menurut saya, walaupun kita super menguasai semuanya, tentu akan lebih bijaksana setiap tugas dishare (jangan pelit lah :-D) kan dg sharing tugas kebawahan tentu sebuah manajemen akan kuat ujung2xnya income akan besar dan karyawan sejahtera (seperti ditempat saya, maaf bukan promosi, gaji karyawan 850rbt jam kerja 7jam 2 orang dan 2 orang 650rb jam kerja 6jam, teknisi 2 orang gajinya 1jt hari jumat libur cuti diatur oleh mereka sendiri dlm pembagian tugas yang penting operasional usaha internet normal) tentu jadi pertanyaan kenapa bisa demikian, ya krn pembagian tugas tadi, sehingga perkerjaan yang berat dpt jadi ringan dan tentunya income tetap tinggi krn pembagian dan tanggungjawab tadi, tanpa banyak mengeluarkan tenaga, seperi halnya kata mia tidak perlu menguasai semuanya, menguasai segala-galanya sih ok tapi ya kalo manajer berfokus ke manajemen bisnis dan OP berfokus bagaimana internetnya lancar.
ron1n On 4/29/06, Khairul Yanis <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Dear brothers n' sisters, > > Membaca email dengan subject Re: [asosiasi-warnet] Re: numpang nanya?? > WIRELESS VS ADSL ini seru banget, total semuanya 41 email lho, dari > pertanyaan yang simple berkembang menjadi adu argument yang HoT.. > > Senang sekali bergabung dengan milist ini, meskipun saya pribadi bukanlah > pengusaha warnet, bukan operator warnet dan juga bukan pelanggan setia > warnet, karena saya berlangganan WiFi personal. Tapi saya banyak dapat > informasi dari sini tentang bisnis warnet. Kebetulan sekali, saya sangat > tertarik dengan hal-hal yang berbau bisnis... hehehe :D > > Sepengetahuan saya, kalau suatu bisnis diharapkan untuk tumbuh dan > berkembang menjadi besar, sang "owner" atau pemilik (pengusaha warnet) tidak > perlu harus lebih tahu atau lebih pintar dalam segala hal termasuk > operasional dari pada karyawan (operator). Karena, kalau sampai hal tersebut > terjadi, sang "owner" merasa lebih "hebat, pintar, ahli" dalam bidang > operasional maka akan timbul sikap "perfectionist". Dalam pikiran sang > "owner" kalau bukan dia yang melakukan pekerjaan itu maka hasilnya tidak > akan sempurna, tidak memuaskan, banyak kekurangan, de el el es be... > Kalau sudah begitu, maka sang "owner" itu pasti akan sulit untuk > mendelegasikan tanggung jawab penuh pada para karyawannya. Ujung-ujungnya, > dia akan sibuk sendiri mengurusi setiap permasalahan yang muncul... apa > artinya donk jadi pengusaha kalau harus tetap mengerjakan pekerjaan yang > bisa dikerjakan karyawan? :-) > Ntar... karyawannya malah dipecat semua tuh, jangan sampailah terjadi > seperti itu, kasihannnn mereka :D > > Intinya, untuk berbisnis dalam satu bidang tidak perlu harus menguasai > seluk-beluk bidang itu secara mendetail, pengetahuan manajemen SDM sudah > cukup memadai. Karena kita bisa membayar orang lain yang lebih ahli untuk > melakukan apa yang ingin kita lakukan dan apa yang tidak ingin kita lakukan, > just pay them :) > > Membandingkan sistem operasional warnet di suatu daerah dengan daerah lain > yang berbeda marketnya, menurut saya hasilnya tidak bisa langsung diterima > mentah-mentah. Misalnya kalau membandingkan warnet di daerah Depok dengan > Sukabumi, itu seperti membandingkan sistem perdagangan di pasar Minggu > dengan pasar Tanah Abang (kebetulan saya punya usaha di sana :-D ), dimana > kalau di Pasar Minggu pelanggannya adalah end-user, sedangkan kalau Tanah > Abang pelanggan yang datang adalah pedagang eceran yang tahu banyak mengenai > barang dan harga, jadi pelayanan yang diberikan di dua tempat itu sangat > jauh berbeda. > > Di Depok (Margonda - Kelapa Dua) setahu saya itu target pasar utamanya > adalah para Mahasiswa yang pasti sudah mengerti hal-hal sederhana dalam > internet seperti bikin email, chating, browsing, jadi mereka