Saya ada masukan untuk penetapan harga, semoga berguna. Penetapan harga ditentukan oleh dua aspek, aspek operasional dan aspek pasar. Kedua aspek tersebut menjadi pembatas (range) harga jual (sewa).
1. Aspek operasional adalah BATAS BAWAH yaitu batas harga rata-rata terendah, yang jika ditetapkan, maka dalam pelaksanaannya, pendapatannya selama satu waktu tertentu adalah sama dengan biaya operasional atau sering di kenal dengan istilah Break Even Point (BEP). Jadi hitung dulu BEP nya dari biaya operasional. Cara hitungnya bisa liat di buku2 manajemen atau tanya ama om goggle. Atau bisa liat juga di Blog nya mas Irwin Day. Di Makassar sih, aku kemarin itung harga batas bawahnya sekitar Rp. 2.700 - Rp. 3.000 dengan asumsi tingkat akuntasi 10-12 jam. semakin tinggi tingkat akupansinya, semakin rendah BEP nya. kalo di Makassar sih, katanya, rata-rata akupansi 10-12 jam. Mungkin di daerah lain lebih tinggi. Tapi sebagai pebisnis, sebaiknya naikkan 1-2 jam dari rata-rata akupansi. 2. aspek pasar adalah BATAS ATAS yaitu batas harga rata-rata tertinggi, berdasarkan survey warnet2 lain di DAERAH DIMANA KITA BUKA WARNET (jangan disurvey tempat lain, daya beli masyarakat (bisa bertanya sama beberapa orang). Misalnya hasil survey diketahui rata-rata warnet termahal Rp. 7.000, anggap saja itu BATAS ATAS. Jadi penetapan harga bisa ditentukan antara harga Rp. 3.000 sampai dengan Rp. 7.000. Kemudian hitung biaya investasi (XXX) yang telah dikeluarkan, nilai XXX dibagi 18 bulan (jika ditargetkan balik modal 18 bulan). Hasilnya dibagi 30 hari, kemudian dibagi lagi jumlah tersebut dengan asumsi tingkat akupansi. Terus bagi lagi dengan jumlah komputer client. Misalnya ketemu nilai Rp. 1.380, maka Rp. 3.000 + Rp. 1.380 = Rp. 4.380. Dibulatkan menjadi Rp. 4.500. Nilai pembulatannya lumayan gede untungnya lho, 120 (4.500-4.380) x 12 jam (akupansi) x 20 PC x 30 = 700rb sampai 900rb./bln. Hasanuddin --- In [email protected], "Putu Sudiarta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear friends, > > Dalam menentukan harga sewa per jam warnet biasanya kita ada pilihan: > 1. harga murah, dgn harapan dapat volume pemakaian yg besar > 2. harga yg lebih tinggi, karena asumsi tingkat penggunaannya gak > begitu besar, atau jumlah perangkat ga memadai untuk jumlah volume > besar > > Volume besar bisa berarti jg biaya listrik dan depresiasi alat2 yg > lebih besar jg. > Biasanya kita pake cara coba2 untuk mengetahui tingkat harga paling > efektif yg bisa memberi keuntungan optimal. > > Dari pengalaman boss2 yg udah lama berbisnis di warnet (atau bisnis > apapun), klo boleh bagi2 cerita, pilihan manakah yg lebih > menguntungkan dalam penentuan tingkat harga? > > Salam, > Putu > Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

