Kejadian ini membuat saya ngakak sepanjang jalan menuju warnet tadi. Tapi mungkin bisa menjadi pelajaran bagi anda para owner untuk mengambil OP yang minimal... ya... udah dikasih pelajaran "hospitality" dasar banget lah...
Alkisah ada sebuah warnet baru di deket pertigaan yang deket sebuah supermarket di sebuah perumahan terkenal di Bandung (yang sering baca komplain saya pasti tau dimana). Dan sebenarnya semenjak tiga hari yang lalu saya udah pengen nyoba itu warnet. Biasanya karena warnet baru, penghuninya masih sedikit, jadi bandwidthnya masih maksimum, dan masih relatif bebas virus. Kebetulan, malam ini saya kudu mengambil email. Ah jajal, sekalian SPEEDTEST warnet baru. Akhirnya saya jalan ke warnet itu... Begini ceritanya... Adi (A): Ada yang kosong mas? Si OP berdiri dan kemudian melihat sekeliling seperti kebingungan... OP (O): E... disini aja mas... Si OP kemudian mem-boot komputer. O: Mau Windows atau Linux mas? Hah? dual boot nih? hmm... Tapi karena ga bawa peralatan tempur untuk Linux, makanya... A: Windows aja. Emang linuxnya apa? Paling ubuntu... O: Linspir mas (ngomongnya lembut bgt, tapi lebih ke kayak kebingungan, plus ngebacanya juga literal, linspir) A: Apa? O: Linspir (masih lembut) A: Hah? O: Linspir (agak kerasan dikit) A: Oh Linspire! (en: linspaier, http://www.linspire.com/), nanti lah, windows dulu aja. Weks... ngomongnya kok "tukulista" banget yah? Ah sudahlah, bukan itu tujuan saya. Windows ter-boot, dan kemudian saya berusaha memasukkan flash disk ke port, agak macet, tapi akhirnya berhasil juga. Dan berhasil pula direcognize oleh Windows. Deng... problem number #1. Billingnya crash, ga mau menampilkan button. A: Mas, billingnya ga mau keluar. O: Oh... Santai si mas OP ke workstation saya, kemudian saya perlihatkan monitor saya. A: Ini billingnya crash mas... O: Kalo gitu pake linux aja mas. Karena saya lagi males beradaptasi ulang, plus ini adalah trial, saya nggak mau ngambil resiko berlebihan dulu. A: Nggak, saya ingin Windows aja. Bukannya saya nggak bisa Linux, saya nggak mau. Lagian mas-nya dikasih windows kayak gitu aja udah kayaknya kebingungan. O: Oh ya sudah. Saya pun berdiri, kemudian belum saya bertanya soal gimana kalo "pindah komputer" aja, eh si mas OP nya udah duduk manis lagi balik ke meja billingnya, dan rasanya kok sedang enggan diganggu oleh user atau calon usernya. Walah... Ini warnet mau dikasih duit apa enggak sih? Atau jangan jangan OP-nya lieur? Ngakak saya keluar dari warnet itu, berharap mudah mudahan kunjungan saya yang berikutnya, sang OP udah sadar dari "lieur"-nya... Saya pun jalan ke warnet yang saya gunakan sekarang ini. Untuk warnet yang saya maksud... maap, anda memulai dengan rating yang buruk, "E" :) -- Adi D. Jayanto PS: Setelah saya cek, linspire juga bayar tho... hohoho... dual boot, dua duanya bayar... berapa ya modalnya... :) ------------------------------------ Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

