--- In [email protected], Arief Mirathan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> apakah rata rata OP warnet itu untuk menhidupi diri sendiri / sudah berkeluarga atau cari kesenangan sambil belajar >  kalau dipertimbangkan masalah lajang atau menikah, nanti timbul kesenjangan. prestasi kerja kan tidak berhubungan dengan status. > jangan jangan nanti OP karena merasa kurang pas dengan kondisinya akan memberikan layanan yang tidak baik pada warnet tersebut. jadi rugi lah pengusaha warnet. dia pikir kewajiban sebatas berapa nilai jasa yang dia dapatkan masalah kepuasan, tidak hanya karena gaji saja. selain itu, juga sikap pemilik kepada karyawan atau lebih tepatnya, bagaimana hubungan humanis nya, mempengaruhi kepuasan karyawan. di warnet saya, kadang saya jadi diktator (he.he.), kadang saya juga jadi teman baik bagi mereka. Tergantung keadaan. Saya menganggap operator ku bukan bawahan saya, tapi adik saya, yang kadang perlu di "elus" dan kadang perlu di "tendang" (he.he.) agar mau maju. itu lah bentuk pendidikan moral. feed back nya akan pengaruh juga ke sales juga dalam jangka menengah. dalam 11 bulan ini, turn over karyawan sangat rendah. hanya 3 operator yang keluar. itu pun karena 2 kerja di perush besar, dan 1 karena hamil. Untuk bisnis service kayak warnet, tidak bagus kalau karyawan sering2 keluar masuk. Melatih teknis mungkin mudah, yang penting bikinkan buku panduan, masalah beres. tapi, operator yang menjiwai pelayanan yang baik ke customer, butuh waktu. di tempatku, rata2 butuh waktu 5-6 bulan. ada juga operator yang 2 bulan sudah bisa, karena faktor bakat. Apakah saya memberikan gaji yang besar? tidak... beda tipis dengan UMR. tunjangan cuman uang harian + transpor + tunjangan internet (he.he.he.). Ada teman saya cerita, dia punya teman yang punya perush, gaji OP udah pasti gede, tapi setiap hari kata2 "kotor" diterimanya. Bertahan kah dia? ternyata bertahan... tapi dia tidak memberikan pelayanan yang baik kepada customer saat bos sedang keluar. Selain itu, masalah layanan yang tidak baik, faktor gaji kurang berpengaruh, yang terpenting, adalah, si boss mau nggak sering-sering monitor, komunikasi dengan operator. Buat rekan-rekan operator di milis, pertimbangkan lah jangan hanya besarnya gaji, tapi bagaimana tunjangan, bagaimana suasana keakraban (masalah budaya internal warnet), kesempatan untuk belajar. Itu penting dan berharga! saya bisa katakan demikian, karena saya pernah merasakan kerja di perusahaan yang buruk budayanya dan juga di perusahaan yang budayanya sangat kondusif yang membuat kita nyaman untuk bekerja, dan membuat hidup kita berarti. Hasanuddin torajanet http://hasanuddin.torajanet.com ------------------------------------ Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

