betul kata Bung Bill, mungkin selama ini rekan2 terbatas pd statik routing
ataupun RIP.
jika mau ngerti lebih jauh sebaiknya Baca buku Kang Onno dkk "TCP/IP".
:)
Bill Fridini <[EMAIL PROTECTED]>
>wrote: Quoting Husam Suhaemi <[EMAIL PROTECTED]>:
> On 4/13/06, Bill Fridini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> ...del...
> > Cuma perlu dingat bahwa tidak semua IP tersebut aktif.
> >
> > Btw, apasih maksudnya istilah bandwidth lokal dan international?
> > bukannya bandwidth yach bandwidth :)
> > Apa istilah bandiwdth lokal adalah trafik yg lewat exchange point?
> >
> > Nah Pemisahan IP tidak bisa dibuat statik...karena ISP terhubung ke
> exchange
> > point itu menggunakan dynamic routing protocol BGP. Kadang karena routing
> > policy mereka, maka si ISP tersebut tidak mengadvertise blok IP tersebut
> ke
> > Exchange Point. Atau jika link ISP tsb ke exchange point sedang bermasalah
> maka
> > semua routing IP si ISP tsb akan hilang di Exchange Point.
> > Tp okelah... buat bahan skripsi :)
> >
> > salam,
> > ~bill~
> ...del...
> To Pak Gembong dan Pak Bill makasih atas infonya :).
> Benar pak, bandwidth local yang dimaksud adalah bandwidth via exchange
> point (IIX). Studi kasusnya, spt ini:
> Misal ISP A menawarkan bandwidth dengan paket local (IIX) sebesar 1
> Mbps dan bandwidth internasionalnya sebesar 512 Kbps. Terlepas berapa
> ratio dan CIR nya, yang saya inginkan di mikrotik / linux box yang
> berperan sebagai gateway bisa menghitung dengan benar dan bisa juga
> me-limit bandwidth local dan internasionalnya secara terpisah.
> Sementara ini khan jarang sekali dari sisi pelanggan bisa melihat
> secara real bandwidth yang diterimanya. Ada juga test bandwidth ke
> beberapa situs, tapi validitasnya kecil.
> Ada masukan lain dari rekan-rekan?..
Yach kalo cuma begitu ga perlu database IP address.
Cukup pasang dynamic routing protocol di router yg terhubung ke exchange point.
Router tsb punya 3 interface:
1. to upstream (link to international)
2. to Internet Exchange (IX)
3. to LAN
Nah kalo mau di meterin pake MRTG, tinggal pasang snmp-in aja interface2 tsb.
Kalo ga aktifin netflownya.
Kalo misalnya mau masang b/w managemen, jika di router ada fitur tsb, maka
tinggal dilimit di interface tsb.
Tapi jika anda ingin menghitung b/w local dan international tidak di perangkat
tersebut, maka bisa perlu database IP bisa juga tidak.
Misalnya konfigurasi menjadi:
upstream
|
IX---router----alat hitung---lan
Nah tidak perlu alat database IP address. cukup routing table dari IX yg
diterima oleh router di kirim ke alat hitung. Bagaimana caranya? yach pasang
routing protocol. Bisa gunakan BGP or OSPF.
salam,
~bill~
Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/