--- In [email protected], Justinus Waruwu
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Memang begitulah, lain ladang lain ilalang,
> lain kolam lain ikannya.
> Di Jerman persis seperti di Korea,
> saya juga memakai DSL unlimit, bayarnya
> cuma 20 Eur (Rp. 211.000) sebulan.
> Dalam Apartemen ada 30 Org, kami memakai
> Reuter selain DSL Modem.
> Jadinya dalam sebulan 20 EUR dibagi 30 org
> cuma 66 Cent (Rp. 7.000) doang.
> 
> Kalau saya ke Indonesia berlibur,
> tidak bisa saya membandingkannya dengan
> jaringan telkomnet instan... :(
> Karena kita sudah terbiasa koneksi diatar 512 kB/s.
> 
> Ya.. nasib hidup di tanah airku tercinta,
> memang sudah begitu....
> Mudah-mudahan esok semua berubah!
> 

Iya pak, mudah-mudahan besok berubah.
Harga resmi ISP wireless di negeri kita untuk 64 kbps itu masih 4
jutaan, jika lewat leased line lebih mahal lagi. Koneksi lewat
operator ponsel yang katanya murah masih tidak bisa diandalkan. 
Bandwidth dibatasi sih sebenernya nggak apa-apa, cuman.. mahalnya itu
loh. Kebayang khan harganya 512 kbps???
Makanya sempat heran juga kok hotel-hotel di luar negeri banyak yang
nyediain koneksi i-net broadband gratis gitu. Ternyata memang sangat
murah. Situasinya 'njomplang' banget dengan di sini. Sangaaat
njomplang sampai-sampai saya ingin tahu mengapa sih bisa demikian?
Soal kurangnya infrastruktur memang pasti, namun apa hanya itu
sebabnya? Yang memahami masalah ini tolong pencerahannya. 
Terimakasih.

Salam,
Eddie VH.







Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke