Diambil dari http://www.deskapahendri.com/2008/11/18/penipuan-menggunakan-nama-jasman-panjaitan/ Baru satu hari saya memasang iklan rumah ibu saya yang akan dijual, saya sudah ditelpon oleh pembeli yang menyebut namanya sebagai Jasman panjaitan dari Kejagung. Anehnya Bapak itu orang Batak kok logat jawanya kental sekali. Keanehan kedua adalah dia menjadi pembeli yang demikian mudah, langsung deal tanpa susah susah mau melihat dulu rumah yang akan dibelinya. Mungkin informasi di iklan melalui internet itu sangat jelas, sehingga tanpa harus melihat dia langsung deal. Orang Kejagung pasti banyak uangnya, begitu pikir saya. Uang tanda jadi akan ditransfernya sore hari, sejumlah 30 juta rupiah. Lalu dia minta no rekening saya. Karena ada tamu saya tidak langsung kirim. Kemudian dia menelpon saya, minta dikirim no rekening saat itu juga. Dia takut kalau rumah saya dibeli oleh orang lain, dia minta deal dan minta tidak dijual keorang lain. Pagi tadi dia menelpon menggunakan nomor 081237069075. Dia keberatan ketika saya minta membayar langsung ke saudara saya di Jakarta.
Sore harinya, dia menelpon lagi dari no HP 081319817123 (katanya HP dia tadi law bat), memberitahukan bahwa dia di ATM dan sudah mentransfer uang ke rekening saya. Sebelumny saya minta nama dan alamat lengkapnya. Dijawabnya sebagai berikut; nama Jasman Panjaitan, alamatnya di Kelapa Kopyor Jl.Mandala No. 9A. Mungkin ini untuk meyakinkan saya bahwa dia orang bereputasi baik. Dia tanya berapa lama saya sampai ke ATM. Saya katakan 10 menitan. Keanehan lain, adalah ketika dia bilang,”ibu apapun hasilnya nanti diruang ATM ibu telpon saya ya”. Saya lihat rekening saya tetap tidak ada yang masuk, Saya beritahu dia, lalu dia pandu saya, minta jangan matikan HP karena dia akan menelpon call centre, saya dapat mendengar percakapan mereka berdua. Menurut call centre, uangnya sudah dipotong, tapi masih dipending, dua hari lagi baru sampai. Saya kemudian diminta tetap online HPnya. Kemudian orang call centre tadi bilang, “ibu uang yang dipending tadi akan ditransfer, ibu ikuti saya”. Kemudian saya dipandu orang call centre tadi (katanya akan mentransfer uang yang di pending tadi), saya diminta masukkan PIN kemudian mencet transfer dan dia membimbing saya untuk mencet no rekening 113… Saya tidak ikuti dia, saya bilang saya tidak mengerti jenis transfer yang beginian. Saya matikan, lalu dia telpon lagi, ibu jangan matikan, kata pak Jasman. Saya minta diberitahu dulu arahannya, mengapa saya harus mentransfer padahal saya menunggu transfer. Call centre nya bilang bahwa yang akan diketik nanti adalah no rekening saya sendiri dan jumlah yang ditransfer tidak ada alias nol. Yang diperlukan adalah saya memasukkan no rekening yang didiktekannya, katanya dia minta saya mengetik no rekening saya dan nomor rekening pak Jasman itu. Karena kacau begitu dan tidak masuk akal sehat saya, saya bilang maaf saya sibuk, tidak punya waktu. Saya dipaksanya, lima menit saja bu. Saya bilang lagi, pak Jasman kan akan ke Palembang, janjinya menemui saya mau melihat rumah hari Minggu, ya sudah saya tidak keberatan kok uangnya sampai dua hari lagi atau dibawa tangan. Eh pak Jasman nya marah tersinggung dia bilang, “kalau begitu transaksi batal saja, pusing saya kalau begini”. Saya pikir kenapa dia harus marah kalau saya tidak mau ditransfer uang. Berkali kali tadi dia meyakinkan saya supaya mau mencet no rekening, dia bilang tidak apa apa, saya tanggung jawab, saya ini jaksa, saya pertaruhkan reputasi saya. Saya mikir lagi, kok dia bilang begitu? Andai uang saya terkuras habis dari rekening, bagaimana caranya pak Jasman tadi bertanggung jawab, mengejar si call center tadi? Mengejar dirinya sendiri yang menyebabkan uang saya hilang. Lagipula, mau maunya pak Jasman ini membimbing orang di ATM, dan memaksa transfer. Kok iya ada Jaksa yang punya nama seperti pak Jasman mau membuang waktu ke ATM. Dia kan punya banyak asisten ataupun anak buah. Saya simpulkan Jasman tadi adalah Jasman palsu dan call centrenya pun palsu. Saya langsung ke Bank mandiri memblokir rekening saya. Dari situ saya dapat informasi, orang call centre tidak akan bicara bertiga, apalagi berusaha meyakinkan nasabah untuk melakukan sesuatu diluar kehendaknya. Tadi keluar dari ATM badan saya terasa dingin semua. Mungkin hipnotis orang dua tadi gagal, tapi terasa pengaruhnya. Untungnya saya tenang saja dan tidak emosi. Ada rasa ingin memaki si Jasman palsu itu. Tapi tidak ada gunanya. Tiba dirumah langsung saya buka laptop mencari tahu bagaimana pak Jasman aslinya. Ternyata pak Jasman itu suaranya berat dan “bataknya” kelihatan. Ya Allah ampunilah pak Jasman palsu dan temannya ini, tunjukkanlah mereka jalan yang benar. Saya bersyukur Allah melindungi saya dari hipnotisme dan penipuan ini. Pengalaman ini semoga menjadi pelajaran bagi kita semua. ------------------------------------ Official Web Site : http://www.awari.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/asosiasi-warnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

