1:1 1mbps itu dedicated tuh maksudnya gimana yah ? Kalo download mentok dapat 125KB/sec kan yah apa benar ???
Koneksi saya pakai spidol jg 125KB/sec sepanjang tahun , gangguan bisa di hitung jari , mungkin karena saya hidup di desa yang customer nya ga banyak Mahal banget kalo sampai 4jt/bln yah ? Apakah separah itu kan inet di indonesia yah, turut prihatin Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: "Jonathan Susanto" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 27 Oct 2011 12:55:06 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [asosiasi-warnet] Beli bandwidth dedicated tapi kok kaya share? Dibohongi ISP kah? Memang setau sy tidak pernah ada yg bisa sesuai apa yg di janjiin, kecuali di kontrak ada SLA yg menyatakan itu. Selain itu mungkin juga terkendala hardware. Btw itu biayanya berapa pak? Kl di jkt yg sy tau untuk yg 1:1 1mb bisa 4-6jt. :) BeHappy! -----Original Message----- From: Franky Sandrawan <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 25 Oct 2011 14:52:48 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [asosiasi-warnet] Beli bandwidth dedicated tapi kok kaya share? Dibohongi ISP kah? Teman2 semua, pengen sharing pengalaman saya nih. Buat teman-teman yang mengerti mikrotk mohon pendapatnya ya. Warnet saya langganan bandwidth dedicated 4Mb lwt salah satu ISP di kota saya, dan saya pake router PC yg diinstall OS mikrotik dan juga pake server proxy. Settingan mikrotik nya diset oleh ISP saya dan saya lihat melalui winbox pakainya queue tree dengan jenis queue BFIFO. Nah, yang agak janggal adalah: 1. Saya test download (dengan cara set PC client yang saya pake dengan priority queue lebih rendah dari client lain (dengan harapan tdk menggangu bandwidth user saya) dan max-limit di 4Mb) sy sering menemukan kalo bandwidth globalnya tidak bs mentok di 4Mb, tapi sering drop, bahkan kadang drop di bawah 3MB bahkan 2Mb. Setiap kali saya komplain mengenai hal ini, biasanya berhasil di fix sama ISP saya dan dapat mentok kembali, tp kemudian besok besoknya saya test kok ngedrop-ngedrop lagi. 2. Saya juga menemukan client yang average rate nya masih jauh dari max-limit nya (di queue masih warna hijau), tapi terdapat queued bytes pada client tersebut. Contohnya seperti di gambar berikut (client 08 dan 09 yang di highlight biru): http://imageshack.us/photo/my-images/85/queuediclientygmasihjad.jpg/ . Tadinya saya pikir mungkin hal ini disebabkan karena penggunaan jenis queue BFIFO, tapi ketika saya tanya ke ISP saya, saya malah dikasih jawaban yang mengelikan, seolah-olah teknisinya tidak mengerti arti queued bytes itu sendiri. Jawabannya begini: ISP: "kalo misalkan sudah ada queue byte berarti ada trafik yang keluar dari ip tersebut. walaupun tidak sampai batas limiter. biasanya cuma browsing aja" Saya: "maksudnya ada trafik yg keluar dr ip tersebut?" ISP: "ya itu bukan anomali, tapi memang wajar kalo terjadi hal seperti itu" Saya: "mas nya blm menjelaskan apa itu artinya keluar dr ip tersebut mas" ISP: "oohh gini mas, queue bytes kan untuk mengecek apakah ada aktifitas dari ip tersebut, kalo di queue ada trafik berarti di ip tersebut sedang ada aktifitas browsing ataupun yang lainnya" Saya: "waduh mas sejak kapan queue bytes jadi alat buat cek aktivitas? queue bytes kan adalah data yg masuk antrian karena tdk bs langsung disampaikan ke destination. ada jawaban lain mas?" ISP: "tidak ada mas" Kalo menurut teman-teman kira-kira penyebab saya mengalami dua hal di atas itu apa? Apakah memang karena saya diberikan bandwidth share oleh ISP saya? Kalo memang sudah dapat dipastikan karena bandwidth share, maka ISP saya ini bisa dibilang menipu pelanggan, dan mungkin perlu saya sebutkan di sini namanya supaya teman-teman lain jangan jadi korban juga. Ditunggu pendapatnya dan terima kasih sudah mau ikut sharing :) Franky

