Enterpreneur Indonesia itu kurang kreatif dan terkesan mau nyari jalan yang 
paling singkat dan gampang saja.

Contoh nyata ... kalau kita sukses jualan mie goreng, seketika di sepanjang 
jalan tempat kita bermunculan penjual mie goreng juga ... dan sialnya, 
tukang masak kita terkadang di bajak pula oleh pesaing, bahkan yang gila 
sampai satu set, termasuk kasir, waitress dan lainnya.

Sama juga kasusnya dengan bisnis warnet, di tahun 1997-an, pada saat 
teknologi warnet belum menjamur, hanya ada beberapa warnet saja, lalu tahun 
1998 terjadi boom, semua mau bikin warnet, karena bisnis warnet sangat 
menarik, banyak kerumunan anak-anak, dan selalu penuh.

Pada saat terjadi persaingan, level yang paling mudah untuk dipertimbangkan 
adalah pricing, sehingga jor-jor-an melorotkan nilai sewa per jam, sampai 
pada tingkat yang tidak masuk akal.

Sejak 1998 itu juga saya sudah wanti-wanti untuk segera "mengaca diri" dan 
mulai ber-kreasi di warnet ... namun memang susah yah ... dan akhirnya 
terjadi sikat-sikat-an yang bermuara pada penutupan warnetnya.


Opa


At 09:16 AM 7/11/2005 +0700, you wrote:
>ari wibowo wrote:
>
> >Mohon maaf rekan-rekan sekalian, saya ingin bertanya mengenai etika
> >bisnis warnet.
> >
> >Kira-kira etis gak kita buka warnet pas di depan warnet orang lain.
> >Soalnya ada warnet yang buka pas di depan warnet saya di jatinangor.
> >Padahal saya udah hampir 3 tahun buka disitu.
> >
> >Sehingga yang terjadi malah perang harga, yg saya pikir pada akhirnya
> >akan sama-sama rugi.
> >
> >
>ini mah bukan etika, tetapi common indonesia ethics.
>
>
>
>Frans



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke