dear pak basuki dan senior2 lainnya..
  yang jadi pertanyaan apa pemerintah ..mau memaksa operator2 besar tsb  utk 
memaparkan isi dapur mereka ??.apalagi saham2 yg ada   dioperator2 besar 
tersebut sudah milik negara lain...yang sudah2  pemerintah tidak bisa apa2. 
contohnya saja kasus  IMF , CGI dll
  seharusnya pemerintah membantu warnet..karena secara tidak langsung  warnet 
sudah menyediakan infrastruktur utk mendapatkan akses   informasi bagi 
masyarakat   melalui internet.
  Mau nunggu telkom, indosat, XL menyediakan infrastruktur utk masyarakat  
kecil ?? Sampai kapan ?? Nunggu pulang modal dulu baru kasi harga murah  ke 
masyarakat ??
  Paling2 layanan yang disediakan adalah layanan coorporate yg bisa bayar  
mahal service2 mereka , menyediakan layanan utk masyarakat umum   yg murah 
?..ntar ajalah ga ada duitnya ( mungkin itu yg ada dipikiran  top management 
operator2 besar tersebut) 
  Saya punya beberapa pengalaman dengan expatriat yang kebetulan partner  
kantor kami dan mereka meminta bantuan utk penyediaan layanan internet  utk 
mereka dan ketika saya menyodorkan harga harga dari jasa dari ISP  mereka 
tercengang2 dengan harga yg ditawarkan. Why internet so  expansive in here 
..kata mereka..( karena dinegara mereka bandwidth 1  atau 2 M disana sudah 
murah sekali)
  jadi ya ..kita lihat kita dengar dan kita rasakan..episode berikutnya dari 
point ke 3 tersebut.
  
  Ferizal
  .

sahala doloksaribu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                   
               Komentar yang sangat menarik sekali Mas Bas.
    
    Salam dari Bogor,
    Sahala
    
  
  Basuki Suhardiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
                
    
    kalau aku jadi pemerintah
    'paksa' saja itu operator operator besar ,
    toh mereka punya backbone , mereka punya kapasitas di backbone domestik 
    dan International , dan punya kapasitas utk menurunkan harga ..
    
    Anda sudah pernah lihat peta backbone mereka belum ?
    Sudah pernah lihat backbone International yang lewat di Indonesia belum ?
    ada satu 'peta' yg saya pernah lihat ,ada kapasitas 2 X STM-16 dari jkt - 
    Sg , dan sudah operasional , tapi apa 'perusahaan' tersebut mau menjual
    'hanya' $ 1000/mbps (1:1) ?
    aku rasa tidak ....itu aja masalah nya ....
    kalau mereka mau menjual $ 1000/mbps , saya rasa mereka tidak akan rugi ,
    Kalau satelit dengan life time 15 tahun saja bisa untung , apalagi fiber , 
    harganya harus jauh lebih murah daripada si satelit (DVB)..
    
    Nah kalau pemerintah mau tender , harus dijelaskan ke masyarkat
    berapa harga 'jual' bandwidth nya ke masyarakat  ?
    kalau tertutup , ya sama aja boong ...:-)
    kalau 'bisa' $ 1000/mbps (1:1) atau kurang dari harga tersebut , itu baru 
    bagus ...
    
    Solusi nya sederhana ,
    bikin peta secara terbuka terutama dari telkom , Indosat dan XL
    dan harga jual nya sekalian ,
    yang penting , persaingan diantara operator tidak membuat oligopoli,
    kalau itu terjadi , ya sama saja... penguasaan hanya dimiliki oleh 
    kalangan tertentu...seperti ular ganti kulit ...
    
    Utk Indonesia , satelit masih jadi utama (backbone)  terutama Indonesia 
    bagian timur.
    dan para operator 'satelit' yg tidak bisa menjual 'backbone' nya
    menuduh para DVB (receive only)  operator sebagai 'spanyol' 
    heheheh...darimana urusannya ? 
    :D
    
    Nyatanya pada saat ada pendaftaran utk pengguna satelit two way beberapa
    saat yang lalu , yang punya ijin cuma beberapa gelintir ,
    sementara yang ribut ribut ngomong soal 'spanyol' ternyata juga tidak 
    punya ijin juga , heheheh ...
    
    Kalau DVB one way , ngapain di ributin ? dianggap spayol dll ..
    itu yang menyakitkan hati , apalagi yg ngomong orang orang yang 'ngerti' 
    bisnis ISP , dan katanya 'pembela' warnet/UKM ...
    
    Apa yang sudah aku buat negara ?
    hehehe ..banyak lah , ndak usah dibicarakan disini ,
    termasuk membuat kecamatan 4167 di seluruh Indonesia connect via tcp/IP
    sudah aku lakukan ...ini juga berkat telkom/PSN  mau 'membuka' akses 
    mereka ..
    membuat warnet pertama kali , menggunakan wireless buat 'last mile'
    dan menyebarkannya ke banyak pihak , termasuk  di datangi penguasa 
    orde baru gara gara wireless , juga pernah kita alami ...
    
    Permasalahannya yang aku ingin ungkap , sederhana saja ,
    "apakah benar , keputusan membuat backbone tersebut solusi utk 'Internet' 
    murah ? "
    
    -bsd-
    
  
    
  ---------------------------------
  Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.
  
  [Non-text portions of this message have been removed]
  
  
      
                                    

                
---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates 
starting at 1¢/min.

[Non-text portions of this message have been removed]






Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke