>
> jiak teman2x yang pernah jalan2x ke luarnegeri dan melihat kondisi
> seperti diatas, bisakah anda berbagi ? dalam artian begini ...
> bagaimana konsep warnet di negara orang itu ? dan mengapa dengan
> keadaan tersebut warnet2x itu bisa eksis ? Maklum saya blon pernah keluar
> negeri ...


Bangkok/Thailand :

Warnet ada di pusat pertokoan pusat turis dan daerah kampus, harga jual
sekira 12 ribu per jam (60 Bath) kecuali di dekat kampus sekira 4000 per jam
(15 bath). Pulsa telpon lokal 1000 rupiah sekali koneksi (3 bath), dan ini
membuat pasar internet marak. Karena biaya akses jadi murah, kita cukup
membeli kartu unlimited 1 bulan seharga 50 ribu (200 bath) atau bisa juga
yang time based.

Langganan ADSL termahal 4 Mbps seharga 1 juta unlimited 1 bulan. Saya
tinggal di luar kota menggunakan VSAT Ku Band dari Ip Star ambil paket 1
Mbps seharga 2 juta per bulan (4000 bath) alat dipinjamkan gratis, biaya
instalasi 750 ribu. gak ada deposit depositan.

Hongkong :

Di setiap mall ada stand internet gratis jadi gak pernah ke warnet. Tapi
menurut rekan TKI ada warnet dengan pasar TKI bukanya hanya sabtu minggu.

Singapore :

Rata-rata 2,5 dolar per jam kualitas koneksi E1 (ditempel di kaca warnet),
ada juga warnet sistem coin, 1 SGD untuk 15 menit

Kuala Lumpur :

Cuman pernah coba di burger king 15 ringgit pre paid untuk 90 menit


Tempat lain gak sempet ke warnet, karena sudah ada di tempat kerja


Intisari dari semua pengalaman itu pasar warnet di kita cenderung lebih
luas, tidak terbatas di tempat publik


[Non-text portions of this message have been removed]





Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke