*Teknologi Informasi* *Aplikasi open source ditanggapi positif* JAKARTA (Bisnis): Penyediaan aplikasi sistem terbuka (open source) untuk warung Internet mendapatkan tanggapan positif dari warnet, sehingga pemerintah merasa perlu untuk memperbanyak peranti lunak tersebut untuk menekan biaya operasional.
Kemal Prihatman, Anggota Tim Indonesia Goes Open Source (IGOS) Kementerian Ristek, mengatakan pemerintah telah mendistribusikan sekitar 300 keping compact disk (CD) berisi aplikasi open source untuk warnet secara merata di seluruh Indonesia. "Pemerintah berencana akan meningkatkan pendistribusian tersebut seiring banyaknya permintaan dari warnet-warnet di daerah," ujarnya kepada Bisnis skhir pekan lalu. Kementerian Ristek telah berinisiatif memberi kesempatan kepada anak bangsa untuk menciptakan aplikasi open source yang berguna untuk warnet dan usaha kecil menengah (UKM). Dalam acara Open Houce IGOS pertengahan Juli lalu, puluhan pengembang software open source memperkenalkan karyanya. Setelah pendistribusian 300 software open source, berikutnya pemerintah akan menambah lagi sekitar 1.000 keping CD kepada warnet sebagai peran serta pemerintah membantu industri menengah kecil. Kemal mengungkapkan, 1.000 keping CD tersebut akan diluncurkan dalam dua tahap masing-masing berisi 500 keping. Nantinya, lanjut dia, CD tersebut bisa digandakan oleh siapa saja secara gratis baik untuk keperluan warnet maupun perkantoran kecil dan UKM. Pendistribusian software tersebut juga didukung oleh Ditjen Aplikasi Telematika Depkominfo yang akan membantu penggandaan dan pendistribusian aplikasi terbuka tersebut ke warnet-warnet, sekolah, dan UKM. *Pelatihan* Selain pendistribusian CD, pemerintah juga akan mengadakan pelatihan kepada pengelola warnet dan tim teknologi informasi (IT) dari UKM. Untuk tahap awal, pelatihan akan dijalankan dalam tiga gelombang berlokasi di Universitas Gunadharma Depok. Selanjutnya, pemerintah bersama Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) akan mengadakan pelatihan open source ke berbagai kota di Indonesia. Judith MS Lubis, Ketua Dewan Presidium Awari, mengatakan meningkatnya permintaan software open source oleh pengelola warnet membuktikan bahwa mereka makin sadar pada penggunaan software resmi. "Warnet bebas menentukan pilihan antara penggunaan software Microsoft maupun open source selama tidak melanggar hukum hak cipta," katanya kepada Bisnis. Meski dikenal sebagai vendor software tertutup, Microsoft juga mendukung acara Open House IGOS yang digagas Kementerian Ristek. Pada acara tersebut, vendor asal AS tersebut mensosialisasikan penggunaan software legal untuk warnet dan cara untuk mendapatkan Microsoft Software Rental Agreement for Internet Caf? (MSRAIC). Sejak penandatanganan Microsoft Rental Agreement for Internet Cafe pada April lalu, tercatat sudah lebih dari 300 warnet menggunakannya. (api) [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

