Teknik Menulis & Usaha Sebagai Penulis Teknologi Informasi

Onno W. Purbo

Seorang penulis khususnya penulis teknologi informasi (IT), sebetulnya banyak 
berfungsi seperti seorang .tukang sulap. yang membeberkan .rahasia sulap. bagi 
masyarakat. Berbagai rahasia, teknik konfigurasi, teknik perancangan di 
ungkapkan secara detail dalam buku maupun artikel IT bagi masyarakat luas. Di 
satu sisi menguntungkan produsen peralatan / software teknologi informasi 
karena demand / pasar / market akan kebutuhan IT masyarakat menjadi lebih 
terbuka. Di sisi lain, mungkin akan mengurangi pendapatan & kesempatan usaha 
para konsultan teknologi informasi karena masyarakat menjadi tidak memerlukan 
jasa para konsultan tsb. lagi.

Filosofi dasar seorang penulis IT yang sukses sebetulnya tidak berbeda dengan 
seorang guru. Kesuksesan seorang penulis dapat di nilai dari jumlah pembaca 
yang sukses dalam menguasai dan mengimplementasikan teknologi informasi. Dari 
sisi penulis, bahasa & teknik pembahasan . penyampaian secara sederhana hal 
yang kompleks menjadi mudah di mengerti pembacanya.. Tentunya semua ini akan di 
bantu oleh jalur distribusi penerbit buku tsb.

Untuk menjadi seorang penulis IT yang baik, mau tidak mau, banyak membaca, 
banyak berdiskusi, harus fokus pada hal yang cukup spesifik dalam bidang IT, 
dan tentunya harus fokus pada hal-hal yang penulis sukai. Akan sangat sulit 
menulis hal yang tidak kita sukai.

Beberapa trik sederhana bagi pemula dalam menentukan topik, antara lain, aktif 
dalam berdiskusi di mailing list di Internet akan sangat membantu untuk 
memfokuskan diri, mengasah kemampuan, maupun memberikan masukan arah keinginan 
pembaca. Membaca berbagai referensi & dokumen di Internet dari hasil diskusi / 
perdebatan di Internet. Mencoba / berexperimen dengan teknologi. Jangan lupa, 
mendokumentasikan secara terstruktur berbagai referensi, diskusi maupun hasil 
experimen yang kita lakukan. Sering kali proses ini memerlukan ketekunan, 
ketelatenan dalam perioda yang cukup lama . beberapa tahun.

Teknik menulis yang paling sederhana akan sangat terbantu oleh power point 
untuk mengatur alur cerita. Sambil menyiapkan informasi pendukung, seperti, 
gambar, blok diagram, dan listing program. Keberadaan alur cerita power point 
akan sangat memudahkan kita menuangkan kata-kata dalam naskah, baik itu artikel 
maupun naskah bab sebuah buku. Jika semua data pendukung telah siap, biasanya 
membutuhkan waktu sekitar satu dua bulan untuk menulis naskah buku.

Biasanya sebuah buku pemula tidak lebih dari 150-250 halaman agar harga jual 
tidak melebihi Rp. 20.000,-. Di atas Rp. 20.000,- orang akan berfikir dua kali 
untuk membeli buku tersebut.

Sebuah penerbit biasanya akan menilai kelayakan sebuah naskah IT dari berapa 
besar pembaca-nya semakin banyak pembaca-nya semakin baik sebuah naskah. 
Seorang penulis perlu meyakinkan penerbit melalui abstrak, gambaran umum isi 
naskah, daftar isi, target pembaca, besarnya komunitas pembaca, tentunya track 
record penulis akan sangat menentukan bagi penerbit untuk menentukan pilihan. 
Pembangunan track record dapat dilakukan memlalui keaktifan menjawab di mailing 
list maupun menulis artikel-artikel pendek di majalah-majalah.

Ada beberapa metoda royalti yang dapat di anut, misalnya, membeli seluruh 
naskah di awal, atau berdasarkan jumlah penjualan . biasanya sekitar 10% dari 
harga buku. Adalah normal seorang penulis memperoleh Rp. 5 juta dari penjualan 
5000 eksemplar buku. Sementara naskah artikel 2-4 halaman Word di media cetak 
biasanya di hargai antara Rp. 150-250.000 / artikel. Tentunya semua merupakan 
hasil negosiasi.

Yang menarik dari sebuah proses penulisan buku adalah terbentuknya masyarakat 
yang semakin pandai dan mengerti teknologi informasi. Ciri khas teknologi 
informasi, sebagian besar trik, detail implementasi, bahkan konsep terbarunya 
biasanya tidak pernah diajarkan di lembaga pendidikan formal karena kurikulum 
DIKNAS biasanya sangat ketinggalan jaman. Konsekuensinya, buku dan artikel IT 
menjadi andalan utama banyak vendor peralatan & software komputer dalam 
mendidik calon pembeli peralatan mereka. Proses diseminasi melalui buku dan 
artikel IT dengan pembaca ribuan bahkan puluhan ribu menjadikan proses 
marketing menjadi sangat murah di bandingkan proses marketing konvensional 
menggunakan advetorial di media atau mengorganize ceramah, seminar, workshop 
yang hanya menampung ratusan peserta.

Tidak heran jika banyak vendor-vendor komputer atau software terkemuka akan 
berusaha mendekatkan diri dengan para penulis atau redaksi koran agar 
produk-nya di review atau menjadi contoh dalam berbagai buku dan artikel yang 
ditulis. Pinjaman peralatan atau software untuk di review dan dicoba adalah 
normal pada seorang penulis IT.

Sering kali, para pembaca tetap membutuhkan proses tatap muka untuk dapat 
mengerti dengan baik berbagai teknik yang di jelaskan dalam sebuah buku. Untuk 
keperluan ini, sebuah vendor / distributor tidak segan-segan menuangkan 
sponsorship untuk mendukung acara-acara demo, workshop tentang detail teknologi 
informasi yang biasanya jarang diadakan di Indonesia.

Kita di Indonesia masih sangat jarang sekali penulis IT yang berani menyingkap 
rahasia teknologi informasi dan sering menuliskan secara detail tekniknya. 
Adalah kesempatan emas, bagi mereka untuk terjun ke bidang penulisan IT yang 
tidak terlalu banyak persaingannya. Tentunya seorang penulis IT tetap harus 
menjaga dirinya agar tetap netral tidak berpihak pada salah satu vendor secara 
spesifik agar review yang dilakukannya lebih berkualitas. Apa yang baik harus 
dikatakan baik, apa yang yang jelek harus dikatakan jelek.



-- 
This message has been scanned for viruses and
dangerous content by MailScanner, and is
believed to be clean.



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke