>----- Original Message ----- >From: Edi Wibowo >To: [EMAIL PROTECTED] >Sent: Tuesday, August 14, 2007 1:24 PM >Subject: Fw:Re: HATI-HATI BELI RUMAH DI TSS DEPOK KARENA BISA MAKAN KORBAN JIWA > > >dari milist sebelah.... > >Shirazali Mawji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >Akhir 2005 kami tertarik membeli 1 unit rumah Taman Serua Sawangan (TSS), >Jln. Palem Blok A1 No.1 Depok, type 60 (indent) karena spesifikasi bahan >bangunan dan gambar yang tertera dalam brosur sangat bagus, misalnya: >kusen, pintu, jendela menggunakan kayu borneo, wastafle (untuk type 45 >keatas), dll. Iming2 yang bagus ini juga diperkuat oleh pemilik perumahan >TSS sendiri yaitu Bapak H.Gozali dan marketingnya yaitu: Ibu Ariesta Tri S >/Arien, sekaligus Bapak Satria Arif Ananda (sang Direktur) dan Bapak Priyo >(Bagian Teknis). > >Singkat cerita, kami memenuhi Ketentuan dan persyaratan dari pihak TSS >maupun KPRnya Bank Niaga dengan tepat waktu tanpa penundaan, baik dalam >segi keuangan maupun administrative. Keanehan yang pertama kali terjadi >yaitu adanya tiga kali pembatalan pelaksanaan akad kredit dengan alasan >informasi yang tidak sinkron antara pihak TSS dan Bank Niaga, sehingga >karena ragu kami membatalkan pembelian, tapi dirayu oleh pihak TSS dengan >iming2 akan diberikan subsidi dari developer berupa suku bunga fix setahun >12.25% (bunga umum saat itu 14%). > >Beberapa hari setelah akad kredit, kami dihubungi pihak TSS untuk >pelaksanaan serah terima rumah pada hari Sabtu tanggal 15-Okt-2005 akan >tetapi kami menolak karena kondisi rumah belum terpasang pompa air dan >listrik. Bahkan sampai 2 minggu setelahnya, fasilitas tersebut masih belum >dipenuhi dan pihak TSS masih tetap memaksa untuk SERAH TERIMA dengan >alasan serah terima rumah tidak ada hubungannya sama sekali dengan >pemasangan listrik dan air, padahal jelas tertulis pada brosur bahwa >serah terima rumah sudah termasuk pompa air, listrik, dan rumah siap huni. >Kemudian pihak TSS memberi masa CLAIM 1 bulan, hal ini tidak sesuai dengan >pembicaraan sebelumnya yang seharusnya masa claim adalah 3 bulan, karena >ternyata ada banyak hal yang harus di-claim antara lain sbb: >a. Seluruh jendela tidak dapat dibuka atau ditutup dengan baik, dan >kaca jendela tidak sesuai dengan ukurannya sehingga terlihat jelas ada >celah dianta ra kaca dan kusennya. >b. Pintu tidak simetris sehingga apabila dibuka atau ditutup akan >rusak. Selain itu, pada daun pintu ada celah sehingga dapat melihat keluar >maupun kedalam. >c. Kayu kusen, pintu, dan jendela yang digunakan pihak TSS tidak >sesuai dengan spesifikasi pada brosur yang seharusnya kayu BORNEO. >d. Apabila hujan turun, air beserta binatang2 (ular, katak, cacing, >dll) masuk dari pintu belakang ke ruang tamu dan kamar, kemudian keluar >melalui pintu depan (seperti saluran sungai layaknya). Hal ini membuat >lantai dan tembok menjadi kotor, serta repotnya kami memindahkan barang2 >yang terendam air. >e. Bak saluran air dibawah kran yang terletak di belakang dan depan >rumah belum dibuat. >f. Pagar bagian kanan (posisi dilihat dari depan rumah) tidak >diples ter dan dicat pada bagian dalam dan luar. Hal ini tidak sesuai >dengan rumah contoh dan gambar pada brosur. >g. Tembok rumah bagian depan kiri atas (posisi dilihat dari depan >rumah) retak dan terlihat jelas dari luar maupun dari dalam. >h. Pagar bagian depan rusak akibat tertimpa dahan pohon. >i. Atap bocor, terutama pada ruang tamu dan dapur. >j. Bak kamar mandi bocor. >k. Washtafle belum dipasang, dll. > >Beberapa bulan kami menunggu pengerjaan claim yang tidak kunjung >diselesaikan, maka kami memutuskan untuk menambah/merenovasi bagian >belakang rumah (lihat point d.). Dalam proses tsb, kami menemukan bahwa >kayu rangka plafon yang digunakan bukan kayu Borneo seperti yang tertulis >pada brosur. Karenanya kami langsung claim kembali dan Pihak TSS segera >mengganti dan memperbaiki rangka plafon, akan tetapi kayu yang digunakan >tetap tidak sesuai dengan spesifikasi pada brosur. > >Puncak bencana dari TSS yaitu pada hari Sabtu pagi tanggal 17-Mar-2007 >kami dikejutkan oleh pagar rumah yang rubuh sepanjang 15 meter. Hal ini >dikarenakan pihak TSS membangun pagar tidak menggunakan pondasi. Kami >kecewa sekali dengan hal ini karena diawal pembangunan rumah, kami sudah >mengingatkan pihak TSS mengenai pondasi. Kami sampaikan hal ini kepada >pihak TSS, akan tetapi tidak ada tanggapan atau tindaklanjut dari pihak >TSS, bahkan telpon dari kami-pun tidak diangkat, sekalipun diangkat tidak >ada jawaban kemudian ditutup kembali, kalau ditemui-pun tetap tidak mau >menerima kedatangan kami. > >Bayangkan kalau saat pagar rubuh kami atau anggota keluarga sedang berada >disekitar situ, bukan tidak mungkin akan memakan korban luka atau nyawa >seperti halnya bocah 4 tahun yang tewas tertimpa lemari/rak di incident >CAREFOUR! Kami sangat kecewa diperlakuan sperti ini oleh pihak TSS, untuk >itu kami sarankan kepada rekan-rekan agar berhati-hati membeli rumah di >TSS, jangan terpengaruh oleh janji manisnya... kalau bisa JANGAN PERNAH >TERPIKIRKAN UNTUK MEMBELI!!! > >Disini saya tidak punya kekuatan apa-apa, untuk pihak TSS mohon BUKTI >NYATAnya dari ucapan anda. Semoga anda sekalian masih punya hati nurani >Amin. > >Ade Ms, >Konsumen TSS > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > >
Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

