Assalamualaikum...... Aku coba beri masukan ya bunda.......... :-((
On 1/28/06, Judith Lubis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Rekan2 Yth > Kebetulan hari ini saya di wawancara media tanggapan bagaimana jika > TDL ini naik . > Maaf secara frontal saya sarankan warnet untuk TUTUP atau Tidak > membayar Tarif Listrik seperti yang disarankan KADIN karena kenaikan > ini sangat amat memberatkan UKM. Kalau seandainya seperti saran KADIN untuk tutup, apa akan jadi solusi bagi PLN bunda..... Hari ini warnet aku didatangi orang PLN yang ujug2 mau "nyegel" meteran listrik-ku, padahal aku ngotot udah bayar listrik sebesar 4,5 juta lewat ATM (seperti biasa), karena posisiku lagi di luar warnet & kebetulan struk PLN tersebut terbawa oleh aku, maka seorang pegawaiku telpon aku. Aku bicara langsung ke orangnya kalo aku udah bayar dan struk-nya ada di tangan aku (aku memang bayar telat 3 hari). Dengan ngotot dia tetap akan menyegel meteran listrik, karena katanya tugas dia cuma itu,dan aku di suruh ke PLN ciracas untuk mengurus penyambungan kembali....... dia gak peduli aku udah bayar apa nggak, dan perseteruan lewat telpon ini memakan wakutu hampir 20 menit (by HP), saling ngotot....... Aku ngamuk, aku telpon "orang dalam" aku di PLN, dan dia kaget. Langsung orang dalamku itu nelpon warnet dan langsung ngomong sama orangnya. Ternyata, setelah setelah orang dalem PLN-ku ngomong, dia cuma jawab "iya pak....iya pak...." Dan ujung2nya, aku disuruh ngasih uang rokok ke orang itu....... Dodol gak sihhhhhhhhh............... Pendapat saya Kenaikan Tarif Listrik tidak ada solusi alternatif > seperti Telkom . Betul, gak mungkin kita pake DIESEL....... Kita bisa tidak gunakan Telkom dengan mengganti solusi wireless . > Kita bisa juga beralih ISP jika tidak memuaskan didalam satu layanan > tetapi jika Listrik belum ada perusahaan swasta lain yang > menggantikan secara nasional > sementara jika tarif listrik 30 % diberlakukan akan sangat memberatkan > cost produksi bagi para pengusaha warnet khususnya bagi kalangan > menengah dan kecil. Katanya realitanya malah 100% bund naik-nya...... Mungkin bagi warnet warnet besar mereka memiliki solusi alternatif > tetapi kalau kita bicara skala global maka akan sangat memberatkan . > Jika tarif dibebankan kepada konsumen maka konsekwensinya akan lari > tetapi jika tidak dibebani maka yang akan terjadi kanibalisme terhadap > usaha .dampaknya akan sangat buruk . PLN memonopoli semua, kira2 perlu gak bund RUU untuk masalah ini, jangan mentang2 monopoli dia bisa naekin listrik seenaknya ........ :-(( statement saya sangat tidak kondusif tetapi maaf tidak melihat > alternatif lain untuk melancarkan protes ini . Seandainya kalo memang harus demo, saya rasa beberapa teman2 ada yg mau bund..... termasuk saya...... Sweeping warnet atas nama Haki dan Pornografi terus terjadi . > kenaikan pajak bandwidt sudah didepan mata . > Kenaikan Tarif Telkom sudah jadi wacana ? > Kenaikan BBM sudah terjadi . > Aneka restribusi atas nama pemda dan pajak secara resmi maupun tidak > resmi. Hal ini menyebabkan beberapa warnet terpuruk..... :-(( Para pengusaha warnet hanya di bebani oleh aneka kewajiban saja tanpa > diberikan insentif kemudahan dalam berusaha padahal bukan sekedar > pemerintah yang memerlukan dana tetapi pengusaha juga harus > mendapatkan pemasukan demi kelancaran usaha industri mereka . > jika beban demi beban itu terus terjadi kepada para pengusaha maka > dampak yang akan terjadi adalah PHK massal karena mereka tidak akan > mampu lagi menggaji pegawai. Benar sekali bun...... :-(( Harusnya sebelum pemerintah menaikan tarif TDL atau memberikan > kebijaksanaan tarif bari kemasyarakat diimbangi oleh kemudahan bagi > para pengusaha dalam sektorlain yang memberi dampak pemasukan sehingga > adanya keseimbangan. Kalo dipikir2, apa betul PLN bisa merugi, semuar rakyat indonesia ini butuh PLN, berapapun biayanya. Saya tinggal di salah satu kompleks yg 75% warganya orang PLN. Dalam 1 tahun terakhir ini mereka berbondong2 mengambil "utang" dari kantor (PLN) dengan "pinjaman lunak" katanya, ada yg beli mobil sampe 2, ada yg beli motor buat jadi juragan ojeg, dan yang paling banyak...... bangun rumah semewah2nya dan membuka usaha sana sini. Kabarnya "kredit lunak" tersebut per orangnya bisa mencapai 2M (tergantung posisi jabatannya) Bahkan seorang teman saya yg ayahnya seorang pejabat salah satu kantor PLN, uangnya udah kayak "air", serasa punya pohon duit. Jadi, apa rasional alasannya jika perusahaan yg notabene MONOPOLI mengaku bangkrut dan menaikkan tarif ?????? silahkan beri masukan saya via milis maupun japri untuk bisa bersikap > dalam kenaikan tarif TDL yang sangat memberatkan industri. Yang jelas bukan hanya memberatkan industri bunda, juga sangat memberatkan rakyat. Iklan yang meminta hemat listrik dari jam 17.00 aja kayaknya gak reasonable banget, terlalu dibuat2. Untuk teman2 WARNET, apa kita harus terpaksa TEGA meminta user kita untuk menambah beban biaya rental internet dengan "ikut" MENAIKKAN TARIF WARNET ??? Wassalamualaikum..... MPIQ [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

