*3.000 Dolar AS untuk Pornografi Setiap Detik*

Jakarta (ANTARA News) - AWARI (Asosiasi Warung Internet Indonesia)
mengungkapkan, di dunia sebanyak 3.075,64 dolar AS dibelanjakan untuk
pornografi setiap detiknya.

"Statistik industri pornografi pada 2006, setiap detiknya 3.075,64 dolar AS
dibelanjakan untuk pornografi," kata Ketua AWARI, Irwin Day, dalam jumpa
pers tentang internet sehat bagi anak-anak di Kantor Depkominfo, di Jakarta,
Jumat.

Mengutip data sebuah situs internet reviewer, Irwin mengatakan, pendapatan
industri pornografi global pada 2006 sebanyak 97,06 Miliar dolar AS, dengan
empat besar negara peraih pendapatan terbanyak yaitu China sebanyak 27,40
Miliar dolar AS, Korea Selatan sebanyak 25,73 Miliar dolar AS, Jepang
sebanyak 19,98 Miliar dolar AS dan Amerika sebanyak 13,33 Miliar dolar AS.

Dia mengatakan, sebanyak 28.258 pengguna internet melihat konten pornografi
dan sebanyak 372 pengguna internet mengetikan kata kunci berkaitan dengan
pornografi.

Irwin mengakui dirinya belum mendapatkan data yang terkait dengan industri
pornografi.

Mengutip data dari Alexa, Irwin mengatakan, 7 dari 100 top site Indonesia
adalah situs porno dan 15 dari 100 top site dapat ditumpangi konten porno.

Untuk memblokir akses situs pornografi, katanya, ada tiga teknik penyaringan
yang dapat dilakukan yaitu penyaringan di PC, penyaringan di proxy/cache
server dan penyaringan dengan menggunakan DNS (Domain Name System).

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Urusan Hak Sipil dan Partisipasi
Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan, Sri Pardina Pudiastuti mengatakan,
pihaknya bekerjasama dengan instansi pemerintah lainnya melakukan berbagai
upaya untuk memblokir situs-situs pornografi yang sangat berbahaya bagi
pertumbuhan dan perkembangan psikologi anak.

"Anak-anak Indonesia sejak dini perlu mendapatkan bimbingan dan informasi
yang memadai tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan internet,"
kata Sri Pardina.

Sedangkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan internet yang
sehat bagi anak antara lain mendorong penegakan hukum yang tegas terhadap
pelanggaran, mengadakan kampanye penggunaan internet sehat bagi anak.

Dia mengatakan, pihaknya juga berusaha dengan pihak lain untuk mendorong dan
mengembangkan dibuatnya situs-situs untuk anak-anak.

Sedangkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Masnah Sari,
mendorong adanya kerjasama secara terpadu antara pemerintah, orang tua,
keluarga, dunia pendidikan, masyarakat dan dunia usaha untuk meminimalisir
dampak negatif internet pada anak-anak.

"KPAI menghimbau orang tua dan keluarga untuk mendampingi anak ataupun
anggota keluarganya yang berusia anak dalam menggunakan internet,"
katanya.(*)

COPYRIGHT (c) 2008
http://antara.co.id/arc/2008/7/25/3000-dolar-as-untuk-pornografi-setiap-detik/


-- 
Aldo Desatura (R) & (c)

========
" Lebih mudah memaafkan orang yang salah daripada yang benar .... "


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke