--- faiqnur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Terima kasih banged atas penjelasan yg diberikan.
> 
> 1. Memang benar apa yg dibilang oleh pak Noesapati. Terutama 
> penambahaan OOT-nya di dlm subjek. Saya mo liat antena kalengnya nih, 
> apa masih di bangkok? :)

wah kan ada jagonya wak Onno disini
kalo soal wireless dan networking lebih jauh bisa di tanya di milis indowli

udah gak di bangkok lagi, dah pindah ke markas di chicago

> 2. Ada benarnya juga yg dijelasin oleh Mr. Rave.
> 3. Dan tidak ada salahnya yang diposting oleh mbak Mia.

setuju, tapi ada bbrp komentar silakan lihat di bawah

> Kami online dari Kuala Lumpur, yang kebetulan kalo mbeli barang online 
> di beberapa website tidak disekat kita punya kartu kredit.
> 
> Kalo boleh tau lebih dalam mengenai hal berikut ini:
> 1. how-to earn money thru internet yg efektif, mudah dan tidak menipu.

kalo saya lihat mendapatkan uang dari internet ini gak jelas definisinya.
karena kalo internet itu sebagai tools toh hampir semua bisnis sekarang 
menggunakan
internet sebagai alat bantu.
tetapi kasus yg saya kemukakan kemarin itu memang berjudul demikian, jadi 
anggota, bayar,
dikasih tools email bomber dan suruh cari downline.
saya buktikan dengan bikin imel baru yg idnya random dan susah ditebak. begitu 
dimasukan
ke program itu langsung saja kena spam.

mungkin kategori yg tepat dimasukan seperti adsense, itu lebih kena, atau 
menyediakan
space banner di website kita untuk disewa.

untuk forex trading, ebay, e-gold dll menurut hemat saya ini gak masuk. karena 
otak
bisnis utamanya bukan di internet.

saya sendiri gak bisa berbisnis, saya cuma pegawai rendahan, cuma yang saya 
tahu bisnis
juga punya moralitas dan etika.
kita tidak hanya mendapatkan uang sebanyak2nya dengan effort dan modal 
sekecil2nya.
tetapi juga mungkin kita harus memikirkan sebetulnya datang dari mana itu uang, 
dan
apakah ada orang yg menderita atau dirugikan? walaupun kerugian itu tidak 
berbentuk
secara materi langsung.

kalo saya sendiri mungkin cuma 2 hal diatas,
1. darimana itu uang yang kita dapat?
2. apakah dengan bisnis kita ada orang lain yg dirugikan secara langsung?

ini hanya opini pribadi, saya bukan tukang bisnis, saya hanya melihat dari 
kacamata saya
yg awam

> 2. bagaimana menangani pembayaran; org yg membayar atas brg yg kita 
> jual, dan bagaimana pula kita menerima pembayaran itu? 

lebih bagus mungkin dengan ikut jadi merchant kartu kredit yg bisa charging 
secara
online,
hanya saja proses verifikasinya yg harus difikirkan, jadi carder tidak bisa 
berbuat
banyak.
yg saya rada salut yakni dengan yahoo ini, saya langganan yahoo wallet.
kebetulan saya punya kartu kredit bank di indonesia yg limitnya cuma belasan 
juta.
sengaja saya gunakan untuk online shopping biar kalo kena jebol gak pusing2 
amat.
ketimbang pake amex yg unlimited kalo kena ribuan dolar kan bisa pingsan.
di yahoo wallet ini beberapa negara asal kartu itu ada punya treatment khusus.
karena indonesia teekenal dengan cardernya maka kartu asal indo tidak langsung 
di
approve.
tetapi dia pre-charge dulu kartu kita sebanyak diantara 1-99 sen dolar amrik.
kemudian kita akan cek ke bank kita apa ada charge dari yahoo, dan jumlahnya 
berapa.
nah jumlah ini kita masukan validasi bahwa kartu itu kita yang punya.
selain metoda itu ada juga yang suka minta scan atau fotokartu kredit yang kita 
pegang.
jadi untuk meyakinkan bahwa kita memang punya kartu secara fisiknya, bukan cuma 
tahu
nomornya.

mbak mia...  untuk paypal, kartu kredit indonesia juga laku kok, tetapi....
hanya untuk pelanggan yg mulai berlangganan antara tahun 1999-2000
pada saat itu semua kartu kredit didunia masih diterima.
saya juga sempat berlangganan menggunakan kartu kredit indo dan waktu itu masih 
dapet
free $10 pas pertama kita sign-up.
tetapi saya berhentikan karena kebetulan saya dapet kartu kredit dari bank 
amrik.
dan rata2 tanpa paypal pun kalau kartu kredit amrik bisa langsung beli online 
tanpa
masalah.
sekarang paypal di beberapa negara juga cuma bisa dipakai untuk pembayaran, dan 
nggak
bisa dipergunakan sebagai sarana menerima pembayaran.

mungkin pendekatan yg lain adalah mencoba ke bank2 yg punya atm atau internet 
banking
semacam bca atau citibank.
jadi kita bisa menerima pembayaran dari client2 via atm atau internet banking.

salah satu yg saya temukan sangat mudah adalah money order, cuma saya tidak 
tahu apakah
international money order diperjual belikan di indonesia dan berlaku atau tidak.
setahu saya untuk beberapa negara lain seperti hongkong dan jepang (eropa sudah 
tentu)
sudah bisa berlaku. mungkin bisa ditanyakan ke teman2 yg di malaysia siapa tahu 
mereka
punya info.
money order itu kita beli dari super-market atau kantor pos, fee-nya adalah 
$0.95
kemudian kita bisa minta nilainya berapa, kemudian kita bayar plus $0.95 tadi.
jumlah nya akan di print di secarik kertas blangko money order tsb.
nanti kita kirimkan via pos dan orangnya bisa mencairkan di bank mana saja.
money order itu kita tulis pengirim, penerima beserta alamatnya. jadi kalo 
dijahilin ama
tukang pos dia sendiri gak akan bisa ambil. karena pas dicairkan di bank, harus 
nunjukin
ID dengan nama dan alamat yang sama.

kembali ke lamunan saya dimana indonesia gak ada cardernya, betapa enak jalanin 
bisnis
online. sekarang siapa yg mau ngambil resiko besar? :)

JMHO, tulisan saya hanya benar2 pendapat pribadi

> faiq

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke