Very nice Article from Kompas
http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0512/26/tekno/2305177.htm Posisi Microsoft Harian Bisnis Indonesia pekan lalu (19/12) memuat berita yang menyebutkan desakan Microsoft Indonesia untuk mempercepat pelaksanaan telekomunikasi pedesaan. Selain itu, Microsoft Indonesia juga meminta pemerintah republik ini membuka impor komputer bekas secara terbatas. Kita benar-benar dibingungkan dengan posisi Microsoft Indonesia yang tiba-tiba berbicara tentang persoalan telekomunikasi dan kesenjangan digital, terutama setelah Kepala Negara bertemu dengan Bill Gates bulan Mei lalu. Kita mengerti, memahami, dan mendukung niat Microsoft untuk memperluas akses digital bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan melalui Community Training and Learning Centre (CTLC). Ini menunjukkan perusahaan transnasional ini memiliki good corporate governance dan peduli kepada lingkungan masyarakat sekitarnya. Yang kita tidak mengerti, tidak pahami, dan tidak dukung adalah mencampuradukkan persoalan kesenjangan digital dengan memengaruhi kebijakan pemerintah tentang telekomunikasi dan impor komputer bekas. Dalam bahasa politik ini namanya intervensi kedaulatan. Pertemuan Presiden RI dengan Bill Gates tidak memberikan hak bagi siapa pun campur tangan dalam kebijakan melarang impor komputer bekas. Dan berkali-kali disinggung dan kita mempertegas kembali posisi menentang dibukanya impor komputer bekas. Lebih banyak rugi yang diakibatkan daripada keuntungan yang diperoleh. Kalau memang persoalannya adalah kesenjangan digital, Microsoft misalnya bisa saja mendukung dan membantu pemerintah untuk mengakses program yang dikerjakan Dr Nicholas Negroponte, pendiri Media Lab Institut Teknologi Massachusetts yang memperkenalkan komputer laptop seharga Rp 1 juta yang akan diproduksi oleh Quanta Compter Inc asal Taiwan. Atau, Microsoft bisa mendukung program komputer iT yang dibagikan secara gratis dan dikerjakan oleh Asiatotal.net yang juga bertujuan untuk menyediakan perangkat teknologi komunikasi informasi bagi mereka yang tidak mampu. Memasukkan komputer bekas akan menjadikan negara ini tempat pembuangan sampah elektronik yang berakibat fatal bagi lingkungan hidup. Lagi pula, pemilihan komputer bekas sudah pasti tidak bisa dilakukan secara terbatas karena persoalan seleksi komputer yang masih bisa digunakan memiliki rasio 1:6. Banyak persoalan yang harus dipertimbangkan daripada sekadar mengimpor komputer bekas serta membungkusnya dengan Windows bahasa Indonesia dalam menyelesaikan masalah kesenjangan digital ini. Selamat Natal 2005 dan Tahun Baru 2006. -- "Be Legal" ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

