Hehehe , mbak Mia , terima kasih inputnya ... Yang harus dipahami adalah harga, yang dinamakan 'bekas' di Barat (Eropa/ UK/ US) adalah yang tidak baru, tapi seperti mobil yang masih sampai dengan tahun dibawah 1980 juga masih ada yang jalan, dan tidak terlihat banyak 'sampah' mobil ..
Apakah komputer bisa mencapai 1 juta buah sampai 2010 ? saya pikir bisa , tapi kita lihat perbandingan 'ideal' untuk di perguruan tinggi antara rasio mahasiswa dengan komputer adalah 1 : 10 , artinya kalau ada 15,000 mahasiswa , paling tidak dibutuhkan 1,500 komputer utk proses belajar mengajar. Ini utk kondisi ideal. Nah sekarng bangsa kita jumlah orangnya adalah 220 juta atau boleh dikatakan ada 44 juta kepala keluarga (KK, 1 KK= 5 orang). Untuk masyarakat umum biasanya rasio 1:20 atau 1:50 sudah sangat bagus. Kita ambil ekstrim saja misal di Indonesia sampai dgn 2010 , dari 20 KK mempunyai 1 komputer , artinya akan ada 2,2 juta komputer di seluruh Indonesia. Dan kalau kita gunakan angka 1:50 = 44 juta/50 = 880.000 komp sampai dengan tahun 2010. Nah , kalau kita lihat piramida pendidikan di Indonesia, adalah (data BPS.go.id) 60 % masih tamatan SD 25 % tamatan SMP 10 % tamatan SMA 5 % tamatan perguruan tinggi Dan dari sebaran penduduk , 60 % ada di daerah pedesaan 40 % du di urban/metropolitan Kalau dilihat jumlah orang miskin Indonesia tahun 2005 ini (wah bps.go.id tdk bisa di akses) ada lebih dari 40 juta penduduk usia produktif (diatas 17 tahun). Angka ini diperkirakan tidak terlalu jauh turun hingga 2010 Artinya , daya beli masyarakat kita akan rendah sampai tahun 2010. Kita lihat saja bagaimana orang berebut urusan 100.000 per bulan (BLT=bantuan tunai langsung) selain itu , yang menggunakan komputer adalah piramida penduduk yang tamatan perguruan tinggi dan SMA yang jumlahnya sekitar 15 % jumlah penduduk atau 7,260 juta penduduk. Itupun kalau dilihat daya beli dsb nya , tidak lebih dari 10 % atau 726.000 komputer yang akan beredar sampai tahun 2010. Justru adanya komputer yang 'murah' dengan kemampuan yang masih bagus > 1,6 Ghz , maka komputer tersebut akan dapat digunakan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Masih banyak kota di Indonesia yang tidak ada warnetnya , termasuk di Jawa Barat ini :-( , itu di daerah perkotaan , kita belum bicara sebaran di desa. Nah di Indonesia ini masih ada sekitar 500 kecamatan yang tidak ada listrik, termasuk di Jawa Barat atau Banten (cq daerah yang dekat dengan DKI). bagaimana mereka mau menggunakan komputer kalau tidak ada listrik ? Jadi, urusan pemberdayaan dan pembelajaran bagi bangsa kita ini jauh lebih berharga, apalagi kita sedang terpuruk skarang ini , gak usah 'gaya gaya'....kalau ada yg mau ngasih bantuan dan tidak menyusahkan kita (misal dgn pentium IV ; 1,6 Ghz), kenapa harus ditolak ? Kalau di Jepang , barang barang yang masih dapat digunakan /re-furbished kemampuannya 90 % - 95 % dari yang baru.. Terima kasih -bsd- mia kusumawati wrote: >Mas Basuki ysh, > >kalo kita ada komputer bekas yang bener2 ga bisa >dipake lagi (hardisk rusak, memori gabruk, monitor >pecah, floppy ga jalan, de el el), trus biasanya kita >kemanain ya? Apa disimpan dirumah sampai bulukan? >Pastinya kita buang kan? > > > -- This message was scanned for spam and viruses by BitDefender. For more information please visit http://www.bitdefender.com/ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

