Yale Univerity adalah One of Top-Five Well-Known University di US Mendapat undangan dan memberikan speech adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Saya sangat haru dengan perjuangan teman-teman terutama Kang Onno yang tanpa Interest membantu rekan rekan warnet . Saya jadi iri , saya disini seperti nya tidak melakukan apa apa. Saya mungkin baru di Forum ini, Akan tetapi saya selalu monitor Siapa saja yang benar benar "Aktif-Tanpa-Pamrih". Keep doing what you're beleiving salam
pujo mulyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: comment : ternyata perjuangan kita lebih dihargai di luar negeri daripada di dalam negeri sendiri. Buat pak Onno, terimakasih karena telah membawa nama harum rakyat indonesia di publik internasional @ Yale University. Semoga pemerintah sadar bahwa rakyat kita sudah tidak sabar untuk menuju kemakmuran, dan semoga usaha-usaha untuk menuju kemakmuran rakyat yang dilakukan secara swadaya ini tidak mendapat hambatan dari pemerintah. Internet bagaimanapun juga harus bisa merakyat dan murah, karena dengan adanya internet bisa memajukan bangsa indonesia, bisa memajukan perekonomian rakyat, agar kita tidak semakin terttinggal dibanding bangsa tetangga. Kita merdeka lebih dulu, tapi kenapa makmurnya belakangan? padahal negeri kita kaya! Duh negeriku (mengelus dada) regards, pudjo --- "Onno W. Purbo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Applause Meriah di Yale University Bagi Para Pejuang > Frekuensi Indonesia > > Onno W. Purbo > > Di hari minggu pagi 23 April 2006, saya memperoleh > bagian untuk berbicara > di planery session conference Access to Knowledge > yang di selenggarakan > oleh Yale Law School di Yale University Amerika > Serikat. Konference ini > fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan berbagai > isu yang berkaitan > dengan akses kepada pengetahuan bagi bangsa-bangsa > di dunia yang di hadiri > oleh peserta lebih dari 40 negara di dunia. > > Sebetulnya topik yang di ajukan kepada saya adalah > limitasi bagi access to > knowledge, yang sebetulnya cukup sederhana di > Indonesia, seperti, bahasa > inggris, mahalnya infrastruktur, rakyat yang tidak > kaya, dan peraturan > yang terlalu ketat di tambah korupsi. > > Tentu tidak akan menarik jika hanya membicarakan > keterbatasan, oleh karena > itu saya mengubah sedikit topik saya menjadi lebih > fokus pada pengalaman > mengatasi keterbatasan tersebut yang tentunya > berbasis pada pengalaman di > lapangan selama 12+ tahun perjuangan bahu membahu > dengan bangsa Indonesia > untuk memperoleh akses Internet yang murah, sambil > mencuri frekuensi di > 2.4GHz, 5.8GHz, melakukan VoIP dll. Perjuangan > panjang yang memakan waktu > lama, mengedukasi bangsa, mengajak anak-anak muda di > Indonesia menulis > buku, share knowledge, membangun berbagai komunitas > di mailing list. > Gilanya, semua harus di lakukan secara swadaya > masyarakat tanpa utangan > Bank Dunia, IMF dan tanpa dukungan pemerintah bahkan > di bawah sergapan > polisi. Tapi semua akhirnya membuahkan hasil dengan > bebasnya frekuensi > 2.4GHz di Indonesia sejak bulan January 2005 yang > lalu. > > Penyebaran pengetahuan menjadi kunci dalam proses > perjuangan sayangnya > sebagian besar pengetahuan yang ada dalam bahasa > inggris. Seni > mengkonversikan pengetahuan berbahasa Inggris > menjadi buku-buku dan > artikel dalam bahasa Indonesia secara swadaya > masyarakat dengan cara > mengajak anak-anak mudah Indonesia menjadi penulis > buku IT ternyata sangat > unik tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh banyak > negara di dunia. > > Pendekatan rebelius untuk mengatasi limitasi akses > ke pengetahuan tidak > pernah terpikirkan oleh para peneliti, birokat, > pakar yang sangat > berbudaya yang hadir di konferensi tersebut. > > Yang amat sangat mengagetkan dan tidak pernah saya > rasakan sebelumnya > selama umur hidup saya memberikan ceramah di > berbagai tempat di > dunia,keynote speech saya yang cukup rebelious > mendapat sambutan yang amat > sangat luar biasa. Tidak ada pembicara lain yang > memperoleh sambutan > sedemikian tinggi di Access to Knowledge Conference > di Yale University. > > Jian Yan Wang, dari Orbicom di Montreal Canada > ternyata cukup iseng, > katanya peserta sampai sekitar tiga (3) menit tidak > berhenti bertepuk > tangan untuk saya. Alhamdullillah, perjuangan yang > selama ini dilakukan > oleh bangsa Indonesia untuk membangun sendiri & > swadaya masyarakat > Internet murah dengan cara-cara tidak legal mendapat > sambutan yang amat > sangat luar biasa di forum yang sangat prestigius di > Yale University di > Amerika Serikat. > > Setelah saya turun dari podium amat sangat banyak > sekali Professor dari > banyak kampus di Amerika, Afrika, Eropa menyalami > saya dan mengatakan > "Yours is very inspirasional". Sampai-sampai > beberapa rekan seperti Sarah > Kerr dari BellaNet Canada menyebutnya sebagai > ceramah terbaik di > Conference Access to Knowledge di Yale Law School. > > Yah, bagi mereka yang lebih banyak bergelut dengan > teori, berargumentasi > di kampus, tidak pernah terjun kelapangan memang > akan tidak pernah > terfikir berbagai trik, akal-akalan, dan kenikmatan > yang akan di peroleh > jika kita dapat secara nyata membangun masyarakat > tanpa utangan Bank > Dunia, IMF maupun bantuan pemerintah. > > Akibatnya, saya langsung mendapatkan banyak tawaran > untuk berangkat lagi > ke berbagai negara untuk memberikan ceramah > inspirasi ke Jerman (Berlin), > Ghana, Belanda dll. rata-rata akan di adakan sekitar > bulan Juni-September > 2006 ini. > > Beberapa yang mengundang saya antara lain adalah, > - Director General, Ghana-India Kofi Annan Centre of > Excellence in > ICT di Ghana > - International Institute for Communication and > Development. > Merupakan network NGO yang membangun wireless > network dimana-mana. > - iRights (Urheberrechti In Der Digital Welt) dari > Berlin > - BellaNet, terutama untuk berpartisipasi di event > mereka di Asia > Common yang akan melibatkan banyak rekan-rekan dari > Asia. > > Akhirnya, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih > atas segala bantuan > dan do'a yang diberikan rekan-rekan pejuang Internet > di Indonesia selama > ini. > > Saya pribadi semakin yakin bahwa bangsa Indonesia > bukanlah bangsa yang > bodoh, apa yang kita bangun bersama oleh para > pejuang IT Indonesia > ternyata membuahkan contoh nyata yang luar biasa > bagi banyak bangsa lain > di dunia. Tidak ada bangsa yang di dunia yang mampu > membangun Internet > murah seperti Indonesia. Mereka banyak ingin > mencontoh apa yang kita > lakukan di Indonesia. > > Semoga para birokrat, politikus dan mereka yang > menamakan dirinya pemimpin > bangsa ini menyadari kemampuan anak bangsa. Walaupun > kenyataannya kiprah > anak bangsa tidak tergantung sama sekali pada para > birokrat maupun > politikus. > > Onno @ Yale University > 23 April 2006 > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Official Web Site : http://www.awari.or.id --------------------------------- YAHOO! GROUPS LINKS Visit your group "asosiasi-warnet" on the web. To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service. --------------------------------- --------------------------------- Yahoo! Messenger with Voice. PC-to-Phone calls for ridiculously low rates. [Non-text portions of this message have been removed] Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

