On 6/16/06, Anes Agnes <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Posted by: "Yusuf Caesar" [EMAIL PROTECTED]   caesarnetid   Thu Jun 15, 
> 2006 4:50 am (PST)   Sebenarnya banyak warnet-warnet yang mampu beli 
> orisinil. Apalagi kalau
>   mereka sudah hidup sejak tahun 2000-an. Itu artinya kan cash flownya lancar.
>   Buktinya, begitu digrebek, mereka mau mengeluarkan uang puluhan juta untuk
>   beli ori. Saya juga yakin pengusaha warnet tahu betul OS di warnet miliknya
>   legal atau tidak.
>
>   Permasalahannya adalah kesadaran hukumnya. Mau legal atau tidak. Hanya itu.
>
>    >> Betul banget, tapi harus digaris bawahi, itu yang sudah mulai bisnisnya 
> dari tahun 2000 ^_^, dan seinget saya dari rusuh2 sweeping windows & BSA kan 
> baru tahun 2005 ya (kalo saya enggak salah inget). Jadi gini cara berpikirnya 
> ^_^, yang mulai bisnis tahun 2000 – 2005 itu kan udah BEP bahkan sudah meraup 
> untung. Yang mau saya tanyain dari tahun 2000-2005 yang dipake software 
> original apa bukan???? Kalau dari tahun segitu memang udah pada pake software 
> original… SAYA SALUT BANGET, saya yakin semua orang di milist ini juga, dan 
> cuma orang yang seperti inilah yang berhak teriak2 di milist ini soal 
> PENEGAKAN HAKI, KESADARAN HUKUM, LEGALITAS, dan AGAMA ^_^ karena dia enggak 
> pernah pake barang bajakan sekalipun selama seumur hidupnya… bukan orang yang 
> selama rentang waktu 2000-2005 pake software bajakan dan baru sadar tentang 
> HAKI dll setelah ada sweeping2… untuk orang yang seperti ini yah, saya cuma 
> bisa ketawa aja deh, huehehehehe…
>      Pernah nggak mikirin, orang-orang yang mulai bisnis belakangan, misalnya 
> baru buka sebulan ato dua bulan 2005 kemaren tiba2 windows & BSA mulai 
> berinisiatif melakukan sweeping, sedangkan modal udah habis ratusan juta, 
> untung belum balik ^_^… orang2 seperti ini kan kayak terjerumus jadinya… 
> kayak makan buah simalakama… dan kalau kita mau sama-sama membuka mata, 
> banyak temen2 kita di milist yang menghadapi persoalan semacam ini, terhadap 
> hal-hal semacam itu kita harusnya mampu berempati bukannya malah memojokkan 
> tanpa melihat pokok permasalahan seadil-adilnya… ^_^ (inget dulu juga anda 
> pernah pake windows bajakan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dan 
> sekarang anda udah untung…phew…hahaha). Lain halnya kalau ada yang baru buka 
> warnet dengan modal nggak terbatas setelah tau ada ribut2 sweeping, entah 
> karena udah kebanyakan uang atau justru mo buang uang (money laundering) ^_^. 
> Untuk menyatukan orang-orang semacam ini dan orang2 yang pake OSS lah
>   harusnya Awari ada, termasuk orang yang baru buka warnet sebulan atau 2 
> bulan kemaren udah berani mutusin pake OSS (ini saya salut banget... tapi 
> disini saya berusaha empati sama keadaan semua orang ^_^)
>
>  Jadi saya mohon, sebelum anda menilai orang lain, nilai diri sendiri dulu… 
> pantes nggak…??? ^_^ Ini bukan masalah mau atau nggak mau legal… ini masalah 
> waktu mulai, dan kebetulan yang mulai belakangan ternyata bebannya lebih 
> berat dari yang udah mulai duluan ^_^ (beban pokok usahanya yang berbeda, 
> jadi hitung2an cash flownya jauh lebih berat buat yg baru mulai dan 
> terjerumus tadi dibanding yg udah buka bertahun-tahun dan sudah meraih 
> keuntungan berkat software bajakan) ^_^

Mbak agnes.....

Kalo kita semua melihat ke belakang, kita gak akan pernah maju.
Gak semua orang memiliki latar belakang yang baik, semua orang hampir
punya masa lalu yang buruk bahkan kelam hitam. Tapi kita gak bisa
menjustifikasi melongok latar belakang, itu adalah aib yang gak perlu
untuk diungkit lagi.

Yang perlu kita pertimbangkan adalah masa sekarang, kalo semua orang
yg berfikiran seperti mbak anes, berarti gak boleh dong maling yg
insyaf jadi ustadz atau bajingan yg insyaf jadi kyai.......

Seorang sahabat saya bilang, emang udah saatnya warnet dia legal,
karena dia udah menikmati keuntungan 5 tahun buka warnet dengan
bajakan. Dan sebenernya dia dulu gak full bajakan, dari 100 unit PC
dia, 50% diantaranya dari dulu udah pake Windows 98 original dan pake
deepfreeze yg juga original.

Masa lalu adalah masa lalu, bukan untuk diungkit dan dipermasalahkan.
Yang perlu adalah masa sekarang, karena kenyataan dan aksi yang akan
kita kerjakan untuk menyambung hidup adalah dimulai dari masa sekarang
sampe masa yang akan datang.... gak perlu melihat ke masa lalu.

Jadi bener seperti yang ditulis rekan kita Caesar, bikin warnet itu
ratusan juta, sebuah Windows seharga 700rebu (jika memang anda windows
minded dengan alasan demand) saya rasa cukup worthed dengan keuntungan
yg akan di dapat.

Saya pernah membuat perhitungan kepada klien saya yg meminta saya
membuatkan warnet.... dengan modal 150 juta meliputi 12 PC baru,
pendapatan sehari dia sekarang adalah kisaran 500rebu sehari. Ketika
klien saya tersebut meminta saya untuk melakukan instalasi semua
software, saya menolak untuk melakukannya walau bayarannya cukup besar
(Rp. 500ribu / PC). Bukan artinya saya belagu gak silau dengan uang,
tapi saya mencoba untuk komit bahwa bisnis itu harus Legal (atau
berusaha sekuat mungkin untuk Legal jika memang kondisi gak
memungkinkan).
Saat itu klien saya menolak menggunakan windows legal dan dia bilang
dia gak takut sweeping, namun saya kasih perhitungan duit diatas
kertas...
Investasi windows dia adalah 13 x 750rebu = 9.750.000.
Nah, dengan pendapatan minimal yg dia dapat Rp. 400rebu per hari, maka
dalam sebulan dia mendapatkan 12 juta.... lalu saya bilang, investasi
ini gak sampe sebulan udah balik modal......
Worthed khan.... :-)

>    "Taufiq A. Rachman" <[EMAIL PROTECTED] <mpiq.0511%40gmail.com>> wrote:
>
>   Untuk menjadi legal gak sulit, semua tergantung niat akan kesadaran
>   ingin berbisnis legal apa ngga, walau di lapangan saya menemukan
>   banyak juga yg gak ngerti bahwa bikin warnet itu gak semudah bikin
>   warung.... walau namanya sama, WARUNG INTERNET.. :-)
>
>   Mereka menganggap bikin warnet segitu gampang.... beli komputer sama
>   software tinggal ke Mangga Dua, mau koneksi tinggal ke Telkom, mo
>   tempat tinggal nyewa dan bla...bla...bla...
>
>
>    >> Kalau anda dulu sebelum buka warnet mengganggap itu bisnis yang susah 
> dan untungnya susah, apakah dulu anda sendiri akan buka warnet??? ^_^ Banyak 
> orang usaha yang belajar dari proses Learning by doing dan sukses, setau saya 
> nggak ada usaha yang gampang, adanya gampang2 susah lol…semua usaha punya 
> tantangannya sendiri-sendiri, jadi jangan suka menyepelekan orang lain ^_^… 
> Justru karena anda sangat hobi unjuk gigi tentang kehebatan anda di Awari,

Waduh, sepertinya ini tulisan yg kesekian puluh kali yg saya terima...
hanya saja lewat jalur umum, banyak japri yg saya terima tentang itu.
Kalo soal unjuk gigi, itu terserah pemikiran mbak anes dan rekan2
lainnya, yang jelas saya hanya memberi pandangan ke rekan2 semua bahwa
untuk benar itu sebenarnya gak sulit, tergantung pemikiran apa yg kita
terima.

harusnya anda bantu full service dong mereka yang telanjur nganggep
gampang tapi ga ngerti cara install OSS… ^_^… Kampanye BE LEGAL Awari
masih berjalan kan??? Nah dalam dunia komunikasi, kalo kampanye itu
masih berjalan, harusnya TEAM SUPPORTnya masih tersedia. Nggak ada
kampanye yg masih terus berjalan, tapi TEAM SUPPORTnya udah lewat
bates waktunya ^_^… gitu loh Pak kaidah komunikasi tak tertulis yang
secara umum berlaku dimana-mana… ^_^, nggak tau kalo ternyata kaidah
komunikasi di Awari itu lain… ^_^

Siapa yang bersedia jadi team supportnya, wong kami2 di awari ini
kerjanya relawan (gak digaji tapi pasti dimaki-maki) dan punya
pekerjaan masing2 buat nyambung hidup.
Sejak awal saya bergabung di awari sampai akhirnya kenal dengan
personality seorang judith, kekaguman itu gak hilang sampai sekarang.
Suka atau tidak, kita harus terima keadaan awari yang sebenarnya, oleh
karena banyaknya yg akhirnya gak suka dengan awari, entah apa
alasanya. Akhirnya saya memiliki pemikiran, dari sekian banyak warnet,
mental yg dimiliki pengusahanya lebih banyak yg kurang.

Mereka selalu bertanya, apa yg bisa AWARI kasih buat warnet..... tanpa
pernah berfikir apa yg bisa mereka kasih untuk AWARI.......

Apa mereka menggaji orang2 di AWARI ??

AWARI itu hanya kumpulan, kumpulan yang rata2 memikirkan diri masing2
sehingga banyak akhirnya yg memanfaatkan AWARI untuk nyari duit.

>   "Taufiq A. Rachman" <[EMAIL PROTECTED] <mpiq.0511%40gmail.com>> wrote:
>   On 6/11/06, Irwin Day <[EMAIL PROTECTED] <tayuang%40gmail.com>> wrote:
>
>   Rada susah emang kalo niat bisnis cuma cari untung semata, tanpa
>   merhatiin hati nurani & apa yg dibilang agama.... :-)
>
>   >> Dengan perkataan semacam ini, saya berasumsi bahwa anda orang yang 
> sangat mengerti agama, dan menerapkan segala sendi-sendi agama dalam 
> kehidupan anda, ditambah lagi berhati nurani sangat mulia ^_^. Lantas apakah 
> ketika ada rekan yg punya warnet tertimpa musibah karena kena sweeping 
> sebagian dari anda justru bersyukur, senang, dan tertawa ^_^.

Dasarnya kita tentunya gak bersyukur, senang dan tertawa.... mungkin
itu hanya respon dari temen2 warnet yg legal dan muak dengan temen2
sebelahnya yg illegal.

Kita hanya manusia, punya emosi yang gak terbatas.

Nggak ada satu pun orang yang mikirin hati nurani dan ngerti agama
akan berlaku seperti ini… secara nggak langsung anda menganggap
musibah yang menimpa orang lain sebagai keuntungan buat anda… ^_^  Itu
jauh dari sikap orang yang mengerti agama…^_^, jadi poinnya kalo belum
ngerti sepenuhnya apa itu agama dan hati nurani, jangan bawa2 agama
dan hati nurani… tanggung jawabnya berat loh… ^_^ Inget semua ada
balesannya… ^_^ Tolong tanya diri anda sendiri…

Nah, jikalau semua dikembalikan ke diri masing2, jelas semua manusia
gak ada yg sempurna.
Seorang yang bersalah atau bahkan yang hina sekalipun memiliki hak
untuk mengingatkan sesama umat, bahkan itu terjadi di jaman nabi.

Kalo melihat dari perkataan anda, maka yg berhak bicara agama adalah
Kyai dan Ustadz... (semoga salah).

Sedangkan nabi besar kita pun bilang, pelacur sekalipun boleh bicara
tentang agama ke siapapun. Itu adalah hak dan (sebetulnya) tugas kita
untuk menyampaikan ke siapapun.
Jadi, bukan berarti karena saya bukan kyai, saya masih bolong2
sholatnya, saya masih bisa berbuat salah.... bukan berarti saya gak
boleh ngomong soal agama ke siapa saja.

Sekarang, jika ada seorang pelacur yg menyuruh anda shalat /
sembahyang.... apakah anda akan bilang "jangan nyuruh2 saya
sholat/sembahyang.... ngaca dulu..."
Apa anda akan bilang seperti itu ???

Sepertinya saya ingin mengutip salah satu kata dari bunda Judith.....
" Senang berdiskusi dengan Anda.... "

Salam
MPIQ





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke