Sebetulnya, bukan membuat bodoh bangsa ini, tapi "merampok" bangsa ini.
"Perampokan" ini sesuai dengan UU dan hukum Indonesia yang diadaptasi dari UU dan hukum perusahaan dagang Belanda VOC, yang dalam setiap paragrafnya selalu memikirkan untung-ruginya untuk sinyo Belanda. Opa At 07:11 AM 11/4/2006 -0800, you wrote: >Sepertinya sekarang kita melihat konspirasi besar untuk membuat orang >Indonesia jadi lebih bodoh lagi, lebih terbelenggu dan lebih terkebelakang >dibanding zaman penjajahan (siapa saja aktornya? pasti tau dah...). Oknum >aparat dengan dalih penegakan hukum sepertinya selalu salah tangkap. >Yaahh.... pokoke bingunglah... andai ada satu OS & SW opensource (free & >user friendly kaya Win***s bagi kalangan awam komputer seperti saya) >tentunya masalah ini tidak akan jadi benang kusut.. Paling2 tetap masalah >pungli... klo itu mah wajar... soalnya kita selalu bangga dengan >seragam... :D ato malah kurang ajar.... ga tau lah... saya cuma seorang >user yg berharap warnet langganan saya selalu eksis dan semakin baik >servisnya (terutama harga & speed). > >ote: >ya, saya sepakat dengan Pak Opa.. >sertifikasi membuat penambahan pungli tambahan lagi.. > >drakkiee > >--- In [email protected], "Michael S. Sunggiardi" ><[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Pak Yamin, > > > > Saya pribadi nggak setuju sertifikasi-sertifikasi-an, karena >dengan adanya > > sertifikasi, kita akan membuat satu komunitas yang akhirnya akan > > menghasilkan bodong-bodongan lagi. Sama kejadiannya seperti neon >box Legos > > ini. > > > > Dari awal konsep warnet dicetuskan di tahun 1996, keberadaan >warnet adalah > > untuk memperbesar pengguna Internet karena Indonesia menghadapi >kendala > > dimana masyarakatnya tidak mampu (tidak mau) membeli komputer. > > > > Visi dan misi yang sudah jelas ini, akhirnya hancur lebur dengan >masuknya > > orang-orang yang tergolong cuma mau dapet duit dan mau cepet kaya, >atau > > bahkan ada yang menggunakan warnet sebagai "barang dagangannya", >persis > > seperti jualan permen di bus kota. Kelompok bonek (bukan BoNet) >inilah > > yang merusak tatanan warnet yang sudah ada, bisa dilihat di tahun >1998, > > pada saat boom bisnis warnet, ada lebih dari 200 warnet dalam satu >kota > > skala menengah. > > > > Jadi, inti persoalan dari bajak-membajak, mengail dalam air keruh >dan > > saling potong di bisnis warnet adalah mengupayakan membangun >komunitas > > warnet yang solid dan bersih. > > > > Kenyataannya, SUSAH SEKALI mengendalikan komunitas yang >penyebarannya besar > > dan berasal dari berbagai akar yang nggak jelas, sehingga akhirnya >warnet > > di cap sebagai sarang penyamun, sarang maksiat dan tempat ngumpul >yang > > berkonotasi negatif. > > > > Upaya membentuk komunitas yang punya warna dan bersih ini boleh >dibilang > > sia-sia, seperti melempar garam ke laut, karena pada kenyataannya > > perkembangan warnet sudah tidak terkendali, berbagai konflik >internal > > terjadi, yang ujungnya sebetulnya adalah DUIT. > > > > Kalau punya waktu membaca arsip milis ini, dari awal pembentukan >komunitas > > Awari ini, saya selalu bilang, bahwa kalau mau sukses membangun >warnet, > > kita harus punya diferensiasi, harus punya warna berbeda dengan >warnet > > lain, jangan mengekor bisnis yang sudah ada - begitu laku jualan >duren, > > serentak satu jalan jual duren semua. > > > > Tipikal orang Indonesia memang seperti begitu, membebek terus- >terusan tanpa > > mikir ba dan bu, sehingga akhirnya, terjadi persaingan yang tidak >sehat dan > > merontokan bisnisnya secara keseluruhan. Lihat juga bisnis jualan >komputer > > yang untungnya hanya 2 - 3% saja, bahkan ada yang memperhitungkan > > keuntungan hanya dari blind bonus akhir tahun, juga bisnis taxi di >Jakarta, > > dimana semua taxi di cat warna biru, supaya mirip dengan Blue >Bird, karena > > Blue Bird memberikan layanan yang terbaik untuk pelanggannya. > > > > Sebetulnya, solusi terhadap kejadian ini adalah membuat pengusaha >warnet > > menjadi lebih pinter dan lebih sensitif terhadap lingkungannya, >tetapi saya > > sudah coba semuanya, dijalankan berbagai upaya dalam kurun waktu >lebih dari > > lima tahun dan hasilnya selalu kembali ke nol, sehingga saya jadi >putus asa > > dan tidak punya lagi solusi yang tepat untuk mengatasi hal ini. > > > > Dari renungan secara intensif selama lebih dari enam tahun terjun >ke > > komunitas dan masyarakat TI Indonesia, saya menyimpulkan bahwa >yang paling > > penting dalam kasus ini adalah pendidikan dasar yang harus >dibenahi, > > sehingga diharapkan, dalam lima atau sepuluh tahun ke depan, dapat > > menumbuhkan enterprener warnet yang handal, tidak sekedar membebek >dan > > meng-eksploitasi komunitas dan yang paling penting dapat berperan >dalam > > kemajuan TI di Indonesia. > > > > > > Opa > > > > > > > > > > At 01:17 PM 11/3/2006 -0800, you wrote: > > > > >Beberapa waktu lalu sempat terlintas ide dari beberapa anggota >milis ini > > >untuk melakukan sertifikasi warnet. Singkatnya seperti yg >dilakukan MUI > > >melalui sertifikasi halal dgn bukti selembar sertifikat. Untuk >warnet > > >mungkin sertifikat tersebut dapat bertuliskan Warnet Yang Baik >dan Benar. > > > > > >Tahapan untuk memperoleh sertifikat yang baik dan benar dapat >dimulai dari > > >(1) penggunaan software yang legal dan perijinan yang lengkap; >kemudian > > >diikuti (2) dengan penataan perangkat warnet untuk mencegah >perbuatan > > >maksiat dan kriminal; selanjutnya (3) pengaturan bagi pengunjung >warnet > > >berupa pembatasan waktu penggunaan untuk di bawah umur dan >pencatatan > > >identitas pengunjung. > > > > > >Seandainya sertifikasi untuk warnet berjalan dgn baik, warnet >tidak perlu > > >lagi memikirkan ada tidaknya neon box yang bertuliskan LegOS -- >baik yang > > >diberikan secara gratis untuk warnet yang menggunakan software >berbayar > > >ataupun yang diperoleh dengan membeli untuk warnet yang >menggunakan > > >software tidak berbayar. Tidak perlu lagi memperhatikan siapa >pelanggan > > >yang bertandang dan apa yang dilakukannya di warnet. Tidak perlu >lagi > > >mengkhawatirkan kunjungan mendadak dari orang tua yang mencari >anaknya. > > >Tidak perlu lagi was-was menunggu panggilan dari aparat >kepolisian atas > > >tuduhan cybercrime. > > > > > >tabik, > > > > > >Yamin Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

