Pak Naswil YSH

Minta maaf baru sempat membalas aneka email bapak yang bertubi tubi karena
semasa lebaran saya harus berada di daerah utk membantu aparat negara
mencari alternatif telekomunikasi ,dengan terjadinya aneka terorisme di
daerah pelosok Indonesia saat ini menjadi sangat faham  pentingnya sarana
Telekomunikasi untuk  menunjang kinerja aparat negara  tetapi sayangnya
pihak Operator  Telekomunikasi  baik BUMN maupun Swasta sangat minim
peranannya sehingga aparat akhirnya harus menggunakan sarana satelit untuk
menunjang kinerja mereka .
Cukup surprised melihat inbox email dengan atensi Bapak terhadap komunitas
kami hingga aneka email  dari milis kami dijadikan bahasan di milis
Telematika dengan rekan rekan lain. saran saya sebaiknya bapak fahami dulu
esensi diskusi kami agar tidak terjadi perbedaan pendapat dengan rekan lain.
Mengacu dari email email bapak yang selalu di addresskan kepada pokja wsis
dan membuat statement harus ada delegasi indonesia di arena sidang
international  membuat saya harus menyatakan yang sangat berbeda ,bukan
karena tidak tertarik dengan agenda mereka melainkan berdasarkan pengalaman
yang terjadi dilapangan selama 3 tahun belakangan yang terjadi adalah kasus
demi kasus kriminalitas terjadi di dunia Warnet atau yang terkait dengan IPR
semua harus kami hadapi sendiri  tidak ada peranan atau bantuan dari pihak
mana pun juga ...

kampanye legalitas warnet yang kami jalankan sejak tahun 2005 juga atas
inisiatif sendiri melihat rekan rekan di daerah yang menjadi korban sweeping
aparat pemerintah atas kasus IPR  sehingga saat ini yang  kerap  terjadi
dilapangan mereka harus " berdamai" dengan cara cara tertentu .
karena aneka program pemerintah yang konon akan membantu warnet hanya selalu
menjadi wacana semata saja ...
apakah bapak memahami fakta yang terjadi ttg IPR dimana  warnet dan beberapa
Toko Komputer didaerah daerah tertentu justru memilih jalan memberi uang
damai kepada aparat kepolisian drpd mematuhi IPR atau menggunakan solusi
openspource  ??? fakta tersebut terjadi diberbagai wilayah di Indonesia ..
dimana pelanggaran HAKI akhirnya menjadi lahan penghasilan bagi oknum oknum
tertentu dan pemerintah hanya bisa menutup mata dengan  hal ini .

Saat 20 Unit  komputer warnet pointers yang legal tersita  hingga berujung
pemiliknya  bangkrut pun tidak menggugah pihak atau institusi manapun untuk
memberikan bantuan .tanpa support pihak manapun juga rekan pointers
menghasilkan aplikasi pinux yang saat ini banyak di gunakan warnet warnet
berbasis opensource dan dalam waktu dekat akan menghasilkan pengembangan
aplikasi baru ..
minimnya support pemerintah akhirnya melahirkan solidaritas dikalangan
warnet untuk membuat iuran kepada rekan pointers agar bisa mengembangkan
aplikasi yang jauh lebih sempurna .

jadi jika bapak masih mengagungkan pentingnya kehadiran delegasi Indonesia
di aneka sidang sidang international wsis atau hal lain  bagi kemajuan
warnet
maaf sekali dengan segala hormat saya tidak pernah tertarik untuk hadir
disana karena memahami  TIDAK ADA dampak apapun dari WSIS  bagi kemajuan
warnet  ..
apakah dengan delegasi indonesia hadir disana harga akses koneksi menjadi
murah ??
atau apakah dengan kehadiran Pimpinan MS di WSIS menjadikan  harga aplikasi
MS menjadi murah dan terjangkau bagi kantung Warnet ???
Maaf Pak bisa ditanyakan kepada ratusan warnet di mailing list awari apakah
ada keuntungannya disaat nama warnet dikatakan sebagai digital divide bagi
masyarakat ???
jangankan urusin atau komentar utk  masalah konfrence wsis  kebanyakan
warnet di komunitas kami pun tidak tahu yang namanya Kominfo atau Dirjen
Postel karena sudah terlalu sibuk untuk survive sehari hari memenuhi
kebutuhan hidup atau bertahan dari persaingan dengan tetangga karena
perbedaan Rp 500.00; [ lima ratus perak ]
IPR hanya menjadi hantu yang sangat menakutkan bagi komunitas Warnet ..
setiap kali ada diskusi di mailing list AWARI tentang  HAKI hanya sedikit
sekali yang berani komentar karena takut salah bicara .
Program Warnet Legal OS dari Microsoft ternyata dilapangan saya temui banyak
yang salah kaprah dari tujuannya semula ..

Saya memang Tidak pernah menghadiri aneka sidang International untuk bawa
nama warnet  agar menjadi harum  karena selama ini selalu disibukan oleh
kegiatan mengajar di daerah  dan berkelana dari satu daerah ke daerah lain
untuk mengurus  kriminalitas yang  terkait  komunitas warnet  .
pengalaman tersebut membuat saya memahami lahirnya regulasi IDSIRTII  dalam
masalah pendataan user .
karena tujuannya pemerintah dari regulasi ini justru melindungi kepentingan
Industri warnet dari Kriminalitas  pihak pihak yang tidak bertanggung jawab
hanya sayangnya tata cara sosialisasi yang dilakukan oleh Ditjen Postel dan
KOMINFO sangat  kurang kepada Komunitas hingga yang terjadi aturan tersebut
menjadi resistensi.

Saya hormati Bapak dengan aneka pandangan dan support terhadap komunitas
warnet  tetapi  saya pribadi tidak perduli jika memang ada "Hidden agenda"
yang dimiliki oleh pemerintah terhadap warnet biarlah mereka yang
mempertanggung jawabkan kepada masyarakat ..
kenapa kita harus pusing ?
Pengalaman mengatakan selama ini  apapun yang terjadi dengan Regulator
Komunitas Warnet hidup mandiri sendiri ..
justru mereka tumbuh kembang karena tekanan tekanan yang terjadi ..
Hingga saat ini belum ada pihak atau instansi yang membantu secara nyata
pengembangan Komunitas.warnet , Tidak juga dari pihak Bank atau Departemen
Koperasi  maupun pihak TELKOM atau Operator Operator lain  yang terkait
dengan Warnet .

tetapi tolong statement diatas tersebut jangan dijadikan alasan untuk
negatif karena kami tidak  pernah mau apriori terhadap pemerintah maupun
operator telekomunikasi  tetapi waktu dan pengalaman yang terjadi membuat
kami menjadi harus mandiri tanpa support mereka ..
Mungkin menunggu peranan regulator ataupun operator dalam membantu warnet
sama saja dengan analogi menunggu godot datang.

semoga saja analisa saya salah ..

wassalam



JMS









----- Original Message -----
From: Naswil Idris
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ;
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, October 30, 2006 4:30 AM
Subject: [Telematika] Banyak HIDDEN AGENDA tapi TOO BLUNTLY/OBVIOUS,-
HKI/IPR jadi hantu ? untuk menakuti..Rakyat yang bisa ditakuti, yg tidak ya
tetap tidak..



Pak Hidayat, Pak Mitro ,Bu Judith, Pak Rudi, Pak
Paulus, Pak Gatot, Pak Maswig, Pak SatriyaEddy, Pak
Cahyana, Pak Basuki YTH:
Pokok pikiran pak Mitro, dan Pak Hidayat sangat
briliyan, dapat dipahami dan didukung dengan sepenuh
hati.Mohon teman2 lain juga memberikan sumbangan
pendapat mencari solusi agar harga/cost ICT mangkin
murah di tingkat pengguna akhir ( last miles
customers). Dengan berpegang pada pokok pikiran pak
Mitro dan pak Hidayat mungkin kita mampu/berusaha
,tapi jangan sampai dicurigai pula sebagai
"terrorist" ( seperti pengguna Warnet) , dalam usaha
ngomong2 mengeleminir Hidden Agenda dari kaum
Birokrat di milis ini.:=)
Hidden Agenda biasanya lebih berkumpul/berpusat di
sekitar Birokrasi pemerintah , yang tujuannya mungkin
baik tapi membingungkan pihak NGO, Civil Society, PPP
dan cendrung cari kesibukan( tahu sendirilah maksud
saya, cari kegiatan , bentuk panitia, Commitee,
National ICT Board, Dewan2 ini, itu,Cabinet,
ID-SIR..., ID KTP, CCTV, pokok terkesan cari proyek
baru/tambahan),malah2 bisa mencurigakan banyak unsur
termasuk pengamat ekomomi Luar Ngeri.
Costly....Sangat membingungkan.
Rakyat,Private sector, Para Akademisi,civil Society
, "PPP" , "Connecting World", last miles customers
seharusnya TAK PERLU punya HIDDEN AGENDA, karena
mereka itu dalam posisi jadi orang baik, dan biasanya
selalu menjadi sasaran.
Begitu Pak Mitro, dan pak Hidayat sahabat ku.
SINISTER.

--- Hidayat Tjokrodjojo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pak Mitro, anda benar sekali. Seharusnya harga akan
> menjadi salah satu
> faktor penting buat kita semua.
> Kalau government menentukan "IGOS", ini sebagai
> bargaining power, tapi
> jelas2 bukan untuk "mengusir" atau "melarang"
> dipergunakannya product
> proprietary.
>
> Dengan yang jual product OS dan Tools proprietary,
> harus diajak bargaining
> sehingga win-win dan buat rakyat tentu "harga"
> adalah salah satu yang paling
> penting dan mempengaruhi perkembangan pemanfaatan
> ICT...
>
> Dulu APKOMINDO membuat MOU dengan Microsoft dengan
> tujuan agar product
> menjadi terjangkau harganya oleh masyarakat. Bagi
> Microsoft agar
> meningkatkan penjualan, ini khan sah bagi para
> pengusaha untuk berusaha dan
> melakukan perdagangan yang sehat ?
> Kalau pemerintah bisa bantu dengan negosiasi
> sehingga harga semakin murah,
> pasti juga akan berguna bagi Nusa dan Bangsa ...
>
> Pemerintahnya itu "siapa" apa harus Pak SBY sendiri
> dstnya .... (pertanyaan
> Pak Djarot) ... aku anggap tidak terlalu masalah ...
> why not ?
> Asal karena keterlibatan Pak SBY, harganya jadi
> semakin murah ? lebih murah
> daripada hasil MOU nya APKOMINDO atau baggaining
> dengan menteri2 yang lain
> ... ya toch ?
> Dikantor saya, bila perlu saya akan turun sendiri
> buat "nawar", agar dapat
> lebih murah dari pada kalau manager Pembelian saya
> yang bargaining.
> Bukannya melanggar aturan atau "melangkahi atau over
> ride" manager pengadaan
> dikantor saya (istilah keren-nya "merchandizing
> manager" hehehe), toch awal
> dan akhirnya nanti akan tetap mengikuti prosedure
> pembelian yang ada.
>
> Mbok ya oh ... kita itu ngak mempermasalahkan segala
> macam hal kecil (tetek
> bengek ini istilahnya orang dari Semarang), tapi
> ambil hal terbaik demi
> kemajuan Nusa dan Bangsa yang semakin ketinggalan
> disegala bidang terhadap
> negara tetangga ..... Mbok ya oh, ketertinggalan
> ini dianggap sebagai
> motivator external ... budaya malu dan ada keinginan
> lebih maju ...
>
> Takut sama Hidden Agenda dari pihak lain, kita juga
> boleh dan harus punya
> "hidden agenda".
> Saya yakin setiap orang yang posting disini, atau
> mengajukan usulan2, pasti
> ada "hidden agenda" nya, pasti ada.
> What Is It In For Me ? Ini motivator utama bagi
> seseorang utk melakukan
> sesuatu. Sadar maupun tak sadar ..... Ayo jujur
> tanya dalam hati anda
> masing2 atau uraikan disini WIIIFM dari setiap
> message yang anda kirimkan ?
>
> Salam, Hidayat Tjokrodjojo
> My Blog > http://www.realta.co.id/blog/
>
> WIIIFM > kalau ICT maju di Indonesia, dagangan ku
> laris. Product ciptaan ku
> bisa bersaing sama produk luar. Banyak hotel asing
> yang memilih produk luar
> hanya karena ditetapkan demikian oleh kantor pusat
> di luar negeri, sedang
> secara teknis dan alasan2 lain yang nyata2, jelas
> produk dalam negeri lebih
> menguntungkan ...
> Piye hayo ?
> Pak NI, RR, FT (Frans Thamura), Pak Eddy Satriya,
> Pak Djarot, apa WIIIFM
> anda ? Hidden agenda ???
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of S Roestam
> Sent: Sunday, October 29, 2006 10:38 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Telematika] Banyak HIDDEN AGENDA tapi
> TOO BLUNTLY/OBVIOUS,-
> HKI/IPR jadi hantu ? untuk menakuti...
>
> Pak Sinister NI, P Rudy, P Djarot, P Eddy Satria, P
> Hidayat, P MasWig,
> P Gatot, P Ismail DKK Yth,
>
> Saya sangat iri bagaimana DEPHUB menata tarif
> angkutan saat lebaran
> kali ini, kelihatannya sangat efektif, para petugas
> mencegat bis2 yg
> lewat, lalu minta beberapa penumpang turun untuk
> di-interview, ditanyai
> berapa tarif yg dipasang oleh Kondektur/Kenek. Jadi
> bila kemahalan
> diataf plafon DEPHUB, maka pemilik bis kena penalty!
>
> Analoginya bagi para penjual Software, Pemerintah
> mematok harga
> software yg wajar bagi kocek-nya Rakyat Indonesia.
> Misalnya untuk
> software2 MS, khan MS memberikan harga yg sangat
> murah bagi kalangan2
> tertentu (Gov., pengusaha2 teretentu, saya dengar
> nilainya hampir sama
> dengan nol untuk paket MS Windows plus MS Office,
> sebab hanya dihargai
> RP 3,5 juta termasuk PC-nya!). Jadi ya itulah harga
> yg wajar bagi kocek
> Rakyat Indonesia, hampir sama dengan Rp. NOLL.
> (sebab harga PC minimal
> Rp 3,5 juta)
>
> Analogi dengan pengusaha angkutan lebaran, yg bakal
> di-sweep adalah
> para penjual software yg pasang harga diluar
> jangkauan kocek Rakyat
> Indonesia, bukan malah para pengusaha Warnet, UKM,
> dll!
>
> Makanya kami dari komunitas TELEMATIKA ngotot agar
> Pemerintah
> memberikan dukungan penuh kepada Gerakan IGOS, agar
> Pemerintah punya
> bargaining position yg kuat kepara para penjual
> software Proprietary
> asing, sehingga mereka memberikan harga murah kepada
> Rakyat Indonesia,
> semurah tawaran mereka sekarang kepada Institusi
> Pemerintahan dan
> beberapa pengusaha tertentu. Jangan sampai mereka
> mencekik leher Rakyat
> Indonesia!
>
> Kalau Pemerintah tidak mampu menegosiasi buat
> kepentingan Rakyat
> Indonesia, maka percuma saja sudah teima gaji besar
> dari cucuran
> keringat Rakyat Indonesia! Lebih2 lagi kalau duit
> Rakyat dipakai buat
> kampanye demi keuntungan besar pengusaha2 Asing!
>
> Semoga saja kita semua menyadari kekeliruan kita
> selama ini, yg
> menjadikan Rakyat Indonesia (pengusaha Warnet, UKM,
> dll) bulan2an
> pengusaha2 asing!
>
> Silahkan kawan2 semua menanggapinya usul saya ini.
>
> Wassalam,
> S Roestam
>
====================================================================
>
> Bila anda ingin pekerjaan yg menjanjikan di bidang
> ICT, silahkan lihat
> di http://www.tawarankerja.com untuk rinciannya.
>
=====================================================================
>
>

__________________________________________________________
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail
(http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/)






Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke