On 4/6/06, Save As <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Terjadi lagi, warnet menjadi sasaran perampokan saat2 ini. Happynet 
> kerampokan Tepatnya di Jalan Raya Pondok Kelapa Blok C IV No.4 Malaka Jaya, 
> Duren Sawit. 21 Unit CPU, 3 Monitor, 2 HP, dan uang 1,5 juta. Kejadian kira2 
> 3 hari yang lalu dan kerugian di taksir Rp. 100 juta.
>  5 orang merampok menyekap 4 orang penunggu warnet di gudang diantaranya 
> Yoga, Devi, Dedi, Ferry.
>
>  Untuk warnet yang mengalami hal yang sama diharapkan mengirimkan data2 
> alamatnya. (Kata Mbak Judith MS)
>
>  Mungkin Mbak Judith mau kasih sesuatu kaleee....
>
>  Mungkin dengan cara kita bersatu ada titik terang untuk terungkapnya para 
> pelaku perampokan tersebut. Amiiiiiinn........
>
>  Sumber : Harian SINDO edisi 5 April 2006
>


Versi WARTA-KOTA

Rampok Bercelurit Satroni Warnet  Duren Sawit

Kawanan perampok pengincar warung internet (warnet) yang buka 24 jam
kembali beraksi. Selasa (4/4) dini hari, giliran Happy net di Jalan
Raya Pondok Kelapa Blok C4 No 3, Kelurahan Malaka Jaya, Duren Sawit,
Jakarta Timur, yang jadi korban.

Penjahat melumpuhkan tiga penjaga dan empat pengunjung warnet tersebut
dan menyekap mereka di kamar. Perampok lantas menguras peralatan
komputer di  warnet yang terletak di ruko tersebut. Mereka menggasak
21 CPU, tiga monitor, printer, serta genset, yang seluruhnya bernilai
Rp 70 juta. Garong yang berjumlah lima orang itu kabur menggunakan
mobil Toyota Kijang Innova warna silver.

Menurut keterangan Yoga (23), penjaga Happy net, peristiwa itu terjadi
sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu dia jaga bersama dua kawannya yaitu
Devi dan Dedy. Selain ketiganya, juga ada empat pelanggan yang tengah
bermain virtual game di warnet berlantai dua berukuran kurang lebih 6
x 12 meter tersebut.

"Saya dan Devi berada di ruang internet sementara Dedy tidur di ruang
istirahat yang ada di bagian belakang ruko ini. Kami tidak menyangka
warnet kami bakal dirampok karena saat itu situasi di luar ruko sudah
ramai, bahkan jalan sudah macet karena banyak warga yang hendak
berangkat kerja," ujar Yoga.

Ditambahkannya, sebelum peristiwa perampokan itu, sekitar pukul 02.00
WIBwarnet kedatangan seorang pria mengenakan jaket hitam. Pria
tersebut tidak menyewa komputer atau bermain internet melainkan hanya
melihat-lihat kondisi ruangan ruko. "Karena sedang konsentrasi main
virtual game, kami tidak menghiraukan orang tersebut. Setelah melihat
ruangan dia langsung pergi," ujar Yoga.

Saking asyiknya main game, mereka tidak sadar bahwa hari sudah
menjelang pagi. Sekitar pukul 05.30 WIB, tiba-tiba datang tiga orang
pria yang semuanya mengenakan jaket berwarna hitam. "Mereka langsung
mengeluarkan celurit dari balik jaketnya. Saat itu saya yang tengah
berada di PC nomor 17 langsung ditodong celurit. Selain saya, Kukuh,
pengunjung warnet, juga diancam dengan pedang. Kemudian saya dan Kukuh
dibawa ke ruang istirahat," ujar Yoga.

Dedy yang tengah tidur di ruang istirahat tersebut kaget ketika
mendapati kawannya dan seorang pelanggan warnet sudah berada di ruang
itu sambil ditodong seorang penjahat. Dedy malah dipukuli oleh kawanan
penjahat tersebut ketika ia bertanya tentang apa yang dialami
kawannya. "Belum sempat saya bangun, mereka sudah memukuli saya.
Katanya, tidak usah banyak tanya. Karena melihat kawanan penjahat itu
membawa pedang dan celurit, saya pun diam," ujar Dedy.

Seorang penjahat yang membawa pedang ditugasi untuk berjaga-jaga di
depan pintu kamar istirahat, sedangkan penjahat yang memegang celurit
kembali masuk ke ruang internet. Mereka lantas menodong Devi dan tiga
pengunjung warnet yang masih berada di bagian depan ruko tersebut.

"Karena asik main virtual game, kami tidak menyangka tiga pria
tersebut  ternyata perampok. Bahkan saya sempat mengira bahwa kawan
saya bercanda, pura-pura mengalungkan celurit. Saya becandain dia, eh
kepala saya dipukul gagang celurit beneran," ujar Devi.

Kemudian Devi beserta tiga pengunjung lainnya dibawa ke ruang
istirahat dan disatukan dengan Yoga dan Dedy yang lebih dahulu disekap
di sana. Setelah melumpuhkan seluruh penjaga dan pengunjung warnet,
kawanan penjahat itu lalu menelepon kawannya. Tidak lama kemudian
datang sebuah mobil Toyota Kijang Innova yang ditumpangi dua orang.

Hanya dalam jangka waktu kurang dari 15 menit kawanan penjahat
tersebut beraksi. Mereka menggasak 21 CPU dan perangkat komputer
lainnya yang ditaruh di lantai satu. Mereka juga menggondol uang
pendapatan warnet sebesar Rp 1,5 juta yang ada di laci meja.

"Bahkan sebelum kabur, kawanan penjahat itu juga memukuli kami satu
persatu dan memaksa agar kami memberikan HP serta uang. Karena
ditodong celurit akhirnya saya pasrah dan menyerahkan uang upah jaga
saya sebesar Rp500.000. Bahkan seorang pelanggan yang menolak
memberikan HP dipukuli kawanan penjahat tersebut. Akhirnya mereka
mengambil dua HP milik pelanggan kami," ujar Dedy yang juga
menyebutkan bahwa warnet yang dijaganya baru beroperasi sejak sembilan
bulan lalu.

Kawanan penjahat itu kabur setelah mengunci pintu utama warnet.
"Karena takut akhirnya kami baru berusaha membebaskan diri setelah
kurang lebih lima menit kawanan perampok itu kabur dengan cara
melompat pagar belakang ruko ini," tutur Dedy. Mereka  melaporkan
peristiwa tersebut ke Polsektro Duren Sawit.

Sebelumnya, aksi perampokan serupa juga pernah terjadi di Kelurahan
Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/3) lalu. Kawanan
perampok berjumlah lima orang menyatroni warnet Flasnet di Kelurahan
Sumur Batu. Mereka mengancam Adhi Nugroho (24), penjaga warnet,  dan
menggasak sebuah CPU, dua buah server, dua printer, tiga HP serta uang
Rp 700.000. Ditaksir kerugian Flasnet mencapai Rp 40 juta.




Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke