On 5/4/06, erwin subiyakto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > numpang pendapat.. > pornografi suatu masalah dilematis yg dihadapi bangsa > ini satu sisi kontra sisi lain pro, coba dech ada > polling pro kontra masalah pornografi pasti kita tau > secara statistik yg menang ma tuch..pro atau kontra.. > selama ada demand and supply selama itu pula ga akan > bisa stop permintaan pasar tersebut... > "lokalisasi pun ga pernah ada matinyeee..penghuni and > pengunjung makin banyak tuch... > pemerintah yg notabene mampunyai kekuatan mutlak aja > rada kebinunan tuch tentang "pornografi"...
Kalo menurut saya, Pornografi itu sudah menjadi bagian dari hidup. Dari sisi estetika bisnis, bisnis ini cukup menggiurkan dibandingkan dengan bisnis warnet.... :-) Dari sisi sosiologis, pornografi merupakan hal yg paling mudah didapat dan murah yang beredar di semua kalangan. Dari sisi psikologis, hampir semua orang "butuh" pornografi. Masalahnya, sampai sejauh manakah pornografi itu di exposed.... Kalo di warnet, jelas2 bagi saya itu bukan hal yang perlu di expose. Okelah andainya ada yg bilang kita memang butuh pornografi, tapi hal tersebut jika mengikuti adat ketimuran adalah hal yang bersifat personal (pribadi). Nah, yang dimaksud pribadi ini khan berarti yg dinikmati sendiri dan tidak di ekspose (baca: dilihat di muka umum). Jadi ya kalo mau lihat porno2an, gak dilarang.... CUMA JANGAN DI WARNET.... Warnet adalah salah satu dari fasilitas umum, berbagai kepentingan bisa dilakukan disini, hanya saja tetap saja pihak warnet harus memperhatikan etika moral..... Jangan hanya "yg penting bayar full" kita harus layanin konsumen bak raja, pernah ada kejadian di warnet seorang teman, gara2 konsumen semaleman liatin & downlotin situs porno, akhirnya dia ON*NI (maaf) di depan web cam, ada pula kejadian karena warnetnya full tertutup (pake gorden) sepasang konsumen melakukan MAK*NG L*VE di sana. Ini adalah nyata, kejadian nyata yang ada di masyarakat. Kenapa hal tersebut bisa di lakukan di tempat umum.... ??? Warnet merupakan fasilitas umum yang bisa dimasuki berbagai usia dan cukup rentan dengan hal2 yang berbau pornografi. Apakah warnetters mau dituduh warnetnya sebagai tempat "yg menyediakan" konten pornografi ??? Kalo tebal muka dan cuma mikir untung (duit), ngapain buka warnet, sekalian aja buka panti pijet (modal hampir sama ama buka warnet, tapi balik modal cepet). > Perlu peran semua lapisan untuk memberikan pendidikian > yang murni pendidikan...khususnya mulai dari keluarga > yang hangat penuh kasih sayang... Ini benar...... :-) > tapi untuk mewujudkan itu diperlukan ekonomi ynag > kuat...dr keluarga tersebut.... Gak juga kok, ekonomi bukan segalanya. Banyak contoh keluarga ekonomi lemah masih bisa survive tanpa harus terjebak ke "hal-hal" tersebut. > so..lagi2 pemerintah donk punya tugas... Kalo semuanya di balikin ke pemerintah, trus tugas masyarakat apa ?? Biar bagaimanapun, semua harus dimulai dari diri sendiri, keluarga & lingkungan. Jangan terlalu berharap sama pemerintah..... Salam MPIQ ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Home is just a click away. Make Yahoo! your home page now. http://us.click.yahoo.com/DHchtC/3FxNAA/yQLSAA/vbOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

