di kecamatan yg saya maksud juga belum ada speedy pak, jaringan telkom juga belaum ada, cuma warnet plat hitam menggunakan teknologi wireless yg sudah murah meriah dan patungan beberapa warnet mereka membangun btsnya, lalu mereka beli bw dari ibukota kecamatan produk astinet 1 mega dari telkom, cukup mahal memang Rp. 7 jutaan permeganya, namun karena patungan 5 warnet di beberapa desa di kecamatan itu akhirnya juga murah. jaran ibu kota kecamatan antara 14km sampai 32 km
2011/6/4 <[email protected]> > > > Kira2 berapa biaya utk bangun warnet kecamatan > > Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung > Teruuusss...! > ------------------------------ > *From: * mirza meink <[email protected]> > *Sender: * [email protected] > *Date: *Fri, 3 Jun 2011 21:36:25 +0800 (SGT) > *To: *<[email protected]> > *ReplyTo: * [email protected] > *Subject: *Re: [asosiasi-warnet] Proyek Warnet Masuk Kecamatan ngak bisa > bersaing dengan warnet umum > > > > emang itu proyek yang tidak pakai perhitungan sama sekali kang.... > biasa khan kebijakan seperti itu..... > > > ------------------------------ > *From:* dodi hendra <[email protected]> > *To:* [email protected]; [email protected] > *Sent:* Thu, June 2, 2011 11:22:16 PM > *Subject:* [asosiasi-warnet] Proyek Warnet Masuk Kecamatan ngak bisa > bersaing dengan warnet umum > > > > sekedar info seperti warnet masuk kecamatan (koneksi via vsat) tdak dapat > bersaing dengan warnet umum, hal ini disebabkan karena warnet plat merah ini > menggunakan koneksi vsat kuband sementara warnet plat hitam menggunaan > koneksi ADSL telkom. Akhirnya warnet plat merah ini hanya untuk gaya gayaan > aja. > > ada 5 lokasi saya lihat seperti itu di Riau, ngak tau di daerah lain. > > Sekali lagi ini proyek hanya untuk menghabis uang pajak rakyat aja. > > >

