--- On Sun, 21/9/08, Ainul Hakim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Ainul Hakim <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [asosiasi-warnet] Daftar Warnet Linux 2008 dan 7 Alasan Utama 
Mengapa Warnet Mulai Beralih Ke Linux
To: [email protected]
Date: Sunday, 21 September, 2008, 2:10 PM


>> 7. EKONOMIS biayanya sehingga bisa menghemat banyak keuangan warnet.

>

> 7. Anehnya banyak warnet linux yang harganya sama dengan warnet

> windows. logikanya, jika komponen os dikurangi, seharusnya warnet

> linux untuk break-even-point yang sama dengan windows, tarifnya lebih

> murah, bahkan semakin murah untuk tahun berikutnya.

> sekian pengalaman saya...

benar sekali, jika sparingnya adalah warnet yang pake win orig,

parahnya adalah warnet yg pake linux dan win orig kudu ber sparing

partner dengan warnet win bajakan..... . jadi yaa harganya amburadul.

Jutru warnet linux yang berani menggunakan tariff sama dengan warnet

win patut diacungi jempol, karena secara bisnis (sekalilagi secara

bisnis) dia bisa menjual warnetnya dengan tidak murahan, walopun bahan

bakunya relatif murah.


-- 

Ainul Hakim
http://hakim. SmartIKON. com
Linux User #417333 Ubuntu User #16430
Awari Member # 17
Semarang Linux http://semarang. linux.or. id http://ubuntu- semarang. org
    
    __,___
        
         
Di warnet saya, ada diferensiasi harga antara client windows dan linux. 
Meskipun selisihnya tidak jauh berbeda. Namun disatu sisi, Saya setuju jika 
JANGAN ada diskiminatif harga. jika linux dibuat turun jauh harganya, maka 
image akan mempengaruhi penilaian "kualitas" linux. Faktor harga bagian dari 
marketing mix, dimana marketing mix dilakukan bertujuan salah satunya adalah 
positioning. positioning adalah masalah image. Jadi faktor Image adalah faktor 
utama alasan mengapa harga sewa internet untuk client jangan di diskriminatif. 

Selain itu, jangan salah... biarpun OS nya gratis, namun tidak sepenuhnya 
"gratis". ada biaya-biaya yang harus ditanggung oleh warnet, yaitu biaya 
edukasi pasar, biaya maintenance (upgrade dan update, membutuhkan setidaknya 
akses internet dan itu adalah biaya, biaya pelatihan operator, biaya). Anggap 
saja, linux adalah produk baru [bagi segmen pasar tertentu], biasanya biaya 
pemsaran produk baru lebih besar daripada biaya pemasran produk yang sudah 
establish. Jadi faktor biaya ini, adalah salah satu faktor pendukung asalan 
mengapa harga sewa internet untuk client jangan di diskriminatif. 
        
Lalu mengapa di tempat saya tetap ada perbedaan harga? di tempat saya, saya 
tetap memposisikan bahwa harga sewa client windows dan linux harga nya sama, 
kalaupun ada perbedaan harga sebesar Rp. 500,- maka itu biaya promosi dalam 
bentuk diskon yang kami berikan. yang namanya promosi, ada masa berlakunya, 
jika saya lihat, ada peningkatan jumlah akupansi, berarti itu menunjukkan telah 
berhasil edukasi pasar [khususnya customer kami], maka diskon ditiadakan, dan 
biaya promosi tersebut yang sebelumnya saya berikan ke customer, akan saya 
alokasikan ke dalam bentuk ad-print seperti handout, atai brosur singkat ttg 
penggunaan linux. Untuk sementara ini, biaya promosi di tempat saya, tidak 
membedakan OS, masih fokus pada konsep pemasaran warnet secara keseluruhan. 

Biarkan mereka memilih dulu apakah OS linux atau windows, karena faktor harga, 
setelah mereka menjadi habit, baru setelah mereka terbiasa, lalu dilalu harga 
dinaikkan sama dengan windows, tapi harus ada nilai plus, yaitu tadi, pemberian 
cuma-cuma materi promosi knowledge produk dalam bentuk handbook misalnya. 

Kebijakan yang saya ambil, tentunya tergantung pada kondisi daerah kami di 
Makassar, atau tepatnya, kondisi amatan pada customer kami. Tentunya, 
kondisinya akan berbeda di kota lain atau di warnet lain. 

biar bagaimanapun, kebijakan manajemen tetap diatas kebijakan teknis. dalam 
kebijakan manajemen, terdapat kebijakan pemasaran, kebijakan keuangan, dan 
kebijakan operasional/SDM, dan kebijakan teknis itu sendiri. dan ini relatif 
sekali jika diperbandingkan antar warnet. Karena kondisi tiap warnet 
berbeda-beda. 

Satu lagi... biaya OS adalah masuk kategori biaya investasi, bukan masuk biaya 
operasional. Dalam penetapan harga jual, proporsi biaya operasional lebih besar 
daripada biaya investasi. Biaya investasi akan susut dengan sendirinya, 
sedangkan biaya operasional nyaris bersifat tetap setiap bulannya. So... fokus 
lah pada biaya operasional... oh iya, biaya service masuk dalam kategori biaya 
operasional lho, salah satunya, gaji operator, AC, kebersihan dll.   

Hasanuddin
Torajanet
http://hasanuddin.torajanet.com


        
        


        
        
        




      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

------------------------------------

Official Web Site : http://www.awari.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke