia sendiri menganut "SKY open Policy" jadi susah utk melarang bandwidth masuk secra langsung via satelit -bsd- On Thu, 16 Jun 2005, Adi Nugroho wrote: > Pada hari Rabu, 15 Juni 2005 19:30, IMade Sriardana menulis: > > Apalagi nanti katanya bakal ada peraturan dimana ISP tidak boleh > > ngambil bw dari satelit, tapi hanya dari NAP (Network Access > > Provider), tambah dimonopoli tuh jadinya... tul gak isunya ini ya??? > > Nanti? > Ini bukan nanti.... > Dari dulu, pengguna internet hanya boleh beli dari ISP resmi, dan ISP hanya > boleh beli dari NAP resmi. > > Bahwa sekarang banyak yang ngambil bandwidth langsung, tanpa melalui ISP atau > NAP, itu adalah pelanggaran hukum yang beresiko untuk kena kurungan penjara 6 > tahun dan atau denda 600 juta rupiah. > > Bahwa memang banyak yang melakukannya, itu karena hukum belum ditegakkan. > > Di mana mana di Indonesia khan penegakan hukum seperti itu.... > * Tunggu banyak pedagang kaki lima yang sudah terlanjur bangun kios permanen, > baru digusur... > * Tunggu banyak pengguna software bajakan, setelah ketergantungan baru > di-sweeping. > > Barusan di UNHAS khan juga perang batu karena pedagang sengaja dibiarkan dulu > bertahun tahun menggunakan lahan UNHAS, baru digusur. > > Kita tunggu saja kalau sudah banyak ISP ilegal, mungkin tunggu mereka > investasi besar dulu, baru di-sweeping. Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

