Dengan hormat,

Ok Saya setuju sekali pendapatnya Bojan, Harga dan Kenyamanan kita
kembalikan kepada konsumen masing-masing. Toh masih banyak konsumen yang
lebih memilih tempat yang nyaman dengan Ac yang sejuk dan kecepatan "kuda"
ditambah lagi sang operator yang ramah+cantik lagi,pasti konsumen rela
merogoh uangnya sedikit lebih mahal dari pada murah tetapi fasilitas tidak
menunjang dengan kecepatan yang pas-pasan. Betul tidak itu terserah
konsumen ......ok


Regard

Mukti Nur Ali



> Untuk menjaga agar terjadi iklim usaha yang kondusif dan menghindari
> perang tarif, Perlukah Sepakat Untuk Keseragaman Harga Warnet? Awari
> bisa mengeluarkan kebijakan seperti ini, kebijakan keseragaman tarif,
> kebijakan tarif minimal atau kebijakan tarif per class warnet.
> Ataukah akan menyerahkan ke mekanisme pasar. Siapapun boleh memasang
> tarif 1000 perjam atau 10.000 perjam.
>
> KENYATAANNYA kondisi warnet di lapangan berbeda-beda. Investasi,
> infrastruktur, service, bandwidth berbeda-beda. Tidak adil donk kalo
> wnet dengan komputer 'bisa bluetooth', ruangannya bagus & elegan,
> menggunakan koneksi 'kuda' dengan wnet yang menggunakan komputer
> butut, ruangan & bilik yang pas-pasan, menggunakan koneksi 'keong'.
> Toh biaya operasional bulanan juga berbeda beda, masak harus
> disamakan harganya. Menurut saya engga bisa, misalnya harga yang
> disepakati adalah Rp 5000 perjam, tentu dengan harga yang sama user
> akan cenderung lari ke warnet yang bagus.
>
> Harga lebih tinggi tidak masalah kalau memang service lebih bagus.
> Suatu ketika, di pertengahan tahun 2003 lalu, saya pernah online 10
> jam non stop [tanpa beranjak dari kursi] di warnet gaston, padahal
> gaston lebih mahal dibandingkan warnet lain di sekitar situ. Tapi gak
> masalah buat saya, karena saya memerlukan koneksi yang lebih bagus.
> Untung aja boss nya gaston net mau kasih diskon. lumayan... hehehehe
>
> Seperti juga bisnis lainnya, penjual & pembeli akan bertemu pada
> suatu harga yang ideal. Seperti sebuah keseimbangan. Kalau kemahalan
> ya tidak akan gak laku, tapi kalau kemurahan penjual akan rugi,
> akhirnya tutup, ini yang ditakutkan, padahal jasa nya diperlukan
> masarakat. Yang bagus adalah yang dapat menemukan keseimbangan harga
> tersebut.
>
> Harga tidak bisa disama ratakan. Harga sebanding dengan fasilitas
> jasa yang diberikan, misalnya warnet pakei AC dengan tidak, kalau
> pake AC dingin apa engga, pakai windows lisensi vs linux, pakai
> koneksi kuda dengan koneksi keong, online game freeware atau online
> game lisensi. Semakin banyak fasilitas ya bisa saja [dan seharusnya]
> semakin mahal. Contohlah warnet di hotel ibis, harga perjamnya 20.000
> [kalau belum berubah], main disitu sejuk, monitornya engga bikin
> silau, nyaman, bisa liat cewek-cewek cakep berseliweran lagi :D
>
> Trus dikembalikan lagi kepada si pengusahanya, kalau insvestasinya
> besar, koneksinya pake koneksi kuda, infrastruksturnya mewah, tetapi
> dia ingin beramal memberikan internet murah Rp 1000 perjam, ndak apa
> apa toh... idep-idep jadi warnet sosial gitu loh :D Dalam menentukan
> tarif warnet biasanya sudah mempertimbangkan segala aspek diatas.
> Sehingga mereka bisa menetapkan harga yang menurut mereka pantas buat
> mereka sendiri.
>
> apakah sebaiknya harga diserahkan saja ke pemilik warnet itu sendiri,
> toh konsumen sekarang semakin pintar?
>
> Harga 20.000/jam bisa saja terasa murah atau pantas bagi konsumen
> apabila apa yang mereka dapatkan sesuai dengan harapan mereka dengan
> membayar 20.000/jam. Tapi bisa juga 1.000/jam menjadi terasa mahal
> bagi konsumen apa bila harapan mereka tidak terpenuhi. Maka dengan
> sendirinya harga itu akan masuk pada posisi yang reliable.
>
> Jadi biarkan saja pemilik warnet untuk kreativ dalam menjalankan
> bisnis mereka. Mereka punya dapur sendiri yang harus mereka urus.
> Tapi kalo untuk kebijakan yang lain manfaat lebih banyak daripada
> madhorotnya, saja kita rembuk bersama disini.
>
> Sebagai tambahan : [nyontek nih]
> Bisnis mampu bertahan dengan beberapa cara
> 1. Diversifikasi usaha, artinya kalo bisnis utama mulai redup
> pikirkan untuk mencari alternatif produk lain yang kira-kira bisa
> menghasilkan.
> 2. Efisiensi, lakukan pengurangan biaya operasional yang tidak perlu,
> atau kurangi pemakaian yang berlebihan dan tidak boros (sesuai
> anjuran pemerintah).
> 3. Tingkatkan layanan pribadi, buat customer satisfied dengan
> pendekatan yang lebih personal, sehingga customer merasa seperti
> datang ketempat sahabatnya.
> 4. Buat keramaian, dengan membuat event kecil2 an seperti lomba,
> training singkat murah, dan sejenisnya bekerja sama dengan pihak lain.
>
> Semoga bisa menjadi wacana
>
> Regards
> Bojan
>
>
>
>
>
>
>
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>





Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke