jika dana bisa terkumpul sampai segitu, mungkin bisa untuk nurunin bandwidth dan dibagi untuk para anggota dengan harga spesial, mungkin dengan demikian akan lebih menarik, sebab para anggota akan menerima manfaat langsung menjadi anggota AWARI. terimakasih
--- Hasanuddin Hasanudin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Usulan AWARI menjadi pelopor ENTERPRENEURSHIP DAN > INTRAPRENEURSHIP > > Perlunya organisasi AWARI mengembangkan > kegiatan/upaya tertentu secara aktif terkait > pengembangan enterpreunership (kewirausahaan) maupun > intrapreneurship (profesionalisme) kepada masyarakat > umum, khususnya yang ingin memulai berkecimpung di > bisnis warnet, baik yang memilih jalur sebagai > pemilik/pengelolah warnet maupun yang memilih jalur > sebagai profesional (konsultan, analis, teknisi, > vendor). > > Mereka adalah calon anggota yang nantinya akan > menjadi anggota AWARI, sehingga perlu di kelola > dengan baik, dengan harapan mereka menjadi > pebisnis/profesional yang handas, kreatif dan > inovatif. Harapannya, bagi calon pebisnis, mereka > menjadi tahu bagaimana memulai bisnis warnet > (Starting Your Own Warnet), tahu bagaimana mengkaji > bisnis yang baik (the comprehensive feasibility > study for Warnet), tahu bagaimana proses berbisnis > yang baik (Effective and Efficiency Your Business > Prosess), dan tahu bagaimana mengembangkan bisnis > (Growth/Sustainable Business). Dan yang tak kalah > pentingnya adalah bagaimana berbisnis yang baik > (Business Ethic). > > Sedangkan yang memilih jalur sebagai profesional, > tentunya mereka akan menjadi lebih profesional dalam > menjalankan perannya sebagai PEMASOK bagi industri > Warnet. Jika kaum profesional warnet berkualitas, > maka dapat memberikan value kepada warnet sehingga > proses bisnis warnet menjadi efisien dan efektif, > yang ujung-ujungnya meningkatnya pendapatan, > menurunnya biaya operasional bisnis warnet. > > Saya optimis, bibit-bibit calon pebisnis yang > memahami bagaimana berbisnis, akan berani dan > survive dalam berbisnis meskipun mereka mereka harus > mengeluarkan investasi untuk menghargai hak cipta > dengan membeli lisensi software original, membatasi > akses pada situs-stus tertentu, karena mereka mampu > mengefisienkan proses bisnisnya, kreatif dan > inovatif memberikan penawaran service yang > diharapkan customer, tidak kuatir kucing-kucingan > dengan aparat karena mereka memahami aspek legal, > dan tidak perlu kuatir saat ada sweeping, karena > konten komputer mereka adalah legal. > > Mengapa harus AWARI sebagai pelopor? Secara > masing-masing pribadi kan bisa belajar berbisnis > sendiri tanpa bergantung pada AWARI? > > Saya merujuk artikel bpk. Irwin Day yaitu > 1+1+1+1=12. Dari pada kita jalan sendiri-sendiri > berusaha, efek yang ditimbulkan 1+1+1+1=4. tapi > dengan adanya AWARI sebagai fasilitator dari bentuk > kerjasama antara stakeholder industri warnet, maka > efek yang ditimbulkan adalah 1 x 1 x 1 x 1 = 24. nah > lho, kok bisa? > > Secara filosofis, daripada kita bersaing saling > mematikan, mengapa sesama sebagai pesaing dan para > pendukung (vendor hardware dan software) > bergandengan tangan menguasai pasar secara efisien > dan efektif. > > Sedangkan secara logikanya begini, jika secara > normal misalnya (data hipotesis, alias kira-kira > yang sifatnya hanya simulasi saja) anggota AWARI > sebanyak 400 dengan kemampuan bisnis rata-rata > mereka hanya mampu memberikan iuran membership Rp. > 75.000,-/bln. Maka dalam setahun terkumpul Rp. > 360.000.000,-. Apa yang bisa diperbuat dengan uang > Rp. 360 juta? Hanya pengurus lah yang tahu > pengalokasiannya. Oke lah dengan adanya donator, > dibulatkan menjadi Rp. 400 juta/thn. Fasilitas apa > yang bisa dinikmati oleh member? Menurut hemat saya, > dana tersebut sangat kurang untuk suatu organisasi > sebesar AWARI, karena kita ketahui biaya lobbying > bukan lah sedikit. Bagaimana mungkin AWARI bisa > memberikan fasilitas pelayanan tambahan dengan dana > seperti itu misalnya. > > Ok, kita berandai-andai, dari 400 member > tersadarkan, dan mau ikhlas membagi pendapatannya > yang meski masih kecil dengan meningkatkan iuran > membership menjadi Rp. 100.000,-, sehingga terkumpul > dalam 1 tahun Rp. 480.000.000.- Kemudian asosiasi > supplier (vendor) hardware komputer, mau > menyumbangkan misalnya Rp. 300.000.000,- (itu jumlah > kecil bagi mereka), karena mungkin mereka berpikir > kalau bisnis warnet berkembang, maka akan > meningkatkan pendapatan member mereka, akibat > meningkatnya permintaan periperal komputer dari > member AWARI. Bisa dibuat kerjasama, member vendor > yang menyumbang, AWARI memberikan rekomendasi dan > diskon pembelian kepada member AWARI untuk membeli > periperal member vendor tersebut. Berarti sudah > terkumpul dana Rp. 680.000.000,-/tahun. > > Lalu Microsoft dan vendor software lainnya, sadar > untuk perlunya berperan serta dengan Rp. > 700.000.000,- (lagi-lagi itu jumlah kecil bagi > mereka), karena berpikir daripada mereka menurunkan > harga software agar tidak dibajak, mending mereka > ikut peran serta karena penurunan harga, jauh > berkali-kali lipat daripada Rp. 700 juta. > > Total Rp. 1.480.000.000 atau kita bulatkan Rp. > 1.500.000.000/thn. Dengan uang sebesar itu, AWARI > tentunya lebih leluasa untuk beraktivitas yang lebih > produktif, meskipun mungkin itu masih minim. Maka > dibuat lah program AKSELERASI ENTERPRENUERSHIP dan > INTRAPRENEURSHIP, dimana biayanya dialokasikan 30% > saja dari Rp. 1,5 Milliar pada tahun pertama yaitu > Rp. 450.000.000. > > Dana tersebut itu diupayakan untuk misalnya: > sosialisasi, seminar, workshop, tentang > ENTERPREUNERSHIP dan INTRAPRENEURSHIP. Tujuannya: > Meningkatnya jumlah peminat yang ingin berbisnis > warnet. > > Disatu sisi (sisi customer warnet), perlunya > sosialisasi, seminar, workshop tentang arti penting > INTERNET sebagai pusat informasi dalam mengembangkan > kualitas diri individu dalam masyarakat, yang > nantinya mereka lah akan menjadi pengguna warnet. > > Apabila usaha tersebut berhasil meningkatkan > kuantitas pebisnis warnet dan kualitas berbisnis > mereka, sehingga anggota member akan meningkat > menjadi 800 member dengan penghasilan yang > meningkat, dimana mereka secara ikhlas meningkatkan > iuran member mereka (semoga mereka tidak seperti > kacang lupa kulitnya) menjadi Rp. 200.000. Karena > biasanya, orang jika sudah kaya tidak terlalu > sensitif terhadap harga, he..he.. > > Tentunya, meningkatnya proses bisnis mereka, > merupakan trigger bagi peningkatan permintaan > terhadap hardware dan software. Sehingga asiosiasi > supplier dan software tidak sia-sia memberikan > support dana diawal. > > > > > > > Sebagai simulasi: > > 800 member x iuaran Rp. 200.000 = Rp. > 160.000.000/bln ~ Rp. 1.920.000.000/thn. > > Dari dana yang terkumpul Rp. 1.920.000.000 dapat > dialokasikan > > 30% à Rp. 576.000.000,- untuk pengembangan member > dan calon member > 50% à Rp. 960.000.000,- untuk pengembangan > software open source > 20% à Rp. 384.000.000,- untuk pengembangan > organisasi > > Itu untuk hitungan untuk 1 tahun. Anda bisa > bayangkan, jika stakeholder berkomitmen hingga 10 > tahun, akan terasa besarnya multifier effect yang > ditimbulkan. > > Jika skenario tersebut telah terbentuk, apakah > pihak Bank masih tidak melirik bisnis Warnet sebagai > industri yang tidak profitable? > > > Hasanuddin > > > > > > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > Send instant messages to your online friends > http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