pasti akan > gengsi kalau harus bertanya pada Operator gimana cara melakukannya. Operator > warnetnya di sini paling hanya berfungsi sebagai casheer/teller. Untuk > daerah Sukabumi, target pasarnya saya pikir pasti berbeda dengan yang ada > di Depok. Dimana di sana, usernya masih banyak yang awam dengan internet dan > perlu edukasi tambahan, jadi ya... mau tak mau operator yang digunakan harus > memiliki pengetahuan yang dibutuhkan oleh usernya, jadi perannya tidak hanya > sebagai casheer/teller saja tapi juga sebagai instruktur komputer :-) > > Saya sependapat dengan pak Taufiq " Kalo memang ada seseorang yg bisa > menghandle semuanya dalam satu ruang lingkup dan dia mampu, silahkan aja, > itu khan konsepsi dia........" > > Sekian dulu komentar saya. Semoga milis ini tetap menjadi wahana untuk > berbagi pengetahuan dan pembelajaran dalam berbisnis, khususnya bisnis > internet. > > Cheers, > > Khairul > ╔═════════════════════════╗ > ║ http://grosirtanahabang.com ♥ ║ > ║ ♥ http://grosir-tanah-abang.blogspot.com ║ > ║ http://khairyan.blogspot.com ♥ ║ > ║ ♥ http://basis-forex.blogspot.com ║ > ╚═════════════════════════╝ > > **tolong dimaafkan jika ada kata-kata yang menyinggung, tiada niat untuk > menyakiti, harapan untuk berbagi informasi** > > On 4/28/06, Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > On 4/28/06, Yudi Hernandi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > On 3/8/06, Bill Fridini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > > > > Quoting rave79ers_smi <[EMAIL PROTECTED]>: > > > > > > > > Mas Rave, > > > > > > > > Menurut saya ga semua pemilik atau pengelola warnet itu ngerti teknis > > yang > > > > dalam, entah itu bisa install dan mengoperasikan OS (Windows/Linux), > > > > ngerti > > > > TCP/IP, trouble shooting jaringan, penggunaan aplikasi2 windows > > (office, > > > > grafis) atau aplikasi internet (YM, ICQ, MIRC, FTP), de el el. > > > > Nah apakah suatu keharusan? Saya malah ga ngerti itu semua :) makanya > > saya > > > > hire > > > > OP ;) > > > > > > > > No offence juga :) > > > > > > > > Salam, > > > > ~bill~ > > > > > > > > > > Saya sependapat om, biasanya owner atau penanggungjawab lebih banyak > > > memikirkan ekstensifikasi & diversifikasi ketimbang intensifikasi. Hal > > ini > > > penting untuk mengembangkan skala bisnis karena semakin besar maka > > masalah > > > manajemen akan semakin kompleks . Dan untuk mendorong intensifikasi > > biasanya > > > owner membayar team ( teknisi, admin, marketing, dll ) , dengan demikian > > > maka secara internal bisnis tetap solid & bernilai tambah potensi > > > pengembangan yang tidak terbatas karena owner / penanggungjawab sebagai > > > konseptor tidak banyak terganggu urusan operasional. > > > > > > :::: > > > maap klo sok tahu ^^;; > > > > Maaf yud.... Sebetulnya bukan sok tahu, memang beberapa warnet banyak > > yg masih menggunakan prinsip "warung" dalam manajemennya, itu gak > > salah karena tergantung dari konsepsi "owner" nya masing-masing. Ente > > gak salah..... :-) > > > > Kalo memang ada seseorang yg bisa menghandle semuanya dalam satu ruang > > lingkup dan dia mampu, silahkan aja, itu khan konsepsi dia. Hanya > > saja, jangan akhirnya karena menurut dia konsepsinya itu "bener", > > akhirnya dia ikut campur sama manejemen warnet lain sampe rela > > keliling nyabain warnet satu2 kemudian dia bikin review atas dasar > > konmentar pribadi dan di pasang di milis ini, padahal saya jamin, > > review dia belum tentu valid, karena dia gak tau bagaimana manajemen > > sesungguhnya dari warnet yg dia masukin untuk di review itu. > > > > Salam > > MPIQ > > ------------------------------ > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > Official Web Site : http://www.awari.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

