Ini memang terpulang kepada "idiologi" pemangku pemerintah pak.
Hanya ada dua pilihan, memihak yang satu atau yang satunya.
Tidak ada ruang abstain.
Kalau pemerintah tahu bahwa penguasa pasar adalah pemodal besar
yang tak akan tertandingi siapapun seperti microsoft,
membiarkan 'anak-anak' bertarung dengan entity seperti itu
sudah dekat dengan pemihakan kepada yang besar.
Sebenarnya pemerintahpun pelaku pasar, setidaknya kalau kita
lihat perannya sebagai konsumen. Berapa banyak komputer
instansi pemerintah yang akan dilegalkan softwarenya? Berapa
belanja negara untuk membiayai software itu? Kemana akan
dibelanjakan, ke opensource atau ke produk Microsoft? Dari sini
saja sulit untuk mengatakan pemerintah bisa cuci tangan atau
netral.
Belum lagi peran pemerintah sebagai trend setter yang
mempengaruhi perilaku konsumen sipil. Contohnya, dalam bidang
pendidikan, bagaimana soal pengajaran komputer diatur dalam
kurikulum? Ada kebebasankah sekolah untuk memilih? Siswa akan
diuji materi yang mana, opensource apa produk microsoft? Ini
akan mengarahkan perilaku sekolah, siswa, lembaga-lembaga
kursus, rental-2 sampai warnet dalam memilih software.
Bayangkan berapa besar volume pasar itu. Apalagi dari sisi ini,
sulit untuk tidak memandang pemerintah telah memihak.
So, sambil kita mengatakan terserah apa maunya pasar, mata kita
tidak akan lepas dari perilaku pemerintah sebagai entitas
pelaku pasar itu sendiri.
Dan didalam semangat korup yang menggebu-gebu pada aparatur
pemerintah saat ini, sulit rasanya untuk bisa memihak sesuatu
yang tidak mendatangkan keuntungan. Dibutuhkan pemimpin yang
tidak cukup bersikap (seolah) netral, tetapi yang berani
melawan arus. Sudah jelas kok siapa yang semestinya harus
dipihaki.
Salam,

Sunu Prasetya



> Anda betul tentang kurang gencarnya promosi IGOS.
>
> Dalam pertemuan denagn kawan-kawan komunitas OSS,
> kawan-kawan malah tidak setuju jika pengembangan OSS ini
> dilakukan oleh pemerintah.
> Pemerintah mustinya berperan sebagai inisiator dan
> fasilitator saja, biarkan pasar yang bermain.
>
> Mari kita lanjutkan diskusi ini...
>
> Jabat erat,
> KK
>
>
>
> On Wed, 2007-02-07 at 07:01 +0000, felixfebrian wrote:
>> Kalau saya terawang lebih jauh, sebenarnya pemerintah tidak
>> serius mendukung dunia OPEN SOURCE. Project Igos hanya
>> untuk pantes-pantes saja... yang penting ada.
>>
>> Hal ini saya simpulkan setelah melihat beberapa fakta sbb:
>>
>> 1. Tidak terjangkaunya distribusi distro IGOS yang produksi
>> pemerintah, apalagi untuk daerah! Coba teman-teman,
>> tentunya susah mencari cd IGOS. yang katanya 'TELAH' di
>> distribusikan secara
>> cuma-cuma yang berjumlah 20 ribu kopi secara gratis.
>>
>> 2. Pembinaan dan perhatian oleh pemerintah terhadap
>> individu
>> pengembang Open Source yang telah exist dan terbukti mampu
>> mandiri dan diterima oleh masyarakat, bisa dibilang tidak
>> ada.
>> Award yang baru digagas, hanya 1 tahun sekali dan tentunya
>> peserta harus biaya sendiri untuk mengembangkan produk
>> mereka dan untuk ikut lomba tersebut.
>> Sebenarnya bukan AWARD yang dibutuhkan, tetapi REWARD.
>>
>> 3. Jika dibandingkan dengan program pemerintah tentang
>> Bahan Bakar alternatif minyak biodiesel, yang sampai
>> presiden pun rela iklan di televisi, dan keseriusan
>> BUMN-BUMN untuk mensosialisasian produk mereka seperti
>> iklan Telkom untuk Internet mereka yang sampai pedesaan dan
>> PERTAMINA yang mengiklankan agar menggunakan produk pelumas
>> dalam negri 'BANGSA UNTUNG ANDA UNTUNG - UNTUNGNYA UNTUK
>> KITA-KITA JUGA',  Maka apakah yang pernah dilakukan
>> pemerintah dalam hal ini DEPKOMINFO ataupun RISTEK dalam
>> memasyarakatkan OPEN SOURCE?
>>
>> Perkembangan dan pemasyarakatan penggunaan Open Source
>> jelas ada dalam kompentensi mereka, tetapi apakah
>> pemerintah BERANI untuk membuat iklan layanan masyarakat
>> tentang anjuran untuk menggunakan open
>> source? yang sudah jelas dengan menggunakan opensource,
>> akan
>> menyebabkan 'BANGSA UNTUNG ANDA UNTUNG'?
>>
>> Beberapa fakta diatas yang saya lihat sebagai indikator
>> ketidakseriusan pemerintah dalam mendukun OPEN SOURCE.
>>
>> Felix.
>>
>> > Kusmayanto Kadiman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Tks JF...
>> > Jangan lupa IGOS (Indonesia, Go Open Source !) itu adalah
>> > semangat
>> untuk
>> > membuat Indonesia ini memiliki martabat kemandirian yang
>> > tidak semata-mata didikte. persis seperti yang pendahulu
>> > kita kobarkan
>> saat
>> > mengikat persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda dan
>> > perjuangan kemerdekaan. teriakan IGOS itu serupa dengan
>> > yell MERDEKA !
>> >
>> > Jabat erat,
>> > KK
>> >
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
> Official Web Site : http://www.awari.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id




Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke