http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/teknologi-informasi/1id21806.html

Jumat, 07/09/2007 06:42 WIB

Warnet kembali keluhkan sweeping peranti lunak
JAKARTA: Para pengusaha warung Internet (warnet) terancam gulung tikar 
karena maraknya sweeping peranti lunak di berbagai daerah di seluruh 
Indonesia hingga menelan kerugian sekitar Rp300 miliar dalam setahun 
terakhir.
Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) Judith M. S. Lubis 
menandaskan usaha kecil menengah tersebut praktis tidak sempat tumbuh dan 
berkembang layaknya industri lainnya karena aksi sweeping yang merajalela di 
mana-mana.
"Padahal warnet merupakan tulang punggung perkembangan teknologi informasi 
di Tanah Air yang mampu menjangkau lapisan masyarakat hingga yang paling 
bawah serta bisa menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mengurangi 
kesenjangan digital," ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.
Aksi penertiban dan sweeping oleh aparat kepolisian terhadap warnet sangat 
marak dalam sembilan bulan terakhir, terutama karena penggunaan software 
illegal. Aksi seperti itu pernah berlangsung cukup lama pada periode 
2004-akhir 2005 namun sempat terhenti karena adanya imbauan dari Kementerian 
Ristek serta adanya kebijakan MSRA (Microsoft Software Rental Agreement) 
dari Microsoft.
Aksi sweeping tersebut kembali marak. Bahkan menurut Judith, surat MSRA pun 
tak mampu membendung aksi penertiban warnet tersebut.
"Kami mendukung penegakan hukum, namun jangan sampai penegakan hukum 
tersebut cuma jadi lahan bisnis sejumlah oknum dan kelompok tertentu saja," 
tandasnya.
Menurut catatan Awari, sepanjang Januari hingga awal September tahun ini, 
terjadi aksi penertiban yang terjadi pada 10 warnet di Malang, delapan unit 
di Sidoarjo, Semarang sekitar enam unit, dan di kota-kota lainnya seperti 
Kediri, Solo, Cilacap, Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan lainnya yang 
jumlahnya belum tercatat namun diperkirakan secara keseluruhan telah menelan 
korban lebih dari 100 unit warung Internet.
Menurut pemilik warnet Point Net Semarang Hendrian Deddy, potensi kerugian 
setiap bulannya bisa mencapai Rp90 juta per warnet per bulannya karena 
anjloknya omzet sehingga dalam setahun warnet tersebut langsung tutup.
"Kerugian lainnya berupa penyitaan komputer, printer, dan lainnya sehingga 
total kerugian bisa mencapai Rp300 juta," ujarnya melalui e-mail.
Belum lagi, tambahnya, kerugian nonmateriil a.l. menghadapi tekanan dari 
berbagai pihak, diinterogasi pihak kepolisian, dicemooh berbagai pihak 
karena dianggap tidak menggunakan software legal yang tidak bisa ditukar 
dengan materi.
Oleh Arif Pitoyo

Bisnis Indonesia


Catatan : Angka 300 M tsb merupakan estimasi dari wartawan Bisnis Indonesia 
dari perkiraan kerugiaan warnet warnet korban sweeping secara menyeluruh di 
Indonesia .

'  be legal '



Official Web Site : http://www.awari.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke