--- In [email protected], mr yusuf <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> 
> Leonardi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/07/tgl/22/time/185547/idnews/408288/idkanal/398
> 
> "Kenapa mereka lebih senang bayar aparat, bahkan ada yang ngaku bayar
> polisi sampai 100 juta. Kan itu nggak masuk akal," ujar Judith. "Tapi
> kenapa uang 100 juta itu tidak digunakan untuk membeli lisensi
> software legal atau migrasi saja," tambahnya.
> 
> nah kalo ini jelas pengusaha warnet bodoh. masa sih ga bisa ngitung
> membeli windows asli dan membayar oknum, kok malah lebih mahal bayar
> oknum. mendingan beli windows asli sekali saja lalu besok ga perlu
> bayar apapun lagi. tapi apakah benar terjadinya demikian? masa sih
> boss warnet sebodoh itu mengambil keputusan bisnisnya? ceroboh awal
> dari bangkrut...
> 
> 
> itu kan cuma katanya, ngakunya, belun tentu benar. kalo benar kasih
tau dong nama warnet dan lokasinya. yaa nga
> 

Itu karena si pengusaha sudah tertangkap tangan menggunakan OS bajakan
 ! Tarif damai di daerah Rp.50 juta, di Jakarta mungkin segitu. Jadi
itu sudah pasti warnet di Jakarta.

Sebagai informasi, denda pelanggaran HAKI Rp. 500 juta DAN/atau
PENJARA 5 tahun.

Mas pilih bayar 100 juta atau denda 500 juta dan masih dipenjara?
jadi saya pikir itu bukan tindakan bodoh dari si pemilik, tetapi
karena dia terpaksa!










Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke