Merdeka Indonesia. Asyik nih oleh-oleh mas Onno dari Yale. 

Asli, sungguh-sungguh menggugah semangat semangat kita semua (saya, 
pasti). 

Asli, kita bangga belajar banyak dari mas Onno dan Dunia pun 
mengakui.

Asli, saya terharu dan salut.

Ayo, kita lanjutkan lagi perjuangan "Para Pejuang Frekuensi 
Indonesia) dengan membangun Wireless Internet diseluruh Indonesia 
dengan ketentuan EIRP 36 dB.

Dengan memenuhi EIRP 36 db kita semua memelihara udara (frekuensi) 
bersih, sehingga sampah tidak bertebaran (noise/interference).

Sekali lagi Merdeka Indonesia, merdeka frekuensi wireless Indonesia.


Salam,
NITI O.E. 


--- In [email protected], "Onno W. Purbo" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> 
> 
> 
> Applause Meriah di Yale University Bagi Para Pejuang Frekuensi 
Indonesia
> 
> Onno W. Purbo
> 
> Di hari minggu pagi 23 April 2006, saya memperoleh bagian untuk 
berbicara 
> di planery session conference Access to Knowledge yang di 
selenggarakan 
> oleh Yale Law School di Yale University Amerika Serikat. 
Konference ini 
> fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan berbagai isu yang 
berkaitan 
> dengan akses kepada pengetahuan bagi bangsa-bangsa di dunia yang 
di hadiri 
> oleh peserta lebih dari 40 negara di dunia.
> 
> Sebetulnya topik yang di ajukan kepada saya adalah limitasi bagi 
access to 
> knowledge, yang sebetulnya cukup sederhana di Indonesia, seperti, 
bahasa 
> inggris, mahalnya infrastruktur, rakyat yang tidak kaya, dan 
peraturan 
> yang terlalu ketat di tambah korupsi.
> 
> Tentu tidak akan menarik jika hanya membicarakan keterbatasan, 
oleh karena 
> itu saya mengubah sedikit topik saya menjadi lebih fokus pada 
pengalaman 
> mengatasi keterbatasan tersebut yang tentunya berbasis pada 
pengalaman di 
> lapangan selama 12+ tahun perjuangan bahu membahu dengan bangsa 
Indonesia 
> untuk memperoleh akses Internet yang murah, sambil mencuri 
frekuensi di 
> 2.4GHz, 5.8GHz, melakukan VoIP dll. Perjuangan panjang yang 
memakan waktu 
> lama, mengedukasi bangsa, mengajak anak-anak muda di Indonesia 
menulis 
> buku, share knowledge, membangun berbagai komunitas di mailing 
list. 
> Gilanya, semua harus di lakukan secara swadaya masyarakat tanpa 
utangan 
> Bank Dunia, IMF dan tanpa dukungan pemerintah bahkan di bawah 
sergapan 
> polisi. Tapi semua akhirnya membuahkan hasil dengan bebasnya 
frekuensi 
> 2.4GHz di Indonesia sejak bulan January 2005 yang lalu.
> 
> Penyebaran pengetahuan menjadi kunci dalam proses perjuangan 
sayangnya 
> sebagian besar pengetahuan yang ada dalam bahasa inggris. Seni 
> mengkonversikan pengetahuan berbahasa Inggris menjadi buku-buku 
dan 
> artikel dalam bahasa Indonesia secara swadaya masyarakat dengan 
cara 
> mengajak anak-anak mudah Indonesia menjadi penulis buku IT 
ternyata sangat 
> unik tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh banyak negara di 
dunia.
> 
> Pendekatan rebelius untuk mengatasi limitasi akses ke pengetahuan 
tidak 
> pernah terpikirkan oleh para peneliti, birokat, pakar yang sangat 
> berbudaya yang hadir di konferensi tersebut.
> 
> Yang amat sangat mengagetkan dan tidak pernah saya rasakan 
sebelumnya 
> selama umur hidup saya memberikan ceramah di berbagai tempat di 
> dunia,keynote speech saya yang cukup rebelious mendapat sambutan 
yang amat 
> sangat luar biasa. Tidak ada pembicara lain yang memperoleh 
sambutan 
> sedemikian tinggi di Access to Knowledge Conference di Yale 
University.
> 
> Jian Yan Wang, dari Orbicom di Montreal Canada ternyata cukup 
iseng, 
> katanya peserta sampai sekitar tiga (3) menit tidak berhenti 
bertepuk 
> tangan untuk saya. Alhamdullillah, perjuangan yang selama ini 
dilakukan 
> oleh bangsa Indonesia untuk membangun sendiri & swadaya masyarakat 
> Internet murah dengan cara-cara tidak legal mendapat sambutan yang 
amat 
> sangat luar biasa di forum yang sangat prestigius di Yale 
University di 
> Amerika Serikat.
> 
> Setelah saya turun dari podium amat sangat banyak sekali Professor 
dari 
> banyak kampus di Amerika, Afrika, Eropa menyalami saya dan 
mengatakan 
> "Yours is very inspirasional". Sampai-sampai beberapa rekan 
seperti Sarah 
> Kerr dari BellaNet Canada menyebutnya sebagai ceramah terbaik di 
> Conference Access to Knowledge di Yale Law School.
> 
> Yah, bagi mereka yang lebih banyak bergelut dengan teori, 
berargumentasi 
> di kampus, tidak pernah terjun kelapangan memang akan tidak pernah 
> terfikir berbagai trik, akal-akalan, dan kenikmatan yang akan di 
peroleh 
> jika kita dapat secara nyata membangun masyarakat tanpa utangan 
Bank 
> Dunia, IMF maupun bantuan pemerintah.
> 
> Akibatnya, saya langsung mendapatkan banyak tawaran untuk 
berangkat lagi 
> ke berbagai negara untuk memberikan ceramah inspirasi ke Jerman 
(Berlin), 
> Ghana, Belanda dll. rata-rata akan di adakan sekitar bulan Juni-
September 
> 2006 ini.
> 
> Beberapa yang mengundang saya antara lain adalah,
> - Director General, Ghana-India Kofi Annan Centre of Excellence in 
> ICT di Ghana
> - International Institute for Communication and Development. 
> Merupakan network NGO yang membangun wireless network dimana-mana.
> - iRights (Urheberrechti In Der Digital Welt) dari Berlin
> - BellaNet, terutama untuk berpartisipasi di event mereka di Asia 
> Common yang akan melibatkan banyak rekan-rekan dari Asia.
> 
> Akhirnya, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas segala 
bantuan 
> dan do'a yang diberikan rekan-rekan pejuang Internet di Indonesia 
selama 
> ini.
> 
> Saya pribadi semakin yakin bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa 
yang 
> bodoh, apa yang kita bangun bersama oleh para pejuang IT Indonesia 
> ternyata membuahkan contoh nyata yang luar biasa bagi banyak 
bangsa lain 
> di dunia. Tidak ada bangsa yang di dunia yang mampu membangun 
Internet 
> murah seperti Indonesia. Mereka banyak ingin mencontoh apa yang 
kita 
> lakukan di Indonesia.
> 
> Semoga para birokrat, politikus dan mereka yang menamakan dirinya 
pemimpin 
> bangsa ini menyadari kemampuan anak bangsa. Walaupun kenyataannya 
kiprah 
> anak bangsa tidak tergantung sama sekali pada para birokrat maupun 
> politikus.
> 
> Onno @ Yale University
> 23 April 2006
>








Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke