Asosiasi warnet buat pelatihan dukung IGOS
JAKARTA (Bisnis): Komunitas warnet menggelar serangkaian pelatihan
pemakaian peranti lunak open source di Jakarta dan sejumlah kota
besar, kegiatan ini didukung tim IGOS, perguruan tinggi dan swasta.
Pelatihan bagi para pelatih ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi
pemanfaatan peranti lunak legal-khususnya open source sebagai
alternatif-yang dicanangkan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari).
"Setelah Jabotabek, traning for trainers ini akan dilaksanakan di
Jabar, Jateng dan Kawasan Timur Indonesia," kata Ketua Presidium Awari
Judith MS Lubis kepada Bisnis kemarin.
Pelatihan ini bertujuan mencetak sumber daya pelatih untuk mendukung
pemakaian berbagai distro (paket peranti lunak open source) yang
dikembangkan khusus untuk warnet.
Awari mencatat sekurangan 400 warnet beralih atau mulai menggunakan
peranti lunak open source sejak maraknya razia produk bajakan hingga
munculnya berbagai distro seperti yang dikembangkan PT Pasifik Satelit
Nusantara (PSN).
Program pelatihan ini mendapat dukungan dari tim IGOS (Indonesia Goes
Open Source), kalangan perguruan tinggi seperti Universitas Gunadharma
dan swasta termasuk PT Telekomunikasi Indonesia Tbk serta PT Inti.
Rangkaian pelatihan ini diawali kemarin di Universitas Gunadharma
Jakarta dan dalam jangka pendek ini akan dilanjutkan di kompleks PT
Inti Bandung pada Sabtu (23 Juli).
"Selanjutnya akan diselenggarakan di daerah, beberapa Divre Telkom
sudah menyatakan konfirmasinya," ujar Judith.
Materi pelatihan antara lain bisnis warnet, pemasangan Waroeng IGOS,
konsep Linux, simulasi TCP/IP dan konfigurasinya. Instruktur berasal
dari Universitas Gunadarma, Awari dan PT Pasifik Satelit Nusantara.
Dukungan Menristek
Ide pelatihan ini awalnya disampaikan pada pertemuan informal antara
komunitas warnet dan Menristek Kusmayanto Kadiman, Dirjen Aplikasi
Telematika Departemen Kominfo Cahyana Ahmadjayadi serta pengembang
lokal.
Dalam pertemuan di sela-sela peringatan IGOS tahun kedua itu,
Menristek mengatakan diperlukan upaya mendorong pemakaian peranti
lunak open source oleh warnet sehingga tidak ada lagi yang menggunakan
produk bajakan.
Komunitas warnet yang diwakili sejumlah Korwil (Koordinator Wilayah)
menyatakan kesanggupan memenuhi pernyataan Menristek dengan syarat
mendapat dukungan dari pemerintah.
Program edukasi open source pernah digelar Awari bersama Kelompok
Pengguna Linux Indonesia (KPLI) di 22 kota sepanjang 2000 untuk
mempromosikan sistem operasi Linux.
"Pada awalnya sambutannya antusias, tetapi karena tidak edukasi dan
dukungan pengembang, akhirnya terlupakan," kata salah satu ketua Awari
Michael Sunggiardi.
Menuru Judith, dorongan bagi untuk menggunakan open source saat ini
lebih kuat karena sejumlah warnet yang menggunakan produk bajakan
ditutup setelah dirazia aparat kepolisian. (dss)
--
"Be Legal"
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/