He..he..he.. Nggak mas.  Wong ini memang media untuk saling melemparkan 
ide/gagasan dengan tujuan menemukan informasi yang mungkin 'belum kelihatan' 
dari sisi kita.
Saya sendiri setuju, komponen warnet memang terdiri dari yang mas Budy 
sampaikan... wong saya dulu juga pernah punya WARNET di kota kecil (kampung 
halaman) di BLORA. 

Saya melemparkan gagasan tadi, karena berdasarkan pengalaman, dulu waktu saya 
punya WARNET di BLORA, cost untuk link sendiri 4 kali lipat dari yang sekarang, 
bahkan lebih. Wong waktu itu kami pasang unlimited 64 Kbps (astinet), dengan 
harga 6jt. Dengan idealisme yang meluap, Warnet sempat hidup selama 3 bulan, 
yang akhirnya collapse karena digerogoti cost link internet tersebut yang 
(kalau dibanding sekarang) naudzubillah mahalnya.. :)

Dengan tarif link sekarang yang seperti itu, saya malah berfikir, jangan-jangan 
biaya listrik sekarang menempati porsi tertinggi operasional warnet. (kalau 
dulu khan kalau tidak salah, di warnet kecil saya di Blora urutan cost dari 
yang tertinggi->terendah : link,penyusutan, listrik dan pegawai).

Kembali ke masalah ini, saya menggarisbawahi bahwa kalau kita hanya memberikan 
service yang 'biasa-biasa' saja, maka bisa-bisa kurang menarik minat 
pengunjung. Harus ada value added lain...  Kenapa ? karena, kalau cuma sekedar 
ingin nginternet, sekarang ini banyak sekali sarana akses internet gratis.  
Sebagai contoh di semarang, buaaanyyaaak banget sarana intenet gratis. Di 
Semarang Computer Center-Matahari,SriRatu,  3 Monkeys Pool, Tung de Blang le 
Resto, E-Plaza, Bandara, Bleu Pool, Pocket-side Pool, Javamall, Citraland, 
hampir semua kampus/universitas.... semua ada akses internet wifi gratis..tis.. 
Sementara, pengguna gadget yang dilengkapi WIFI semakin banyak dan murah (baca: 
notebook AXIO lengkap dengan kamera dan WIFI, sekarang cuma dijual 4,3jt).

Demikian dari saya.. semoga ide ini mendorong inisiatif berikutnya (dan saling 
share) kira-kira value added apalagi ya yang bisa di tumpangkan di WARNET. Biar 
pendapatan tidak menurun.... Kemana lagi target market WARNET ini ? Haruskah 
ikut-ikutan ke 3G? (baca: Girls, Games& Gambles)

Salam hormat,
-Yoko-

  ----- Original Message ----- 
  From: [EMAIL PROTECTED] Cafe 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, April 09, 2007 4:34 PM
  Subject: Re: [asosiasi-warnet] TARIF WARNET STANDART MESTINYA TURUN...


  aloo Mas Taryoko

  Sebelumnya saya ucapkan salam perkenalan dulu nih...
  bukan maksud untuk menggurui atau pun hal negatif lainnya tapi hanya untuk 
memberi tahu hal yang saya tahu.

  selain biaya Bandwidth Internet ada lagi biaya yang harus kita (Pemilik 
Warnet) keluarkan misalnya :

  - Biaya Listrik (karena ga mungkin gratis, apa lagi pake AC bisa kena mahal)
  - Perawatan Komputer (kalo komputer rusak siapa yang mao ganti ?)
  - Perawatan AC
  - Perawatan Meja dan Kursi
  - Gaji Operator

  Coba tolong dipikirkan lagi apa mungkin dengan biaya Rp. 3000,-/jam bisa 
untung ? (kecuali warnetnya rame terus nonstop itu dengan asumsi minimal punya 
10 pc)

  kadang kita mesti sadar ga semua rekan-rekan kita mendapatkan situasi dan 
kondisi yang sama. jadi soal tarif untuk menjadi lebih murah mungkin kebijakan 
masing-masing pengelola warnet.

  saya mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung perasaan mas Taryoko.

  regards
  Budy Sagita
  PLaNets Cafe

  TARYOKO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Rekan-rekan...

  Menurut pendapat saya, tarif warnet yang standart, harusnya turun. Tarif 
standart itu apa ? tarif warnet yang 'hanya untuk internet-an' saja, tanpa 
value added yang lain.
  Kenapa ?
  - Telkom telah meluncurkan tarif baru yang menurut saya 'luar biasa murah'. 
Ambil contoh yang tarif SPEEDY TIMEBASE. Disitu tertera harganya 
Rp.200rb/50jam. Overtime-nya adalah Rp. 25/menit. Artinya per-jam-nya hanya Rp. 
1500,- !! 
  Bayangkan jika warnet (terutama yang kecil-kecil deh), yang hanya pasang PC 
kurang dari 10 pc, maka paket ini akan sangat pas. Berarti kita hanya perlu 
modalin Rp. 1500/jam!. Padahal (mestinya) okupansi rata-rata sebuah warnet yang 
'sehat' sekitar 30%. Jadi, kalau ongkos produksinya hanya 1500/jam(untuk 
aksesnya saja), maka dengan tarif yang dibelakukan saat ini (yang biasanya 
diatas 3000rb/jam), maka sudah sangat balik modal...

  - Jika kita tidak menyesuaikan, lama-lama jika pengguna sadar bahwa ongkosnya 
'cuma 1500/jam', pelan tapi pasti mereka akan mencoba membeli LANGSUNG tidak 
lewat warnet.

  Demikian pendapat saya, 

  salam hormat

  -yoko-

  [Non-text portions of this message have been removed]





  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

  [Non-text portions of this message have been removed]



   

[Non-text portions of this message have been removed]



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke