--- In [email protected], Huda Net <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> On 8/31/07, widyasatu <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >  jadi, kalau ada pendapat segar, mengapa warnet linux kurang dinikmati
> >  (apa statemen ini benar ?) mohon pencerahan
>
-------------------------------------------------------------------------------------------
> HudaNet's reply:
> 
> Saudaraku Widya dan saudara-saudaraku se-mailing list AWARI yang 'ku
cintai
> 
> Menurutku, pernyataan itu tidak benar.

MaaP, pak/bu HudaNet, tulisannya saya potong biar ga kepanjangan :)

Saya ingin berbagai info sedikit. Kebetulan pagi tadi saya baru saja
selesai memigrasikan warnet yang kena tilep oknum sweeping. Seharian
saya amati ternyata tidak ada pertanyaan aneh-aneh seputar Linux. 
Mengapa ...? Karena sekarang Linux sudah berubah banyak dan sangat
mudah untuk dipergunakan.

Warnet tetap penuh sekalipun mereka tahu ada sesuatu yang telah
berubah di dalam komputer yang biasa mereka pergunakan. 
Kejadian ini membuktikan bahwa warnet linux tetap dinikmati.

Buat rekan-rekan yang ingin menggunakan Open Source, jangan ragu dan
jangan terpengaruh dengan suara-suara negatif yang terus mencoba
menghambat gerakan "Indonesia, Go Open Source"

 
> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Ini pendapat
>  saya.......
> >WARNET, dibangun untuk BISNIS.... bukan untuk SOSIALISASI SOFTWARE.
>
------------------------------------------------------------------------------------------------
> 
> HudaNet's reply:
> 
> Angin mengantarkan kata-kata ke telinga-telinga kita "Oooh tenang
saja, kan ada aplikasi pengganti. ini dia cd-nya sudah disiapkan.
Silahkan dinikmati setelah membayar sewa kamarnya!"
> 
> Oh yah benarkah begitu kenyataannya?
> 
> Jika memakai aplikasi pengganti yang selama ini pengunjung tidak
pernah gunakan seperti openoffice. Bukankah harus mengajari dahulu
pengunjungnya? Apakah ini yang dinamakan "sosialisasi software"? Lalu
apa yang membedakan dengan warnet linux?
> 
> Contoh lain chatting, aplikasi yang digunakan bukan mirc yang biasa
digunakan pengunjung. Bukankah harus mengajari dahulu pengunjungnya?
Apakah ini yang dinamakan "sosialisasi software"? Lalu apa yang
membedakan dengan warnet linux?
> 
> 
> Bukan untuk sosialisasi software ..... ? Benarkah?
> 
> Jawabannya tidak benar. Warnet merupakan wadah sosialisasi software


> WARNET, dibangun untuk BISNIS  .... bukan untuk SOSIALISASI >SOFTWARE.

Ya .. setuju sekali pak Taufiq. Semua pengusaha warnet membangun
warnetnya untuk mencari keuntungan. Namun terkadang pengusaha warnet
menjalankan bisnisnya dengan kejam dan tidak berperasaan. 

Mengapa ? Coba pikirkan, mereka beralih sendiri menggunakan Linux,
tanpa paksaan. Ternyata kemudian mereka tidak mampu memasarkan
bisnisnya yang berbasis Linux. Kemudian mereka menyalahkan Linux
dengan mengatakan Linux tidak layak untuk bisnis karena hanya membuat
bisnis menjadi collaps.

Sebetulnya yang salah yang mana ..?
Pengusaha yang mau cari enaknya dan tidak mau mempromosikan bisnis
Linuxnya atau Linux yang tidak mampu dipakai untuk pengusaha warnet ?


Semua bisnis perlu promosi .. disini pak Taufiq menyebutnya sebagai
sosialisasi. Adakah perusahaan yang tidak mengandalkan promosi untuk
memajukan bisnisnya ? Tengok perusahaan-perusahaan besar yang terus
aktif berpromosi - baik lewat koran, majalah, radio ataupun Televisi -
padahal mereka sudah dikenal luas oleh publik.

Mengapa pengusaha warnet - yang notabene - jauh lebih kecil dari
perusahaan-perusahaan besar tersebut tidak mau berpromosi (baca :
mensosialisasikan) produknya yang berbasis Linux ?

> 
> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Open-source merupakan pilihan, tetapi pilihan itu tentunya harus
> >berdasarkan evaluasi yang mendalam, mulai dari demand penggunaan,
> >target user yang akan dicapai, hingga penentuan posisi lokasi.
>
------------------------------------------------------------------------------------------------
> HudaNet's reply:
> 
> Benar, setuju. Inti-inti yang diucapkan saudara kita, Taufik harus
menjadi bahan pertimbangan kita sebagai pengusaha warnet.

Setuju juga.
Namun ada suatu cerita menarik tentang bisnis dan lokasi yang perlu
disimak :
Nun di suatu pelosok yang jauh dari keramaian, dimana penduduknya
belum mengenal peradaban dan  maaf, belum mengenakan pakaian -
datanglah dua salesman yang diutus oleh  perusahaan pembuat bra
bertaraf internasional untuk mensurvey lokasi tersebut. 

Salesman A menyatakan lokasi ini sangat tidak prospektif dan tidak
layak untuk memasarkan produk bra disitu. Namun salesman B berpikir
lain, ia melihat lokasi ini sangat prospektif karena 100% penduduk di
lokasi ini adalah calon customer yang sangat potensial.

Salesman mana yang benar ? A atau B ...?
Silakan putuskan sendiri akhir ceritanya.
Keputusan Anda menentukan tipe pemikir seperti apakah Anda.


> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Sekarang kita melihat kenyataannya saja, berapa banyak Warnet Linux
> >yang bangkrut dibandingkan dengan yang sukses ??? ada yg punya data
> >ini ???
>
------------------------------------------------------------------------------------------------
> 
> HudaNet's reply:
> 
> Mailing list AWARI adalah saksi sejarah warnet-warnet yang tumbuh
kembang dan ada yang sudah meninggalkan dunia kita. kenyataan itu
harus kita terima dengan lapang dada karena tiada yang abadi di dunia
ini. 
> 
> Berapa banyak warnet yang sudah meninggal dunia padahal
warnet-warnet tersebut memakai aplikasi bajakan dan mempunyai modal
sampai ratusan juta? kurang apa? cobalah ditengok walau hanya sesaat!
Dengan segala kerendahan hati berkenan kiranya dibuka-buka lagi arsip
di mailing list AWARI ini!
> 
> Ujung-ujungnya ternyata kita harus mempunyai ilmu pengetahuan dalam
berwirausaha.  Kunci utama apapun usaha yang kita lakukan, apapun
sistem operasi yang kita gunakan.
> 

Bangkrut tidaknya suatu usaha, lebih tergantung dari pengusahanya,
bukan produknya. Dengan produk yang sama, pengusaha A bisa menjual
banyak, sedangkan pengusaha B dibuat jatuh bangkrut oleh produk ini.
Mana yang salah produknya atau pengusahanya ?

Pernahkah membayangkan air putih bisa menjadikan seorang pengusaha
AQUA menjadi kaya raya ? namun ditangan Anda air putih hanyalah air
putih dan tidak membuat anda menjadi konglomerat. Apakah ini berarti
air adalah suatu produk yang jelek karena tidak bisa membuat Anda kaya
raya ?

Come on, pak Taufiq. 
Be positive ...!

Untuk kemajuan bersama pengusaha warnet, mari kita terus menyuarakan
suara-suara positif dan tidak bernada melemahkan lainnya.

 
> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >harus difikirkan macam2 tentang kelebihan & kekurangan OS tersebut
> >seperti yg saya tulis dibawah ini :
> >OS Windows :
> >Kekurangan : MAHAL !!!!, tidak bebas Virus, malware, spyware.....
> >Kelebihan    : Support Games, Support berbagai device multimedia,
> >hampir 100% produsen hardware priferal dapat digunakan by
> >Windows......
> >OS Linux :
> >Kekurangan : 90% tidak Support Games, tidak semua produsen 
> >hardware periferal dapat digunakan by Linux.....
> >Kelebihan    : KAGAK BAYAR alias GRATISS !!!!, Bebas Virus, malware,
>  spyware.
>
-----------------------------------------------------------------------------
> 
> HudaNet's reply:
> 
> 
> Maka apalah guna game center kita usahakan dengan menebar benih
game-game bajakan, jika satu masa akan memanen razia? 
> 
> Tentang Game Center Linux
> 
> Terbersit rasa ingin tahuku, apakah benar kita tak bisa bermain
dengan pinguin peliharaan kita? Aku cenderung untuk mengatakan bisa!
Yang menjadi masalah kerana kita jarang bermain bersama pinguin
sehingga terbentuk satu citra pinguin terlalu tinggi hati, enggan main
bersama.
> 

Pak Taufiq, sebaiknya Anda tidak terus menyudutkan Linux jika Anda
tidak mengerti secara persis apa itu Linux. 

Pak Rusmanto (pemred. InfoLinux), bisakah bapak bantu membuktikan
bahwa opini pak Taufiq (Linux: 90% tidak Support Games) ini 100% salah. 

(NB: Perlu rekan-rekan semua ketahui, Pak Rusmanto ini orang yang
sangat baik hati dan sabar. Sekalipun produk yang menjadi sumber
penghasilan utamanya terus dihujat, tetapi tidak pernah menyatakan
amarahnya).

Oh ya, buat rekan-rekan yang ingin mengenal puluhan game online /
multiplayer Linux dari berbagai kategori (FPS, RPG, Strategy, Sport,
dll), silakan melihat screenshotnya di http://www.pclinux.web.id/ pada
menu Distro Warnet Linux & Game Centre Linux.

Tersedia juga versi DVDnya yang siap dipergunakan tanpa perlu melalui
proses instalasi lagi dan tanpa harus mengganggu OS lainnya.

Semoga informasi ini bisa membuka wawasan rekan-rekan bahwa Linux
tidaklah seburuk seperti yang dikumandangkan oleh suara-suara negatif.

> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Kekurangan : tidak semua produsen 
> >hardware periferal dapat digunakan by Linux.....

> HudaNet's reply:
> Tentang Hardware , Peripheral
> 
> Sesungguhnya yang kita perlukan hanyalah hardware & peripheral di
warnet yang dikenali pinguin. Masa sekarang ini pinguin sudah banyak
mengenal mereka. Epson termasuk yang aku kagumi karena untuk hardware
yang terbaru sudah ada driver linuxnya. tak perlu khawatirlah.
> 
> Oh yah jika ada pembuat perangkat keras yang tak menyediakan driver
pinguin untuk produknya, berlapang dada dan ringankan tangan untuk
mengirimkan email keluhan kepada pembuat perangkat keras tersebut

Eks. Menkominfo kita juga berpikiran sama dng pak Taufiq. 
Lebih baik bertahan dengan OS yang sudah biasa dipergunakan dan
membuang uang negara milyaran (atau bahkan triliunan) rupiah daripada
mengganti printer -yang tidak Linux friendly- yang sebetulnya hanya
ratusan ribu harganya. 

Rekan-rekan, kalau mau komplain tentang hardware, sebaiknya layangkan
komplain tersebut ke pembuat hardware, karena merekalah yang
mendapatkan keuntungan dari hardware yang anda beli, bukan Linux dan
konco-konconya.

> 
> From: Taufiq A. Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >Jawabannya kemudian dipecah menjadi 5 pertanyaan :
> >1. Apakah warnet perlu User Games ?
> >2. Apakah warnet CUMA perlu User Internet ?
> >3. Apakah warnet perlu SUPPORT hardware periferal ?
> >4. Apakah warnet perlu TUTOR kepada User ?
> >5. Apakah warnet perlu maintenance ?
> >Jawaban realistis saya adalah dari pertanyaan tersebut adalah :
> >1. YA!!!, kenyataan yang ada user games 70%, sedang user internet
only >cuma 30%
> >2. TIDAK !!!! pengguna koneksi internet terlama adalah CHATTER
> >3. YA!!!, orang yg dateng ke warnet ga cuma make KONEKSI Internet....
> >4. TIDAK !!!! membuang waktu dan mengurangi kinerja operasional.....
> >5. YA !!! untuk update software, antivirus, games-online, dll.....
> 
> 
>
-----------------------------------------------------------------------------
> HudaNet's reply:
> 
> 1. Harus dipisah antar pengunjung game center dan pengunjung warnet.
RIBUTNYA ITU LOOOH mengganggu pengunjung warnet, sehingga harus
berdesis berkali-kali hanya sekedar untuk menenangkan suasana. aku
tahu dari keisengan membeli vga cardex 128 MB. Test case apakah ada
yang berminat bermain bersama pinguin. Ternyata ada yang mau bermain
bersama pinguin, padahal tarifnya tetap aku samakan dengan tarif
warnet Rp. 5000,-/jam (Tarif dari game-game center tetangga Rp.
2000-3000,-/jam, tarif warnet-warnet tetangga Rp. 3000-4000,-/jam).
Padahal selama ini gembar-gembornya pinguin tidak bisa bermain, hanya
bisa buat server saja, tidak bisa buat desktop. 
> 
> 2. Tidak. dari pemantauan pengunjung, warnet untuk mengerjakan tugas
kuliah, sekolah, kantor dsb, tidak berarti mereka harus berinternet.
Main games harus dipisah dari warnet, RIBUT! game center saja deh jika
hendak bermain!
> 
> 3. Tidak. Bukan tanggung jawab warnet. Pembuat hardwarelah yang
harus mensupportnya. Kebetulan hardware yang aku pakai di warnet (HP
Deskjet 3744 tinta infus, Samsung ML-1470 tinta refill, Scanner Canon
Lide 25, Espson Stylus, Bluetooth, Card Reader, Webcam) dikenali
pinguin. dalam hal ini, aku tidak menemui kendala
> 
> 4. Ya. Tidak perduli sistem operasi yang digunakan, jika memakai
aplikasi yang tidak biasa pengunjung gunakan seperti openoffice,
chatting non mirc, gimpshop dll, operator warnet harus siap sedia
dengan senyum manis ramahnya membantu. KECUALI jika pengusaha warnet
tersebut mempunyai cukup harta untuk membeli perangkat lunak yang
biasa pengunjung gunakan.
> 
> 5. Ya. jika aku yang awam ini diperkenankan membandingkan, sungguh
lebih mudah memelihara pinguin. update dan upgrade bisa sambil jalan
warnetnya :)
> 
> Salam Damai
> HudaNet


Masih banyak ya yang perlu dikomentarin ..?!!!
Capek Dech ...



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke