Terima kasih atas sarannya mas andri,

Ini cerita sedikit mengenai kondisi warnet di jombang. Warnet saya berdiri 
sejak pertengahan 2001. Pada saat itu dijombang ada sekitar 11 warnet dengan 
jumlah pc rata2 8 - 10 , dengan tarif antara Rp 3500,- - Rp 4500,- perjam dan 
semua menggunakan koneksi dial up telkomnet instan (karena cuma itu isp yg 
ada). Semua berjalan normal sampai akhir 2002 muncul warnet baru dengan jumlah 
sekitar 46 pc. Yang jadi masalah adalah tarif yang dikenakan oleh warnet baru 
tersebut yaitu Rp 1000,-/ jam jika hanya chatting saja (kagak bisa browsing) 
dan Rp 2000,- / jam jika untuk chatting, browsing dan lainnya. Pada saat itu 
kami para pemilik warnet kecil (8 - 10 pc) berkumpul dan ramai2 mendatangi 
pemilik warnet baru tersebut dengan maksud meminta agar tarif warnet jangan 
sampai di bawah Rp 3000,-/jam supaya warnet2 kecil bisa hidup. Dan kata pemilik 
warnet  baru tersebut bilang ini kan bisnis, jadi mau saya kasih harga 
berapapun itu terserah saya kalian tidak usah ikut ngurusi warnet
 saya, urus saja warnet kalian sendiri bagaimana agar bisa hidup, kalau tidak 
bisa ya cari usaha laen aja. Setelah kejadian itu kami tidak pernah berhubungan 
lagi dengan sesama warnet dan sampai pertengahan 2003 warnet2 kecil (11 warnet) 
yang ada dijombang pada tutup yg tersisa tinggal 2 warnet (turbonet -punya 
mochijar & zipnet - punya saya) + warnet baru tersebut. Jadi sejak pertengahan 
2003 warnet di jombang ada 3 (2 warnet kecil + 1 warnet besar). Sejak saat itu 
orang datang ke warnet seperti datang ke dokter yaitu selalu antri untuk dapat 
berinternet. Melihat kondisi seperti itu warnet baru tersebut menaikkan 
tarifnya menjadi Rp 4000,-/jam (tarif khusus chatting dihapus). Menjelang akhir 
2003 mulai bermunculan lagi warnet2 baru dengan tarif diatas Rp 3000,-/jam. 
Sampai akhir 2006 jumlah warnet dijombang ada sekitar 8 warnet (termasuk punya 
saya). Sekarang awal tahun 2007 ada sekolah buka warnet dengan tarif Rp 
1500,-/jam, dan ini sepertinya akan terulang lagi peristiwa
 tahun 2002.

andrisme <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Malam Mas 
Tamam..
 
 jika kejadian di jombang seperti itu.. mungkin adabaik nya warnet2 di
 jombang bisa kumpul2 dan mengirim utusannya untuk menemui pihak
 sekolah, dan mengajak pihak sekolah untuk berdiskusi.. mungkin pihak
 sekolah tidak mengerti atau belum mengerti efek dari harga yg dipatok
 sekolah untuk akses internetnya. 
 biasanya pihak sekolah tidaklah berpikir efek dari penurunan harga,
 pihak sekolah berfikir dengan harga yg murah, maka dapat membantu para
 siswanya atupun sdm dilingkungannya agar lebih pintar. 
 
 semoga setelah bertatap muka, ada titik terang yg bermanfaat untuk semua.
 
 beda lagi dengan program schoolnet atau diknas.. karena jika tidak
 disalahgunakan seperti di jombang tadi, sangatlah bagus efek nya buat
 warnet... :
 - karena sekolah tidaklah mampu untuk menampung semua murid nya untuk
 berjam2 berinternet di sekolah, makan pilihan bagi murid adalah warnet.
 - Murid disekolah tidaklah bisa sebebas di warnet, padahal, semakin
 seorang mengerti tentang internet, maka dia akan penasaran dan pengen
 terus terus dan terus.. dan akhirnya.. akan pergi kewarnet.
 - para guru jadi lebih sering memberi tugas yg berbau internet, jika
 dikerjakan disekolah tidak mencukupi waktunya, maka dampaknya.. murid
 juga ke warnet.
 -semakin banyak sekolah yg berInternet, maka semakin banyak orang bisa
 internet.. maka imbas nya juga ke warnet.
 - dst dst..
 
 jadi, seharusnya.. kita bersyukur dengan adanya program2 seperti itu,
 semakin banyak orang mengerti internet, maka WARNET akan semakin
 dibutuhkan.
 
 " bener gak sih ?? "
 
 eNBe :
 salah satu wnet saya di pinggiran kota, jd rame gara2 sekolahan deket2
 situ pada berinternet ria :))
 
 -- isme -- :)
 
 ------------------------------
 ------------------------------
 
 --- In [email protected], Badrut Tamam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 >
 > Di Jombang ada proyek dari diknas yaitu diknas ngambil bw 512 dari
 astinet (telkom) yang nantinya bw tersebut akan di bagi2 untuk lab2
 sekolah sejombang. Sekarang bw 512 sudah aktif (on line), dan
 terhubung ke salah satu lab sekolah (stm) yang nantinya akan di
 sharing ke seluruh lab sekolah sejombang. Tetapi pada saat ini bw 512
 tersebut sebelum di sharingkan ke lab2 sekolah, sudah di komersilkan
 (stm tersebut buka warnet). sekarang  di jombang ada warnet baru
 (untuk umum) dengan  bw  512  dari  astinet  (telkom) dengan  tarif 
 Rp 1.500,- /jam   dikelola oleh sekolah (stm) dan warnet baru tersebut
 bebas beaya operasional karena bw 512 tersebut dibayar oleh diknas.
 listrik, gedung dan komputer ikut sekolahan. Dan pendapatan masuk
 kantong guru, akibatnya warnet2 umum dijombang pada terpukul oleh
 warnet baru tersebut.
 > 
 > 
 > salam
 > 
 > BT
 
 
     
                       

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/0It09A/bOaOAA/yQLSAA/vbOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke