On 6/11/07, Nuredi Kusuma Rianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya pribadi rasanya besarnya/kecilnya bandwidth yang > menentukan cepat/lambatnya koneksi. > Di USA dgn $399 anda bisa mendapatkan 1,5 Mbps > Di Indonesia ? dgn harga segitu dapat 64 Kbps atau 24 > kali lebih kecil.
Mungkin perlu di informasikan lagi pak, apakah di USA dengan $399 itu mendapatkan bandwith 1.5 Mbps secara murni (dedicated clear-channel 1:1) ataukah dengan sistem sharing seperti halnya ADSL atau RT/RW net atau yg banyak ditawarkan beberapa ISP Wireless di negara ini. Terkadang kita terkagum dengan angka 256 Kbps, 1.5 Mbps dan angka yg lebih besar dari itu tetapi tidak melihat teknologi dan topologi apa yg digunakannya. Ketika rekan2 kantor saya ribut soal koneksi 3G yang katanya was wess itu, saya cuma bilang, tunggu aja waktu sampe bottle-neck itu tiba. Dan sekarang2 ini mereka yg dulu merasa ngebut pake 3G sekarang sudah mulai merasakan koneksinya LAG entah kenapa, ketika mereka tanya ke saya, simple saya jawab "Overload...." Yang perlu diperhatikan adalah kualitas bandwith pak, bukan kuantiti bandwith. Karena kalo mengikuti kuantiti kita akan mengikuti kuota yang ada, semakin terpenuhi kuota, semakin turun kualitas dan ketika kualitas tersebut ambruk, sudah jelas itu terjadi overload kuota. sedangkan kalo kita mengatasnamakan kualitas, maka quantiti brapapun ga akan pernah masalah. > Masalah software, saya rasa windows $70-$80 / pc > bukanlah harga atau sesuatu yg perlu diributkan. > Krn ini kan hanya initial cost, bukan fixed cost. > Mengingat warnet yang strategis dgn 60 pc bisa > menghasilkan 2,5 jt/hari. > Kalau omset tdk sampai segitu berarti tempat tidak > strategis atau miss management. > Namanya juga bisnis, begitu juga dgn microsoft mereka > hanya menjalankan bisnis. Untuk hal ini saya sangat setuju dengan pendapat anda. Ketika warnet merasa mampu membayar bandwith puluhan juta setiap bulannya, saya ga yakin mereka ga mampu membeli software asli. Karena seharusnya software asli itu sudah dimasukkan ke dalam rencana anggaran belanja awal, bisa disamakan dengan membeli PC, atau disejajarkan dengan membeli peripheral seperti VGA atau Modul Memory. Hanya saja, masih ada yg terlena untuk lebih memilih membajak dan membayar "keamanan". Karena pemikiran yg sempit bahwa kalo bisa pake bajakan knapa harus beli yg bukan bajakan. Mungkin arah pemikiran ini yg harus diluruskan. Karena saya melihat banyak ternyata warnet-warnet kecil dengan biaya pas-pasan malahan mereka inginnya legal dan menggunakan solusi alternatif seperti open-source. Justru warnet-warnet besar yg (maaf) angkuh dan mampu beli asli tetapi mereka memilih membayar "pajak" bulanan dan pake bajakan kemudian membabat habis konsumen warnet-warnet kecil itu tadi. Dan ketika PUSAT turun tanga ke lapangan, sudah jelas "keamanan" yg tiap bulan di bayar itu akan tutup mata dan cuci tangan, tinggal di warnetnya itu teriak "AWARI kemana nih kalo udah gini, hehehehehe" Itu nyata dan terjadi, saat mereka ketakutan mereka akan mencari penolong seperti asosiasi AWARI ini. Namun ketika mereka aman dan kipas-kipas dengan lembaran seratusan ribu, mereka akan tanya "apa untungnya saya masuk AWARI, apa benefit saya masuk AWARI" Hehehehe, lucu namun nyata dan terjadi. Wassalam, Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

