--- AkuRek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bila anda serius untuk bersikap legal, menjunjung
> tinggi ketentuan perundangan 
> yang berlaku, pasti akan menyatakan bahwa prosedur
> saat ini sudah amat mudah, 
> sederhana, transparan dan cepat (termasuk proses
> evaluasinya).
> 
> Masalahnya, orang belum memulai, mencoba, merasakan,
> bahkan bertanya pun belum 
> akan tetapi sudah menyatakan seolah kondisinya masih
> seperti 5 tahun yg lalu. 
> Isu semacam ini yang seharusnya kita bantu luruskan,
> agar mereka pebisnis ISP 
> yang memang serius dan beritikad baik dan
> menginginkan legalitas, tidak jadi 
> merasa ditakut-takuti. Cobalah dan rasakan bedanya
> :)

Oke deh, dalam waktu dekat saya tes saja, lihat bukti
nyatanya nanti dan insya allah akan saya posting
reviewnya disini.  Kalau tata caranya memang sangat
mudah, saya akan bicara jujur, hitung2 ikut
mensosialisasikan "layanan baru" pemerintah yang
cepat, bebas kkn, dll.  Kalau masih sulit ya mungkin
pandangan orang selama ini benar bahwa jangankan
pengurusan ijin di pusat, sedangkan ijin di tiap kota
bahkan KTP pun tak lepas dari uang.

> Di satu pihak, saya tidak setuju apabila semua
> inisiatif penyelenggaraan jasa 
> diperlakukan sama dengan pandangan naif bahwa
> semuanya hanyalah UKM yg motif 
> utamanya mulia, ingin mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tidak semua UKM mengatasnamakan mencerdaskan kehidupan
bangsa, UKM saya tujuannya hanya mencari nafkah saya
dan karyawan, tidak mengatasnamakan siapa2. Berbeda
dengan petinggi2 komunitas/organisasi yang beberapa
diantaranya bermulut manis tapi dibalik itu usahanya
juga pake Ampli, kok nggak disweeping juga?

> Akan tetapi ternyata tak 
> lebih dari musang berbulu domba, yang menunggangi
> komunitas untuk kepentingan 
> diri sendiri dan memberikan layanan semau gue yang
> merusak tatanan industri 
> padahal pajak tidak mau bayar, bhp apalagi, jangan
> harap mau menjalankan uso 
> bahkan karyawannya pun tidak diperlakukan dengan
> layak.

Tidak semua UKM (bahasa halusnya ISP gelap ya)musang
berbulu domba, ada juga kok ISP terang yang serigala
bermulut harimau yang juga merusak tatanan industri,
memakai 5,8 seenaknya, ampli sesukanya, bahkan juga
karyawannya tidak lebih diperlakukan layak dibanding
ISP gelap.

> Faktanya, banyak sekali yang mengaku UKM, bisnis
> kecil, misalnya RT/RW Net, 
> tapi punya puluhan BTS

Saya ada beberapa BTS, bukan untuk gagah2an, tapi
untuk mengeliminir pengaruh ampli yang diantaranya
dipake oleh isp terang.  Bahkan dengan bbrp BTS,
client gak perlu invest apa2, asal punya genteng,
mudah bukan?

> membeli bandwidth 
> tidak resmi dsb.?

Resmi kok, via Indosat, bahkan akses lokal yang mahal
pun bayar, supaya mencegah pake 5,8 atau 2,4
ber-ampli.
ISP terang juga demen kok benwit gak resmi, istilah
pacarannya jalur belakang (bekstrit)

> Kalau mereka ini, atas nama
> kreatifitas komunitas, harus 
> dilindungi karena dianggap UKM, apa bedanya dengan
> preman?

Tapi ada juga preman berseragam, udah legal tapi
serampangan, dan tetep tuh nggak ada tindakan juga.

> Lantas bagaimana 
> dengan tatanan industri, fairness bisnis,
> keberlangsungan dan pengembangan 
> industri serta hak-hak para pebisnis resmi dan
> memenuhi kewajiban kepada 
> negara sebagaimana mestinya, yang dirugikan oleh
> para preman ini?

Bisnis dikita ada yang begini:
1. formal/legal, esensi dan etika berbisnis tercapai
2. formal/legal, esensi dan etika bisnis tak tercapai
3. non-formal, esensi dan etika berbisnis tercapai
4. non-formal, esensi dan etika berbisnis tercapai
yang bagus yang pertama, yang terburuk yang keempat.
tapi lebih mending yang ke-3 daripada yang ke-2

> Maka, saya tetap berkeyakinan, bagaimanapun juga,
> yang semacam ini tetap harus 
> disikat, ditertibkan dan hukum ditegakkan.

Sikat, Gusur, Ancam, lantas apalagi...
Setuju hukum ditegakkan, tapi harus adil, dan harus
dilihat penyebabnya.  Jangan sampai seperti orang demo
ingin ketemu presiden, trus presidennya sengaja gak
keluar supaya yang demo marah, trus bakar2an lantas
baru ditegakkan hukum, sudah bosan melihatnya.

> Karena
> mereka inilah yang bersikap 
> merusak tatanan

Tapi juga menggairahkan penetrasi internet yang
pemerintah tak sanggup membukanya, membuka lapangan
kerja yang pemerintah pun habis akal buat bikin
lowongan, mengisi perut karyawan yang negara pun tak
sanggup ngurus isi perutnya.

> sesungguhnya mereka ini yang
> membuat frekuensi kacau

hmm, another single suspect?

> harga 
> terjun bebas

bukannya speedy yang terjun bebas? speedy isp terang
kan? akibatnya ISP terang yang lain turun harga juga. 
ISP gelap juga mau gak mau turun harga.  Jadi siapa
yang main harga?
ISP gelap sih gak kuat modal buat main dumping2
begituan, kita gak bisa main harga, kita main service.

> kualitas layanan tidak jelas justru
> karena merasa mendapatkan 
> perlindungan dan legitimasi komunitasnya.

Malah kami sering memberikan edukasi kepada para calon
pelanggan yang mindset otaknya dah diformat sama
marketing ISP terang, dibodoh2in terus sama
marketingnya.

> Akibatnya,
> selalu merasa benar dan 
> terus menyalahkan pihak lain

kita dalam posisi defensif, masa nyalah2in pihak lain.
 Yang suka nyalahin pihak lain biasanya dalam posisi
agresif...

> terutama pemerintah.

Pemerintah yang harus membuktikan bahwa dirinya
sekarang berubah, bersih, public servicesnya bagus. 
Buktikan pada rakyat...
Jangan rakyat ditakut-takuti di ancam di usir di
intimidasi supaya percaya bahwa pemerntah sudah
berubah..

> Padahal, inilah yang tidak 
> benar dan harus dilawan. Karena sudah terbiasa
> melanggar, maka mereka menjadi 
> beranggapan bahwa sudah seharusnya melanggar itulah
> yang dibenarkan. Kita 
> harus berani bilang, bahwa kalau Pemerintah sudah
> bersikap benar, wajib kita 
> bela juga.

Ini juga termasuk didalamnya ISP terang kan, mereka
juga kadang terbiasa melanggar dan beranggapan
melanggar itu dibenarkan, mari kita juga benahi ISP
terang.

> Kalaupun harus tebang pilih, maka kerjasama dengan
> komunitas harus benar-benar 
> dilakukan dengan baik untuk menentukan manakah UKM
> yang patut dilindungi dan 
> justru diberdayakan agar bisa memenuhi aspek legal
> formal dan manakah yang 
> itu memang musang berbulu domba. Tetapi pada
> prinsipnya, jangan tolerir suatu 
> pelanggaran, apalagi yang sudah jelas tendensinya
> memang sebenarnya bisnis.

Setuju, jangan tolerir pelanggaran yang juga dilakukan
oleh ISP terang, karena ISP terang jelas tendensinya berbisnis.


       
____________________________________________________________________________________Building
 a website is a piece of cake. Yahoo! Small Business gives you all the tools to 
get online.
http://smallbusiness.yahoo.com/webhosting 


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke