Pasti kita sudah kenal dan sering membaca apa itu formalin. Kemarin
malam, di TransTV membahas tentang ikan asin yang menggunakan formalin
(bahan kimia yang dipergunakan untuk mengawetkan mayat). Rupanya
pemakaian formalin sudah sampai tingkat yang membahayakan dan nelayan
sudah tahu bahaya formalin. Walaupun sudah dikasih penyuluhan dari
zaman kiplik, mereka tetap memakainya. Tapi karena alasan takut rugi
dan masih banyak nelayan yang memakai zat berbahaya tersebut, formalin
sampai sekarang masih tetap dipakai. Keampuhan formalin bisa
memperpanjang umur ikan asin agar tidak busuk dan bisa disimpan
digudang berhari-hari dibandingkan dengan pengawetan dengan garam.

Ikan yang diawetkan ditelevisi tsb adalah cumi. Adapun ciri cumi
formalin, mempunyai kekenyalan, susah digigit, susah dipatahkan, kalau
digoreng warnanya jadi kuning. Ciri cumi yang memakai bahan pengawet
garam alias alami adalah mudah dipatahkan, kalau digoreng warnanya
coklat dan gampang dimakan, rasanya gurih.

Menurut pengalaman ibu saya, ikan asin yang dikasih formalin tidak
banyak atau tidak dikerubunin lalat. Kalau pake pengawet alami banyak
sekali dikerumunin lalat.

Jadi mulai sekarang kita harus hati-hati membeli ikan asin. Kalau
formalin menumbuk di tubuh kita akan timbul penyakit yang berbahaya.
Maaf saya tidak ingat penyakitnya, ingatnya akan timbul penyakit yang
berbahaya. Maklum sambil nonton sambil ngebahas karena kami sekeluarga
pernah susah menggigit cumi asinnya dan ikan asin yang lain rasanya ga
enak.

**
Meski oot, saya approve. :) -yc1kkv
**




Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke