--- In [email protected], bnugrahas bnugrahas
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Ass.,
> 
> Setelah saya amati sekian lama , asosiasi-warnet ini
> dalam diskusi topik pembicaraannya tidak pernah lepas
> dari obrolan untung rugi warnet, sistem operasi yang
> digunakan, hingga teknologi ke depan sebagai
> antisipasi perkembangan teknologi yang ada.

Ya memangnya mau ngomongin apa lagi ya? Kebanyakan anggotanya memang
pengusaha warnet. FYI, pengusaha itu seseorang yang mengusahakan
sesuatu dan berkaitan erat dengan konsep untung rugi.

> 
> Tapi sayang tidak sedikitpun asosiasi ini mengarahkan
> pembicaraannya ataupun topik diskusinya yang mengarah
> pada pembelajaran dan pencerdasan rakyat Indonesia
> terutama untuk warnet di lingkungan sekitarnya.

Tidak sedikitpun? Ah jangan membesar-besarkan. 

> Ada beberapa hal yang saya garis bawahi dari buah
> pikiran segmen masyarakat kelas menengah ke bawah :
> 
> 1. Apa yang diributkan warnet se-Indonesia tentang
> Linux dan Windows ...??? Toh bagi mereka masyarakat
> pada umumnya tidak memberikan dampak yang signifikan.

Tentu sangat signifikan, bagi masyarakat dan bagi anggota milis, yang
satu 'berbayar' yang satu 'free'; efek dominonya pasti ada, dan sangat
besar.

> 
> 2. Keingintahuan tersebut terbentur pada biaya rental
> warnet yang mendadak sontak naik setinggi langit,
> sehingga masyarakat pun semakin jauh dari teknologi
> yang sebetulnya membumi dan bisa membuat wawasan
> mereka bertambah.

Anu, kalo itu sih sebaiknya tanya aja ke pemerintah mengapa harga
listrik sekarang segitu, mengapa harga koneksi internet sekarang
segitu, mengapa nilai tukar mata uang kita segitu.

> 
> 3. Apakah tidak terbesit kepada para pengelola warnet
> untuk memberikan pelatihan gratis hanya 1 jam saja
> dari margin keuntungan mereka selama 24 jam nonstop
> mengeruk keuntungan finansial, untuk para anak yatim
> piatu, anak jalanan, abang tukang becak, dll dari
> kalangan tidak mampu.

Terbesit? Sangat sering. Sudah banyak contoh yang memberikan pelatihan
maupun pemakaian gratis, terpulang kembali ke masing-masing warnet.

> 4. Apakah tidak ada penyebaran ilmu secara gratis
> tanpa ada embel-embel HAKI yang merupakan dogma
> kapitalis dalam mengeruk keuntungan. 

Ada, namun metodenya susah kalo nyari yang bener-bener gratis. Ilmunya
sih gratis, namun sarananya itu lho (lihat jawaban no.2). Oh ya
sekalian saja tanyakan ke MS soal itu. Sekolah saja bayar, koneksi
internet ya bayar, mau gratis darimana? Kecuali ada milyarder yang mau
menyediakan koneksi internet gratis, ya lain lagi.

> Bagi saya HAKI tidak lain adalah pikiran rendah dari
> suatu moralitas yang terbentuk untuk memikirkan diri
> sendiri tanpa peduli terhadap orang lain.

Hmmm... ada benernya juga... Namun tidak bisa disamaratakan. Org
memiliki hak yang jika ia memilih untuk menggunakannya, kita harus
menghormati.
Karya cipta sebenarnya seperti jualan barang juga. Ada org-org yang
mencuri barang jualan tersebut; bahkan mengaku-ngaku itu hasil
karyanya; lebih jauh lagi, dia tidak berkontribusi kepada pembuat
pertamanya. Kalo sudah demikian bagaimana ya?

> 
> Apakah Ilmuwan sekaliber Einstein memikirkan HAKI,
> atau ketika para pemikir-pemikir dari dunia ISLAM
> menuntut ganti rugi atas ilmu yang mereka temukan
> untuk pencerahan dunia barat.

Ya itu, tanyakan ke org negeri barat saja yang sekarang menguasai
berbagai macam kemajuan. Tapi Linux banyak yang gratis tis kok. Semoga
Indonesia tidak menjadi serakah kalau sudah maju.
Soal Einstein, tentu ia tidak memikirkan soal HAki, soalnya semua
kebutuhannya sudah dipenuhi oleh pemerintah US saat itu. Ditambah
lagi, siapa sih yang ingin meminta royalti atas teori fisika murni,
yang bukan aplikasi terapan yang bisa dinikmati langsung org banyak.

> 
> Kepada Yth Ibu Judith MS tolong fikirkan bagaimana
> asosiasi ini agar lebih menyentuh dan lebih bermanfaat
> kepada semua lapisan masyarakat pada umumnya

Menyentuh semua lapisan masyarakat pada umumnya? Ayolah, anda becanda
khan?


> Terima Kasih
> 
> Wassalam.

Walaikum salam,
Eddie VH.







Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke