Rekan anggota milis,

Departemen Perdagangan Direktoran Jenderal Perdagangan Luar Negeri 
pada tanggal 31 Agustus 2005 mengeluarkan surat nomor: 
747/DAGLU/8/2005 perihal: Ketentuan Impor Cakram Optik.

Akibat dari keluarnya surat tersebut maka seluruh pengiriman cakram 
optik (CD, DVD, VCD, dll) dari luar negeri ke Indonesia ke semua 
tujuan diawasi dengan ketat. Hasil pengetatan ini sangat fatal karena 
pengiriman cakram optik dari luar negeri tidak mesti berisi materi 
yang bisa dibajak yang justru mesti diawasi. Materi dalam cakram 
optik bisa berisi data internal perusahaan, video perkawinan 
keluarga, software resmi yang dibeli perorangan atau perusahaan, 
software demo, materi iklan, surat lamaran, dll.

Semua penerima cakram optik tersebut kini harus membuat Surat 
Pernyataan yang intinya adalah tidak akan menggandakan cakram optik 
tersebut, dan keperluannya adalah untuk keperluan sendiri. Surat 
Pernyataan tersebut harus dibuat dan ditanda tangani di atas meterai 
cukup dan DIKETAHUI OLEH DIREKTUR IMPOR DIREKTORAN JENDERAL 
PERDAGANGAN LUAR NEGERI DEPARTEMEN PERDAGANGAN yang beralamat di 
Jalan M.I. Ridwan Rais No.5 Jakarta 10110 telp. 3858171-5 Fax 3858191.

Dengan ketentuan tersebut pengiriman cakram optik menggunakan jasa 
kurir tercepatpun akan ditahan di bea cukai Jakarta dan harus 
mengurus ijin atau membuat surat pernyataan yang diurus di Jakarta. 
Padahal tujuan kirim bisa dimanapun di Indonesia, sampai ke daerah pedalaman.

Ketentuan ini sangat fatal akibat tidak dipikirkannya akibat yang 
akan terjadi dengan dikeluarkannya surat tersebut. Pemerintah yang 
Jakarta sentris memang tidak perlu memikirkan dampaknya untuk 
Indonesia yang hanya bukan hanya Jakarta saja. Banyak kerugian yang 
terjadi karena terlambatnya cakram optik sampai ke tangan tujuan 
kirim. Misalnya proses rancang iklan yang tertunda, data perusahaan 
yang tertahan, biaya pengurusan yang memakan waktu dan biaya 
transportasi dari alamat tujuan ke kantor Departemen Perdagangan. 
Baik yang di Jakarta sendiri ataupun di ujung-ujung terjauh di 
Indonesia akan mengalami kesulitan ini.

Untuk perusahaan pengganda cakram optik yang resmi juga ada yang 
menceritakan bahwa saat ini untuk ijin menggandakan cakram optik 
tersebut, maka cakram optik yang diimpor harus diperiksa Surveyor 
Indonesia yang biayanya bisa sampai ratusan dolar per keping cakram 
optik. Ketentuan ini sangat memberatkan para pengguna nantinya. 
Seperti diketahui sangat banyak cakram optik berisi informasi atau 
perangkat lunak non komersial yang harus digandakan lagi atau diimpor 
untuk dipakai di Indonesia. Contohnya software Ubuntu (Linux for 
Human Beings) yang mestinya diberikan cuma-cuma, kini harus dibayar 
mahal oleh pemohonnya di Indonesia.

Sementara para pembajak yang diasumsikan pemerintah akan dicegah 
dengan cara ini tetap santai saja. Cakram optik boleh dicegah 
masuknya ke Indonesia. Toh yang tertahan adalah semua pengimpor 
cakram optik resmi dan para pihak yang memerlukan cakram optik dari 
luar negeri untuk keperluan sendiri bukan untuk digandakan. Pembajak 
tetap dapat mendapatkan bahan baku cakram optik dari sumber manapun. 
Bahan yang dibajak tetap dapat mengalir tanpa dicegah melalui 
pengiriman data via internet. Berapa besarpun data yang perlu dikirim 
via internet bukan menjadi masalah. Pembajak santai saja.

Penulis saat ini mempunyai software berlangganan update tiap triwulan 
yang ditahan di Jakarta dan diharuskan mengurus surat pernyataan 
untuk mengeluarkan cakram optik tersebut di Jakarta. Software 
tersebut diperkirakan dikirim dari Singapore pada bulan September dan 
karena pengurusan di bea cukai Jakarta tertahan libur Idul Fitri 2 
minggu lebih maka baru menerima pemberitahuan ada cakram optik yang 
mesti diurus ijin impornya pada minggu ketiga November 2005 ini. 
Kemungkinan juga sejak keluarnya ketentuan tanggal 31 Agustus 2005 
tersebut pihak bea cukai lambat memproses demikian banyaknya cakram 
optik yang diimpor (atau dibeli diluar negeri via internet atau cara lain).

Sepertinya saat ini semua kegiatan resmi di Indonesia makin 
dipersulit pemerintah dan secara tidak langsung mendorong banyak 
pihak untuk melakukan kegiatan yang tidak resmi dan lebih lancar 
secara waktu dan lebih ekonomis.

Salam,
Sandjaja K.
di Samarinda, Kaltim.





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Fair play? Video games influencing politics. Click and talk back!
http://us.click.yahoo.com/u8TY5A/tzNLAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke