Senin, 27 Juni 2005 01:49 WIB
Sweeping Warnet Permainan Polisi Level Bawah 

JAKARTA, Investor Daily Online 

Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari) menegaskan, aksi sweeping
terhadap warung Internet (warnet) di beberapa wilayah beberapa waktu
lalu hanya dilakukan oleh oknum polisi di level bawah. Selain itu
Awari menyayangkan sikap Microsoft Indonesia yang seolah lepas tangan
dan tidak peduli terhadap aksi yang menimpa warnet-warnet yang telah
menggunakan produk lisensi mereka.

"Sweeping itu bukan atas perintah kepala polisi daerah (kapolda)
sebagai pemegang tampuk pimpinan tertinggi polri di wilayah," kata
Ketua Umum Dewan Presidium Awari Judith Monique Samantha kepada
Investor Daily dalam acara pembentukan Awari Jakarta, di Jakarta,
Minggu (26/6).

Hal itu, kata Judith, diketahuinya saat bertemu dan berbicara langsung
mengenai maraknya aksi itu dengan sejumlah kapolda.

"Saya malah dapat statement (pernyataan) langsung dari Kapolda Jawa
Tengah (Jateng) bahwa pihaknya tidak pernah memerintahkan untuk
melakukan seeping terhadap warnet. Begitu juga dengan Kapolda Bali,"
kata Judith.

Dengan demikian, kalaupun saat ini masih ada beberapa sweeping yang
dilakukan terhadap warnet, tegas Judith, itu merupakan permainan
oknum-oknum aparat di level bawah yang mencari keuntungan sendiri
dengan mengatasnamakan Undang-undang Hak Kekayaan Intelektual (UU
Haki).

"Setelah saya bertemu dengan pimpinan polda, Mabes Polri juga ternyata
tidak pernah memerintahkan sweeping ke warnet. Jadi kesimpulan saya,
sweeping yang dilakukan selama ini adalah kebanyakan ulah oknum saja,"
tegas dia.

Microsoft Tak Peduli?

Lebih jauh, Judith juga menyayangkan sikap pihak Microsoft Indonesia
yang seolah lepas tangan dan tidak mau peduli terhadap apa yang
dilakukan pihak aparat tersebut atas warnet-warnet yang telah
menggunakan produk lisensi mereka.

Padahal antara pihak Microsoft dan para warnet itu diikat oleh sebuah
memorandum of understanding (MoU). Mestinya, walau dalam MoU itu tidak
diatur mengenai masalah hukum, tapi pihak Microsoft juga peduli dan
memberikan dorongan (support) saat warnet yang mengunakan produk
berlisensi itu mendapat masalah hukum.

"Ya akhirnya kita hanya bisa mengharap welas asih saja. Tolong
warnet-warnet kami yang sudah membeli produk (berlisensi) mereka juga
di support secara hokum. Tapi kalau tidak, ya saya tidak bisa
berkata-kata lagi," ucap Judith.

Hal ini dibenarkan oleh beberapa pengelola warnet. Mereka mengaku,
meski telah menggunakan produk berlisensi yang dikeluarkan oleh
Microsoft dan ada dokumen resminya, tetap saja terkena sweeping oleh
aparat kepolisian.

Untuk mengantisipasi hal itu, beberapa pengelola warnet --yang mampu
secara finansial-- menyiasatinya dengan menyewa pengacara. "Jadi kalau
ada polisi yang datang untuk melakukan sweeping, saya telepon saja
pengacara itu dan biar polisi bicara langsung dengan dia," kata
seorang pengelola warnet yang enggan disebut identitasnya kepada
Investor Daily.

Sementara bagi mereka yang tidak memiliki cukup uang, menyatakan lebih
senang untuk melakukan sistem buka-tutup. "Artinya di saat kondisi
kami rasa aman, ya kami buka. Tapi kalau ada isu mau ada sweeping, ya
kami tutup," aku seorang pengelola warnet asal Tangerang yang juga
tidak bersedia identitasnya diungkapkan.

Kampanye Produk Legal 

Dalam kesempatan itu, Judith juga mengungkapkan, untuk menghindari
pemakaian produk bajakan, Awari dalam mailing list-nya selalu
berkampanye untuk menggunakan produk-produk peranti lunak (software)
dan peranti keras (hardware) resmi atau legal.

"Itu sangat kita tekankan di komunitas ini. Tapi kita tidak berpihak
pada salah satu operating system saja. Yang penting harus legal,
karena itu sangat tergantung dengan kondisi dan kemampuan keuangan
mereka," ujar Judith.

Disamping itu, lanjutnya, dengan menggunakan perangkat yang legal
tersebut maka tidak ada lagi alasan bagi aparat untuk men-sweeping
sistem opersi di warnet.

"Alhamdulillah, ternyata saat ini tengah terjadi migrasi besar-besaran
dari mereka yang sebelumnya menggunakan produk bajakan ke open source.
Selain itu banyak dari mereka yang juga lari menggunakan produk
berlisensi," terang dia.

Terhadap warnet-warnet yang masih menggunakan produk bajakan, Judith
mengatakan, pihaknya tidak dapat memberikan teguran atau sanksi
apapun. Awari hanya memberikan arahan yang sifatnya himbauan.

Dalam pertemuan tersebut memang terungkap, saat ini masih banyak juga
para penyelenggara warnet yang menggunakan produk bajakan. Tapi pada
dasarnya mereka berupaya untuk menghilangkan produk bajakan tersebut
dan menggantinya dengan produk resmi, baik yang berlisensi mapun dari
open source. (c76)


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke