On 5/25/07, hendrian deddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dimata hukum tidak ada perkecualian (sayang di milis ini tidak ada tim hukum 
> yg bisa memberikan pendapat hukum). Kalo ada suatu organisasi yang 
> menoleransi (atau pura-pura tidak tahu) anggotanya untuk melakukan 
> pelanggaran hukum, ini berarti organisasi itu juga  melakukan pelanggaran 
> hukum karena melindungi suatu perbuatan yang melanggar hukum. cmiiw.

Kalo yang dimaksud pak hendrian adalah awari, saya rasa awari tidak
menoleransi bahkan tidak pura-pura tidak tahu dengan anggotanya yg
melanggar hukum. Awari sangat tahu dan oleh sebab itu di awari semua
diarahkan untuk tidak melanggar hukum. Sebagai organisasi, awari
sangat tahu apa yg dilakukannya dan awari tidak melindungi anggotanya
yg tetap melanggar hukum karena semua dikembalikan ke tanggung-jawab
anggota masing-masing, awari hanya memberikan penyuluhan dan
pemberitahuan serta solusi. Masalah ingin memilih kembali ilegal atau
tetap ilegal dengan berbagai macam alasan itu kembali ke masing-masing
tanggung jawab anggotanya.

Seperti saya pernah berkunjung ke sebuah pesantren yang menampung anak
jalanan dan tunawisma, ustad disana selalu memberikan ceramah,
mengajak shalat, mengajar mengaji semua penghuni yang tinggal disana
tanpa paksaan. Padahal sebagian anak jalanan itu ada yg menjadi
pemalak, mencopet, bahkan penodong. Sang ustad tidak menolak mereka
untuk tinggal di pesantrennya, sang ustad tidak protes ketika mereka
ga mau shalat, ga mau ngaji dan tetap berbuat jahat. Sang ustad tetap
selalu bijak dalam bertindak, penuh kharisma, tetap baik dan tidak
membedakan. Sehingga beberapa penghuni pesantren tersebut akhirnya
bisa tersadar, entah karena kharisma ustad tersebut, entah karena
ceramah ustad tersebut setiap subuh dan isya, atau entah karena sebab
lain. Ketika salah satu penghuni yg penjahat tertangkap hukum, sang
ustad tidak membelanya karena itu adalah buah akibat perbuatan sang
penghuni pesantren tersebut.

Terkadang, exklusifitas itu bukan membuat segala yang diinginkan tercapai.
Tetapi tetap menerima dan saling pengertian akan tanggung jawab
masing-masing itu bisa membuat keadaan menjadi lebih baik daripada
harus terkotak-kotak dengan exklusifitas.

>  Sebagai sebuah organisasi resmi Awari tentunya tidak bisa melindungi 
> pelanggaran hukum karena itu seharusnya anggota Awari 100% legal. itu 
> idealnya, tetapi karena di Indonesia itu hukum belum menjadi panglima maka 
> segalanya jadi absurd.

Di negara manapun, hukum tidak ada satupun yang menjadi panglima.
Silahkan pak hendrian pilih negara mana di dunia ini yang hukumnya
menjadi panglima. Penyelewengan selalu terjadi, penyalahgunaan selalu
terjadi.
Bahkan, hukum agama yang dibuat oleh Tuhan pun masih tetap tidak
diikuti dan seringkali diselewengkan manusia.

>  Saya bermimpi kalo suatu saat Awari mendeklarasikan bahwa anggotanya 100% 
> legal. Jikalau ada yg ilegal, silahkan diproses hukum. Namanya juga mimpi, 
> biasanya gak mungkin terwujud.

Bagi saya, didunia ini tidak ada yang tidak mungkin. Apapun bisa
terjadi, bahkan mimpi muluk sekalipun bisa terwujud kok.

Regards,
~Gudel~


Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke